Langsung ke konten utama

Hipotiroidisme pada Ibu Hamil

 


1. Definisi dan Signifikansi Obstetri

Hipotiroidisme pada kehamilan adalah keadaan defisiensi hormon tiroid yang ditandai TSH meningkat dengan free T4 menurun (overt) atau free T4 normal (subklinis). Kondisi ini berdampak signifikan terhadap kehamilan dan neurodevelopment janin, terutama pada trimester pertama saat janin sepenuhnya bergantung pada hormon tiroid ibu.


2. Etiologi

A. Penyebab Tersering

  1. Hashimoto thyroiditis (autoimun; anti-TPO positif)
  2. Defisiensi iodium
  3. Status pasca tiroidektomi / radioiodine
  4. Overtreatment antitiroid (pasca hipertiroid)

B. Faktor Risiko

  • Riwayat penyakit tiroid
  • Penyakit autoimun (SLE, Sjögren)
  • Riwayat infertilitas/abortus
  • Defisiensi iodium

3. Perubahan Fisiologi Tiroid pada Kehamilan (Penting untuk Interpretasi Lab)

  • hCG (efek TSH-like) → TSH cenderung lebih rendah pada trimester I
  • TBG → ↑ total T4/T3
  • Kebutuhan hormon tiroid meningkat 30–50%

➡️ Gunakan nilai rujukan TSH spesifik trimester bila tersedia.


4. Klasifikasi Klinis

Kategori TSH Free T4
Overt hipotiroidisme
Subklinis Normal
Hipotiroksinemia Normal

5. Dampak terhadap Kehamilan

A. Maternal

  • Preeklamsia
  • Anemia
  • Solusio plasenta
  • Perdarahan postpartum
  • Gagal jantung (jarang, berat)

B. Janin

  • Abortus spontan
  • IUFD
  • Prematuritas
  • BBLR
  • Gangguan neurokognitif (IQ menurun) bila tidak terkontrol dini

➡️ Risiko tertinggi bila overt hipotiroidisme tidak diterapi.


6. Diagnosis

A. Pemeriksaan Laboratorium

  • TSH (skrining utama)
  • Free T4
  • Anti-TPO (menilai autoimun & risiko)

Batas target TSH (ATA):

  • Trimester I: <2,5 mIU/L
  • Trimester II–III: <3,0 mIU/L

7. Skrining

Direkomendasikan pada wanita berisiko tinggi (selective screening).
Banyak pusat melakukan skrining universal karena dampak neurodevelopment janin.


8. Tatalaksana

A. Prinsip Umum

  • Levothyroxine (LT4) adalah terapi pilihan
  • Tujuan: TSH dalam target trimester
  • Mulai sedini mungkin (ideal <10–12 minggu)

B. Dosis Awal (Panduan Umum)

  • Overt: 1,6 µg/kgBB/hari (atau 50–100 µg/hari, titrasi)
  • Subklinis:
    • Anti-TPO (+): obati
    • Anti-TPO (–): pertimbangkan bila TSH ≥10 mIU/L

C. Penyesuaian Dosis

  • Naikkan dosis 25–30% segera setelah kehamilan terkonfirmasi (pada pasien yang sudah terapi)
  • Kontrol TSH tiap 4–6 minggu

➡️ LT4 diminum pagi hari, perut kosong, terpisah dari Fe/Ca (≥4 jam).


9. Persalinan & Postpartum

  • Mode persalinan berdasarkan indikasi obstetri
  • Setelah melahirkan:
    • Kembali ke dosis pra-kehamilan
    • Cek TSH 6–8 minggu postpartum
  • Menyusui aman dengan LT4

10. Prognosis

  • Sangat baik bila terdiagnosis dini dan TSH terkontrol
  • Risiko residual neurokognitif meningkat bila terapi terlambat pada trimester I

11. Ringkasan High-Yield (Ujian & Praktik)

  1. Penyebab tersering: Hashimoto
  2. Target TSH: <2,5 (T1); <3,0 (T2–T3)
  3. Levothyroxine aman dan wajib pada overt
  4. Terapi dini mencegah gangguan neurodevelopment
  5. Menyusui aman

Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2020.
  3. Alexander EK, Pearce EN, Brent GA, et al. 2017 ATA Guidelines for the diagnosis and management of thyroid disease during pregnancy and the postpartum. Thyroid. 2017;27(3):315–389.
  4. De Groot L, Abalovich M, Alexander EK, et al. Management of thyroid dysfunction during pregnancy and postpartum. Thyroid. 2012;22(1):1–45.
  5. Negro R, et al. Levothyroxine treatment in euthyroid pregnant women with autoimmune thyroid disease. J Clin Endocrinol Metab. 2010;95(7):E44–E48.

Bila Anda menghendaki, saya dapat menyusun algoritme diagnosis–tatalaksana, tabel obat tiroid aman hamil & menyusui, atau contoh soal OSCE/PPDS dengan pembahasan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...