Langsung ke konten utama

Fertility Preservation (Preservasi Fertilitas)

 

Definisi

Fertility preservation adalah serangkaian intervensi medis yang bertujuan mempertahankan potensi reproduksi di masa depan sebelum terjadinya kerusakan fungsi gonad akibat penyakit, tindakan bedah, atau terapi gonadotoksik. Dalam praktik obstetri–ginekologi modern, preservasi fertilitas merupakan bagian integral dari reproductive life planning.


Indikasi Fertility Preservation

1. Indikasi Medis

  • Kanker sebelum kemoterapi / radioterapi (alkylating agents, pelvic RT)
  • Endometriosis berat / endometrioma bilateral
  • Risiko Primary Ovarian Insufficiency (POI)
  • Penyakit autoimun yang memerlukan terapi sitotoksik
  • Kelainan genetik (Turner mosaic, premutasi FMR1)

2. Indikasi Non-Medis (Social Freezing)

  • Penundaan kehamilan karena pendidikan, karier, atau alasan personal
  • Penurunan fertilitas terkait usia

Modalitas Fertility Preservation pada Wanita

1. Cryopreservation Oosit (Oocyte Freezing)

Metode Pilihan Utama

  • Vitrifikasi oosit matang (MII)
  • Membutuhkan ovarian stimulation

Keunggulan:

  • Tidak memerlukan pasangan
  • Standar emas saat ini

Keterbatasan:

  • Butuh waktu ±10–14 hari
  • Respons tergantung ovarian reserve

2. Cryopreservation Embrio

  • Oosit dibuahi sebelum pembekuan

Keunggulan:

  • Survival rate tinggi
  • Outcome kehamilan terbaik

Keterbatasan:

  • Memerlukan pasangan / donor sperma
  • Isu etik & legal

3. Cryopreservation Jaringan Ovarium

Indikasi Khusus

  • Anak pra-pubertas
  • Pasien kanker yang tidak dapat menunda terapi

Prosedur:

  • Eksisi korteks ovarium
  • Pembekuan jaringan
  • Autotransplantasi di kemudian hari

Status:

  • Dianggap established oleh ESHRE (2019)
  • Risiko reintroduksi sel ganas (tertentu)

4. Ovarian Suppression (GnRH Agonist)

  • Digunakan selama kemoterapi
  • Adjunctive, bukan metode utama

Fertility Preservation pada Endometriosis & Endometrioma

Rasional Ilmiah

  • Endometrioma → AMH ↓ progresif
  • Operasi endometrioma → penurunan AMH tambahan

Rekomendasi

  • Diskusikan fertility preservation sebelum operasi ovarium
  • Oocyte freezing dianjurkan pada:
    • Endometrioma bilateral
    • AMH rendah
    • Riwayat operasi ovarium sebelumnya

Fertility Preservation pada Risiko POI

  • Oocyte/embryo freezing sebelum kegagalan ovarium
  • Setelah POI → donor oosit menjadi satu-satunya opsi

Faktor Penentu Keberhasilan

  • Usia saat pembekuan (faktor terpenting)
  • Jumlah oosit yang dibekukan
  • Kualitas oosit
  • Teknik vitrifikasi

Target klinis: ≥10–15 oosit MII untuk peluang live birth optimal (<35 th)


Aspek Konseling

  • Bukan jaminan kehamilan
  • Diskusi realistis mengenai peluang
  • Pertimbangan psikologis, etik, dan biaya
  • Informed consent komprehensif

Algoritme Klinis (Ringkas)

  1. Identifikasi risiko infertilitas
  2. Evaluasi ovarian reserve (AMH, AFC)
  3. Konseling fertility preservation
  4. Pilih metode sesuai indikasi
  5. Dokumentasi & follow-up

Kesimpulan

Fertility preservation merupakan intervensi proaktif berbasis bukti untuk melindungi potensi reproduksi wanita yang berisiko kehilangan fungsi ovarium. Waktu yang tepat dan konseling yang akurat merupakan kunci keberhasilan.


Daftar Pustaka (Vancouver Style)

  1. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  2. Anderson RA, et al. Fertility preservation in women. Hum Reprod Update. 2017;23(6):663–82.
  3. ESHRE Guideline Group on Female Fertility Preservation. Female fertility preservation. Hum Reprod Open. 2020;2020(4):hoaa052.
  4. Practice Committee of the ASRM. Fertility preservation in patients undergoing gonadotoxic therapy. Fertil Steril. 2019;112(6):1022–33.
  5. Somigliana E, et al. Fertility preservation in women with endometriosis. Hum Reprod. 2015;30(11): 2581–92.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Perbedaan Bad Obstetrical History (BOH) vs Recurrent Pregnancy Loss (RPL)

  BOH adalah istilah luas yang dipakai pada praktik kebidanan (terutama di Indonesia/daerah) untuk menyatakan riwayat obstetri sebelumnya yang buruk — tidak hanya keguguran berulang tetapi juga termasuk stillbirth, IUFD (intrauterine fetal death), IUGR, neonatal death, pre-eclampsia berat, malformasi kongenital, kelahiran prematur berulang, dsb. RPL lebih spesifik: merujuk pada kejadian kehamilan yang hilang (miscarriage/pregnancy loss) berulang menurut definisi pedoman internasional (≥2 atau ≥3 kehilangan kehamilan, tergantung pedoman). Ini adalah perbedaan kunci: BOH = kategori riwayat buruk (multifaset); RPL = entitas klinis spesifik (keguguran berulang).  --- A. Bad Obstetrical History (BOH) 1. Definisi BOH (kadang disebut Bad Obstetric History) adalah istilah klinis yang menggambarkan riwayat obstetri sebelumnya yang tidak menguntungkan, misalnya: dua atau lebih keguguran beruntun, IUFD, kelahiran mati (stillbirth), kelahiran prematur berulang, IUGR berulang, bayi meningg...