Langsung ke konten utama

Kelainan Jantung pada Janin Intrauterin pada Ibu Hamil dengan Lupus Eritematosus Sistemik (SLE)


I. Definisi

Kelainan jantung pada janin yang berasal dari ibu hamil dengan SLE umumnya terkait dengan neonatal lupus erythematosus (NLE), yang merupakan kondisi autoimun yang diturunkan secara pasif dari ibu ke janin melalui antibodi tertentu, seperti anti-Ro/SSA dan anti-La/SSB. Manifestasi klinis utama dari NLE adalah blok jantung kongenital (CHB), yang dapat berkembang menjadi blok atrioventrikular (AV) derajat kedua atau ketiga pada janin atau neonatus .


II. Patofisiologi

Antibodi anti-Ro/SSA dan anti-La/SSB yang diproduksi oleh ibu dapat melintasi plasenta dan mengikat antigen pada sistem konduksi jantung janin, khususnya pada nodus AV. Proses ini menyebabkan peradangan dan fibrosis pada jaringan konduksi, yang berujung pada gangguan konduksi listrik jantung dan perkembangan CHB. Perkembangan CHB biasanya terjadi antara usia kehamilan 18 hingga 24 minggu, bertepatan dengan ekspresi antigen SSA/Ro pada permukaan kardiomiosit janin .

III. Tanda dan Gejala

Pada kehamilan, tanda-tanda klinis CHB dapat meliputi bradikardia janin, yang terdeteksi melalui pemeriksaan ultrasonografi Doppler. Pada neonatus, gejala dapat mencakup:

Cyanosis

Kelemahan atau kelelahan

Gagal jantung kongestif

Kematian mendadak pada kasus yang parah

IV. Kriteria Diagnosis

Diagnosis NLE dengan manifestasi CHB pada janin atau neonatus didasarkan pada:

1. Riwayat Antibodi Ibu: Keberadaan antibodi anti-Ro/SSA dan/atau anti-La/SSB pada ibu hamil.

2. Pemeriksaan Klinis: Deteksi bradikardia janin atau gejala klinis pada neonatus.

3. Pemeriksaan Penunjang: Konfirmasi melalui pemeriksaan ekokardiografi janin atau neonatus.

V. Cara Penegakkan Diagnosis

Penegakkan diagnosis dilakukan melalui:

Pemeriksaan Laboratorium: Identifikasi antibodi anti-Ro/SSA dan anti-La/SSB pada serum ibu.

Pemeriksaan Ultrasonografi: Ekokardiografi janin untuk mendeteksi adanya CHB.

Ekokardiografi Neonatus: Evaluasi pasca kelahiran untuk menilai derajat CHB dan fungsi jantung.

VI. Pemeriksaan Penunjang dan Gambaran Hasil

1. Ekokardiografi Janin: Dapat menunjukkan adanya bradikardia janin, terutama pada trimester kedua kehamilan.

2. Ekokardiografi Neonatus: Menunjukkan derajat CHB, dengan kemungkinan adanya dilatasi atrium dan ventrikel kanan, serta gangguan fungsi jantung.

3. Elektrokardiografi (EKG): Pada neonatus, dapat menunjukkan derajat CHB dan membantu dalam perencanaan terapi.





---

Referensi

1. Diaz-Frias J. Neonatal Lupus Erythematosus. StatPearls [Internet]. 2023. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK526061/

2. Buyon JP. Neonatal lupus: Epidemiology, pathogenesis, clinical manifestations, and diagnosis. UpToDate. Available from: https://www.uptodate.com/contents/neonatal-lupus-epidemiology-pathogenesis-clinical-manifestations-and-diagnosis

3. Mohammed RHA, et al. Pregnancy in lupus: an updated consensus to guide best practice. ERA-EDTA. 2022; Available from: https://erar.springeropen.com/articles/10.1186/s43166-022-00167-5

4. Silver R. Systemic lupus erythematosus in pregnancy. AJOG. 2023; Available from: https://www.ajog.org/article/S0002-9378(22)00722-0/pdf

5. Vinet É, et al. Increased Congenital Heart Defects in Children Born to Women with Systemic Lupus Erythematosus. Circulation. 2015;131(3): 274-281. Available from: https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/circulationaha.114.010027





---


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...