1. Definisi
Ruptur uteri imminens adalah keadaan ancaman ruptur uterus yang ditandai oleh pelemahan ekstrem dinding uterus (terutama segmen bawah) dengan tanda klinis khas, namun belum terjadi robekan dinding uterus.
Kondisi ini harus dipandang sebagai kegawatdaruratan intrapartum karena berpotensi berkembang menjadi:
- ruptur uteri inkomplet/komplet
- perdarahan masif
- hipoksia janin
- morbiditas maternal dan perinatal berat
Istilah berbeda:
| Istilah | Makna |
|---|---|
| Ruptur imminens | Ancaman ruptur, belum robek |
| Ruptur inkomplet | Robekan tidak sampai peritoneum |
| Ruptur komplet | Robekan seluruh lapisan uterus sampai peritoneum |
2. Patofisiologi
Penyebab utama ialah ketidakseimbangan antara kekuatan kontraksi uterus dan daya tahan dinding uterus, terutama pada:
- segmen bawah uterus yang menipis
- bekas luka operasi uterus sebelumnya
Mekanisme umum:
- His kuat, frekuensi sering (hiperstimulasi / obstruksi persalinan)
- Segmen bawah teregang berlebihan
- Terjadi penipisan progresif segmen bawah uterus
- Timbul tanda klinis ancaman ruptur
- Bila berlanjut → ruptur uterus
3. Faktor Risiko
Faktor uterus / jaringan parut
- Riwayat seksio sesarea (terutama klasik / T-vertical)
- Riwayat operasi uterus lain:
- miomektomi
- metroplasti
- perforasi uterus sebelumnya
Faktor intrapartum
- Induksi / augmentasi berlebihan (oksitosin, prostaglandin)
- Persalinan macet / obstruksi panggul
- Fetus besar / disproporsi sefalopelvik
- Distosia bahu / letak abnormal
- Grand multipara
Faktor obstetri lain
- Overdistensi uterus (gemelli, polihidramnion)
- Interval antar kehamilan pendek pasca SC
- Percobaan persalinan pervaginam pasca SC (TOLAC) tanpa seleksi tepat
4. Gambaran Klinis — Tanda Khas Ruptur Uteri Imminens
Tanda mayor klinis
- Nyeri abdomen hebat yang menetap
- Nyeri pada segmen bawah uterus
- Uterus sangat tegang / hipertonik
- Ibu gelisah, tampak kesakitan
Bandl’s ring (pathognomonic)
- cincin retraksi patologik terlihat menonjol
- batas antara segmen atas (berkontraksi kuat) dan segmen bawah (menipis)
Tanda janin
- DJJ tidak stabil / distress janin
- takikardia janin atau bradikardia terminal
Tanda tambahan
- kontraksi sangat sering dan kuat
- rasa ingin mengejan tidak sesuai fase persalinan
- edema serviks
- presentasi tetap tinggi
Catatan
Pada ruptur imminens, perdarahan pervaginam biasanya minimal.
Perdarahan dan syok lebih menonjol pada ruptur yang sudah terjadi.
5. Perbedaan Klinis Penting
| Aspek | Ruptur imminens | Ruptur uteri komplet |
|---|---|---|
| Nyeri | Sangat nyeri, terus menerus | Nyeri awal → dapat menghilang |
| Tonus uterus | Tegang / hipertonik | Uterus dapat melemas |
| Bandl’s ring | Ada | Dapat menghilang |
| Bagian janin | Masih in utero | Dapat berpindah ke rongga peritoneum |
| DJJ | Distress | Sering hilang |
| Syok | Belum dominan | Umumnya muncul |
6. Diagnosis
Diagnosis bersifat klinis intrapartum.
Langkah evaluasi:
- Anamnesis intrapartum + faktor risiko
- Pemeriksaan klinis abdomen:
- uterus tegang
- nyeri segmen bawah
- Bandl’s ring
- Penilaian DJJ (CTG / doppler)
- Pemeriksaan vaginal:
- pembukaan lambat
- kepala tetap tinggi / malposition
USG intrapartum dapat membantu menilai:
- ketebalan segmen bawah uterus
- posisi janin Namun bukan alat utama diagnosis.
7. Prinsip Tatalaksana (Emergensi Obstetri)
Ruptur uteri imminens harus diperlakukan sebagai indikasi terminasi segera untuk mencegah ruptur.
Langkah awal
- Hentikan oksitosin / agen uterotonik
- Pasang IV besar, cairan cepat
- Persiapkan darah & komponen
- Panggil tim bedah / anestesi
Keputusan persalinan
Ditentukan oleh kondisi ibu–janin dan fase persalinan:
Bila janin masih hidup / distress janin
→ Seksio sesarea segera
Bila sudah pembukaan lengkap & kepala hampir lahir
→ ekstraksi cepat pervaginam (kasus selektif)
Bila dicurigai sudah terjadi ruptur
→ laparotomi segera:
- repair uterus (ruptur terlokalisir, ibu stabil, ingin fertilitas)
- histerektomi bila:
- robekan luas / multipel
- perdarahan tak terkendali
- ruptur pada bekas luka lama yang ekstensif
8. Pencegahan Klinis
- Seleksi ketat pada TOLAC / VBAC
- Hindari hiperstimulasi uterotonik
- Monitoring kontraksi & DJJ ketat
- Identifikasi dysproportion / distosia lebih dini
- Perencanaan SC elektif bila:
- riwayat SC klasik
- riwayat ruptur uterus
- parut uterus berisiko tinggi
9. Diagnosis Banding
- Solusio plasenta
- Hipertoni uterus akibat hiperstimulasi oksitosin
- Nyeri ligamentum atau spasme uterus non-obstruktif
Diferensiasi ditentukan oleh:
- adanya Bandl’s ring
- pola nyeri + hipertonus keras
- riwayat bekas luka uterus
10. Ringkasan Klinis Praktis
Ruptur uteri imminens = ancaman ruptur uterus intrapartum
→ ditandai oleh:
- nyeri hebat, uterus tegang
- Bandl’s ring
- distress janin
- faktor risiko bekas SC / obstruksi persalinan
Merupakan kondisi emergensi
→ tindakan utama adalah terminasi segera untuk mencegah ruptur komplet.
11. Daftar Pustaka (Format Vancouver)
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
- Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. McGraw-Hill; 2020.
- Landon MB, Lynch CD. Optimal management of uterine rupture risk in TOLAC. Clin Obstet Gynecol. 2014;57(2):336–46.
- Guise JM, Eden K, Emeis C, et al. Vaginal birth after cesarean: evidence report/technology assessment. AHRQ; 2010.
- American College of Obstetricians and Gynecologists. Vaginal Birth After Cesarean Delivery. ACOG Practice Bulletin No. 205; 2019.
- Nahum GG, Pham KQ. Uterine rupture in pregnancy. Obstet Gynecol Clin North Am. 2012;39(1):1–15.
Komentar