Langsung ke konten utama

Kanker Ovarium (Ca ovarium) dalam kehamilan

 


1. Pendahuluan

Ca ovarium dalam kehamilan merupakan kondisi jarang (±1 : 10.000–25.000 kehamilan), namun memiliki implikasi besar terhadap ibu dan janin. Tantangan utama adalah menyeimbangkan keselamatan maternal (onkologis) dan fetal (obstetrik).

📌 Prinsip dasar:

Keselamatan ibu adalah prioritas utama, namun kehamilan dapat dipertahankan pada kondisi terpilih.


2. Epidemiologi & Tipe Histologi

Distribusi histologi pada kehamilan:

  • Tumor germ cell ganas (tersering)
  • Borderline ovarian tumor
  • Epitelial carcinoma (lebih jarang dibanding non-hamil)

📌 High-grade serous carcinoma jarang pada kehamilan karena usia pasien umumnya lebih muda.


3. Manifestasi Klinis

A. Gejala

  • Sering asimtomatik
  • Nyeri perut/pelvis
  • Distensi abdomen (sering tertutup kehamilan)
  • Massa adneksa insidental saat USG antenatal

📌 Gejala Ca ovarium sering tertutupi perubahan fisiologis kehamilan.


4. Diagnosis Ca Ovarium pada Kehamilan

A. USG Transvaginal / Transabdominal

Temuan mencurigakan:

  • Massa solid / kompleks
  • Papilasi
  • Septasi tebal
  • Ascites

📌 IOTA rules & ADNEX model dapat digunakan, namun interpretasi harus hati-hati.


B. Marker Tumor (Keterbatasan)

Marker Keterangan
CA-125 Fisiologis ↑ pada trimester I
AFP ↑ fisiologis (janin)
β-hCG Tidak reliabel
LDH Relatif stabil → berguna (dysgerminoma)
Inhibin Berguna pada granulosa cell tumor

📌 Marker tumor tidak dapat berdiri sendiri dalam kehamilan.


C. Imaging Tambahan

  • MRI tanpa gadolinium → aman dan dianjurkan
  • CT-scan → dihindari kecuali emergensi

5. Staging (FIGO)

Staging definitif tetap berdasarkan temuan bedah dan histopatologi, bukan imaging saja.


6. Prinsip Umum Tatalaksana

Manajemen ditentukan oleh:

  1. Usia kehamilan
  2. Stadium kanker
  3. Tipe histologi
  4. Keinginan mempertahankan kehamilan

7. Tatalaksana Berdasarkan Trimester

A. Trimester I

  • Risiko abortus tinggi bila operasi
  • Bila kecurigaan kuat keganasan → operasi tidak ditunda
  • Konseling terminasi sering dipertimbangkan pada kanker agresif

B. Trimester II (paling optimal)

  • Waktu terbaik untuk operasi
  • Risiko keguguran dan preterm lebih rendah
  • Tindakan:
    • Unilateral salpingo-oophorectomy (selektif)
    • Staging terbatas (fertility-sparing bila memungkinkan)

📌 Trimester II = window of opportunity


C. Trimester III

  • Bila stabil → tunda hingga maturitas janin
  • Operasi saat SC bila memungkinkan
  • Bila progresif/agresif → intervensi segera

8. Peran Operasi

A. Stadium Awal (IA–IC terpilih)

  • Fertility-sparing surgery:
    • USO sisi tumor
    • Uterus & ovarium kontralateral dipertahankan
  • Dilanjutkan observasi / kemoterapi postpartum bila perlu

B. Stadium Lanjut

  • Debulking terbatas
  • Kemoterapi antenatal dipertimbangkan

9. Kemoterapi dalam Kehamilan

Prinsip:

  • Dihindari pada trimester I
  • Relatif aman trimester II–III

Regimen yang digunakan:

  • Carboplatin ± paclitaxel
  • Risiko:
    • IUGR
    • Prematuritas
    • Myelosuppression neonatal (jarang)

📌 Tidak terbukti meningkatkan kelainan kongenital bila diberikan setelah organogenesis


10. Mode & Waktu Persalinan

  • Ditentukan oleh indikasi obstetrik
  • SC bila:
    • Operasi staging bersamaan
    • Massa menghalangi jalan lahir
  • Terminasi kehamilan bukan terapi standar, kecuali indikasi maternal kuat

11. Prognosis

  • Prognosis ditentukan oleh stadium & histologi, bukan oleh kehamilan
  • Stadium awal → prognosis baik
  • Delay terapi agresif → memperburuk survival ibu

12. Poin Klinis Penting (High-Yield)

  • Ca ovarium pada kehamilan jarang tapi serius
  • Trimester II = waktu operasi terbaik
  • CA-125 tidak reliabel trimester I
  • MRI tanpa kontras aman
  • Keselamatan ibu prioritas utama

13. Ringkasan Exam-Oriented

  • Massa ovarium kompleks pada hamil → evaluasi serius
  • Germ cell tumor paling sering
  • Operasi trimester II paling aman
  • Kemoterapi aman setelah trimester I
  • Fertility-sparing pada stadium awal terpilih

14. Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Hoffman BL, Schorge JO, Schaffer JI, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  2. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  3. Amant F, et al. Gynecologic cancers in pregnancy. Lancet. 2012;379:558–69.
  4. Morice P, et al. Cancer and pregnancy: ovarian cancer. Ann Oncol. 2010;21 Suppl 7:vii303–7.
  5. Prat J. FIGO staging for ovarian cancer 2014. Int J Gynecol Obstet. 2014;124:1–5.

Jika Anda menginginkan, saya dapat melanjutkan dengan:

  • Algoritma manajemen Ca ovarium pada kehamilan (flowchart)
  • Perbandingan Ca ovarium vs kista ovarium pada kehamilan
  • Kasus klinis + pembahasan ala MRCOG/POGI
  • Keamanan kemoterapi obstetrik (detail obat per trimester)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...