Langsung ke konten utama

Abnormal Uterine Bleeding (AUB)

 

Definisi

Abnormal uterine bleeding (AUB) adalah perdarahan dari uterus yang abnormal dalam frekuensi, durasi, dan/atau jumlah, terjadi pada wanita tidak hamil. Istilah ini menggantikan nomenklatur lama (menorrhagia, metrorrhagia) dan distandarkan oleh FIGO.


Klasifikasi FIGO: PALM–COEIN

Klasifikasi etiologi AUB pada wanita usia reproduktif.

A. Penyebab Struktural (PALM)

  • P – Polyp (polip endometrium/serviks)
  • A – Adenomyosis
  • L – Leiomyoma (Mioma uteri)
    • Submukosa (L-SM)
    • Lainnya (L-O)
  • M – Malignancy & Hyperplasia

B. Penyebab Non-Struktural (COEIN)

  • C – Coagulopathy (mis. von Willebrand disease)
  • O – Ovulatory dysfunction (PCOS, hipotiroid, hiperprolaktinemia)
  • E – Endometrial (gangguan hemostasis lokal)
  • I – Iatrogenic (antikoagulan, kontrasepsi hormonal)
  • N – Not yet classified

Pendekatan Klinis Sistematis

1. Anamnesis Kunci

  • Pola haid (frekuensi, durasi, volume)
  • Hubungan dengan usia & siklus
  • Gejala anemia
  • Riwayat kehamilan & kontrasepsi
  • Obat (antikoagulan)
  • Riwayat keluarga gangguan perdarahan

2. Pemeriksaan Fisik

  • Status hemodinamik
  • Tanda anemia
  • Pemeriksaan abdomen & pelvis
  • Inspeksi serviks (polip/lesi)

Pemeriksaan Penunjang

Wajib Awal

  • Tes kehamilan (β-hCG) pada usia reproduktif
  • Darah lengkap
  • USG transvaginal

Selektif

  • TSH, prolaktin (bila curiga anovulasi)
  • Koagulasi (AUB sejak menarche)
  • Biopsi endometrium:
    • Usia ≥45 tahun
    • <45 tahun dengan faktor risiko (obesitas, PCOS, AUB persisten)
  • SIS / Histeroskopi (kecurigaan lesi intrauterin)

Manifestasi Klinis Khas Berdasarkan Etiologi

  • Polip: perdarahan intermenstrual
  • Adenomiosis: menorrhagia + dismenore progresif
  • Mioma submukosa: menorrhagia berat
  • Anovulasi: siklus tidak teratur, perdarahan berkepanjangan
  • Koagulopati: AUB sejak remaja, perdarahan berlebihan

Penatalaksanaan

Pendekatan stepwise dan individualized (usia, etiologi, keinginan fertilitas, stabilitas pasien).

A. AUB Akut (Hemodinamik Stabil)

  • Asam traneksamat
  • Progestin dosis tinggi
  • Kombinasi estrogen–progestin (kasus terpilih)
  • GnRH agonist (selektif)

Tidak stabil → resusitasi + tindakan emergensi.


B. AUB Kronik

Terapi Medika (Lini Pertama)

  • LNG-IUS → paling efektif menurunkan perdarahan
  • Progestin oral/siklik
  • Kombinasi estrogen–progestin
  • NSAID
  • Asam traneksamat

Terapi Bedah

  • Histeroskopi polipektomi / miomektomi
  • Ablasi endometrium (tidak ingin fertilitas)
  • Histerektomi → definitif

AUB dan Fertilitas

  • Submukosa & polip → eksisi meningkatkan fertilitas
  • Anovulasi → induksi ovulasi
  • Adenomiosis → terapi supresif pra-ART
  • Mioma intramural besar → selektif

Red Flags (Curiga Keganasan)

  • Usia >45 tahun
  • Perdarahan pascamenopause
  • AUB persisten/refrakter
  • Obesitas, diabetes
  • Endometrium menebal tidak sesuai fase

Ringkasan Klinis

  • Gunakan PALM–COEIN untuk kerangka diagnosis
  • β-hCG & USG TV adalah pemeriksaan awal kunci
  • Biopsi endometrium pada indikasi tepat
  • LNG-IUS adalah terapi medika paling efektif untuk AUB kronik

Daftar Pustaka (Vancouver Style)

  1. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  2. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  3. Munro MG, et al. The FIGO classification of causes of AUB. Int J Gynaecol Obstet. 2011;113(1):3-13.
  4. NICE. Heavy menstrual bleeding guideline. NICE CG44. 2018.
  5. ACOG Practice Bulletin No. 128. Diagnosis of AUB. Obstet Gynecol. 2012;120:197-206.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...