Langsung ke konten utama

Kelainan pada Kepala Janin


1. Hidrocephalus

Definisi:

Hidrocephalus adalah penumpukan cairan serebrospinal (CSF) di dalam atau sekitar otak janin, yang dapat menyebabkan pembesaran ventrikel dan peningkatan tekanan intrakranial.

Patofisiologi:

Terjadi akibat ketidakseimbangan antara produksi dan absorpsi CSF, atau obstruksi aliran CSF, yang mengarah pada dilatasi ventrikel.

Tanda dan Gejala:

Pembesaran kepala yang tidak proporsional.

Gejala neurologis seperti kejang, muntah, dan gangguan kesadaran.

Kriteria Diagnosis:

Pengukuran ventrikel lateral lebih dari 10 mm pada USG prenatal.

Identifikasi obstruksi atau gangguan aliran CSF.

Penegakan Diagnosis:

USG prenatal untuk mendeteksi dilatasi ventrikel.

MRI atau CT scan pasca kelahiran untuk evaluasi lebih lanjut.

Pemeriksaan Penunjang:

USG: Menunjukkan pembesaran ventrikel lateral.

MRI/CT scan: Mengidentifikasi lokasi dan penyebab obstruksi CSF.

---

2. Ventriculomegaly

Definisi:

Ventriculomegaly adalah kondisi di mana ventrikel serebral janin membesar, biasanya lebih dari 10 mm pada USG prenatal.

Patofisiologi:

Dapat disebabkan oleh overproduksi CSF, obstruksi aliran, atau penurunan absorpsi CSF.

Tanda dan Gejala:

Pembesaran kepala.

Kemungkinan keterlambatan perkembangan motorik dan kognitif.

Kriteria Diagnosis:

Pengukuran ventrikel lateral lebih dari 10 mm pada USG prenatal.

Penegakan Diagnosis:

USG prenatal untuk evaluasi ukuran ventrikel.

MRI untuk menilai penyebab dan dampak lebih lanjut.

Pemeriksaan Penunjang:

USG: Menunjukkan pembesaran ventrikel lateral.

MRI: Menilai struktur otak dan potensi kelainan terkait.

---

3. Hydranencephaly

Definisi:

Hydranencephaly adalah kelainan langka di mana hemisfer serebral hilang dan digantikan oleh rongga berisi CSF, sementara batang otak dan struktur basal tetap utuh.

Patofisiologi:

Biasanya disebabkan oleh infark bilateral pada arteri karotis interna, mengarah pada hilangnya jaringan otak serebral.

Tanda dan Gejala:

Pembesaran kepala.

Gangguan neurologis berat, termasuk kejang dan keterlambatan perkembangan.

Kriteria Diagnosis:

Kehilangan hemisfer serebral dengan rongga berisi CSF pada pencitraan otak.

Penegakan Diagnosis:

USG prenatal untuk mendeteksi kelainan struktur otak.

MRI untuk evaluasi lebih lanjut dan konfirmasi diagnosis.

Pemeriksaan Penunjang:

USG: Menunjukkan rongga berisi CSF menggantikan hemisfer serebral.

MRI: Mengonfirmasi hilangnya hemisfer serebral dan struktur otak lainnya.

---

4. Anencephaly

Definisi:

Anencephaly adalah cacat tabung saraf di mana sebagian besar otak dan tengkorak janin tidak berkembang, sering kali berakibat fatal.

Patofisiologi:

Terjadi akibat kegagalan penutupan bagian kranial tabung saraf selama perkembangan awal janin.

Tanda dan Gejala:

Kehilangan sebagian besar otak besar dan tengkorak bagian atas.

Kehadiran batang otak dengan fungsi terbatas.

Kriteria Diagnosis:

Ketiadaan sebagian besar otak besar dan tengkorak bagian atas pada USG prenatal.

Penegakan Diagnosis:

USG prenatal untuk identifikasi kelainan struktur otak dan tengkorak.

Konfirmasi pasca kelahiran melalui pemeriksaan fisik dan pencitraan.

Pemeriksaan Penunjang:

USG: Menunjukkan ketiadaan sebagian besar otak besar dan tengkorak bagian atas.

CT/MRI: Mengonfirmasi kelainan dan menilai struktur otak yang tersisa.

---

5. Holoprosencephaly

Definisi:

Holoprosencephaly adalah kelainan kongenital di mana prosensefalon (otak depan) gagal membelah menjadi dua hemisfer, mengarah pada struktur otak yang tidak terpisah.

Patofisiologi:

Gagalnya segmentasi prosensefalon pada minggu ke-3 hingga ke-6 kehamilan, sering kali terkait dengan kelainan kromosom atau faktor genetik.

Tanda dan Gejala:

Deformitas wajah seperti hipotelorisme, bibir sumbing, atau hidrosefalus.

Keterlambatan perkembangan neurologis.

Kriteria Diagnosis:

Kegagalan pemisahan hemisfer serebral pada pencitraan otak.

Penegakan Diagnosis:

USG prenatal untuk deteksi kelainan struktur otak dan wajah.

MRI untuk evaluasi lebih lanjut dan identifikasi tipe holoprosensefali (alobar, semilobar, lobar).

Pemeriksaan Penunjang:

USG: Menunjukkan struktur otak yang tidak terpisah dan kelainan wajah.

MRI: Mengidentifikasi tipe holoprosensefali dan keterlibatan struktur otak lainnya.-


Referensi:

1. StatPearls. Hydrocephalus. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560875/

2. StatPearls. Hydranencephaly. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558991

3. StatPearls. Anencephaly. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545244/

4. StatPearls. Holoprosencephaly. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560861/

5. Cleveland Clinic. Hydrocephalus. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17334-hydrocephalus

6. Cleveland Clinic. Ventriculomegaly. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/25216-ventriculomegaly

7. Cleveland Clinic. Hydranencephaly. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22799-hydranencephaly

8. Cleveland Clinic. Anencephaly. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15032-anencephaly

9. Cleveland Clinic. Holoprosencephaly. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22919-holoprosencephaly

10. Radiopaedia. Fetal Hydrocephalus. [https://radiopaedia.org




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Perbedaan Bad Obstetrical History (BOH) vs Recurrent Pregnancy Loss (RPL)

  BOH adalah istilah luas yang dipakai pada praktik kebidanan (terutama di Indonesia/daerah) untuk menyatakan riwayat obstetri sebelumnya yang buruk — tidak hanya keguguran berulang tetapi juga termasuk stillbirth, IUFD (intrauterine fetal death), IUGR, neonatal death, pre-eclampsia berat, malformasi kongenital, kelahiran prematur berulang, dsb. RPL lebih spesifik: merujuk pada kejadian kehamilan yang hilang (miscarriage/pregnancy loss) berulang menurut definisi pedoman internasional (≥2 atau ≥3 kehilangan kehamilan, tergantung pedoman). Ini adalah perbedaan kunci: BOH = kategori riwayat buruk (multifaset); RPL = entitas klinis spesifik (keguguran berulang).  --- A. Bad Obstetrical History (BOH) 1. Definisi BOH (kadang disebut Bad Obstetric History) adalah istilah klinis yang menggambarkan riwayat obstetri sebelumnya yang tidak menguntungkan, misalnya: dua atau lebih keguguran beruntun, IUFD, kelahiran mati (stillbirth), kelahiran prematur berulang, IUGR berulang, bayi meningg...