Langsung ke konten utama

Primary Ovarian Insufficiency (POI)


Definisi

Primary Ovarian Insufficiency (POI) adalah kondisi kegagalan fungsi ovarium sebelum usia 40 tahun, ditandai oleh amenore/oligomenore, hipoestrogenisme, dan peningkatan gonadotropin (FSH). Berbeda dengan menopause dini, POI bersifat intermiten, sehingga ovulasi dan kehamilan spontan masih mungkin terjadi.


Epidemiologi

  • Prevalensi:
    • ±1% wanita <40 tahun
    • ±0,1% wanita <30 tahun
  • Risiko meningkat pada:
    • Riwayat keluarga POI
    • Penyakit autoimun
    • Tindakan bedah ovarium (mis. kistektomi endometrioma bilateral)
    • Terapi gonadotoksik (kemoterapi, radioterapi)

Patofisiologi

POI terjadi akibat deplesi folikel ovarium atau disfungsi folikel.

Mekanisme Utama

  1. Kehabisan folikel prematur
    • Aplasia folikel
    • Atresia folikel dini
  2. Disfungsi folikel
    • Folikel ada tetapi tidak responsif terhadap FSH/LH

Konsekuensi Endokrin

  • Estradiol ↓
  • Inhibin B ↓
  • FSH ↑ (khas)
  • AMH sangat rendah atau tidak terdeteksi

Etiologi

1. Idiopatik (±50–60%)

Penyebab tidak teridentifikasi

2. Genetik

  • Turner syndrome (45,X / mosaic)
  • Premutation FMR1 (Fragile X)
  • Kelainan gen FOXL2, BMP15

3. Autoimun

  • Autoimmune oophoritis
  • Sering berasosiasi dengan:
    • Penyakit Addison
    • Tiroiditis Hashimoto
    • DM tipe 1

4. Iatrogenik

  • Bedah ovarium berulang
  • Kistektomi endometrioma bilateral
  • Kemoterapi alkilating agent
  • Radioterapi pelvis

5. Infeksi & Metabolik (jarang)

  • Ooforitis virus
  • Galaktosemia

Manifestasi Klinis

Gejala Reproduktif

  • Amenore / oligomenore
  • Infertilitas

Gejala Hipoestrogen

  • Hot flush
  • Dispareunia
  • Vaginal dryness

Dampak Jangka Panjang

  • Osteopenia / osteoporosis
  • Penyakit kardiovaskular
  • Gangguan psikososial

Diagnosis

Kriteria Diagnosis

Menurut Williams Gynecology:

  • Amenore ≥4 bulan
  • FSH ≥25 IU/L (dua kali pemeriksaan, jarak ≥4 minggu)
  • Usia <40 tahun

Pemeriksaan Tambahan

  • Estradiol ↓
  • AMH ↓
  • Karyotyping (usia <30 th)
  • FMR1 premutation
  • Skrining autoimun (TPO-Ab, adrenal Ab)
  • DEXA scan

Diagnosis Banding

  • Hipogonadotropik hipogonadisme
  • Hiperprolaktinemia
  • Kehamilan
  • PCOS (fase awal)

POI dan Fertilitas

  • Ovulasi intermiten → 5–10% kehamilan spontan
  • IVF dengan oosit sendiri → keberhasilan sangat rendah
  • IVF dengan donor oosit → gold standard

Penatalaksanaan

1. Hormone Replacement Therapy (HRT)

Wajib hingga usia menopause fisiologis (~50 th)

Tujuan:

  • Proteksi tulang
  • Proteksi kardiovaskular
  • Kualitas hidup

Regimen:

  • Estrogen + progestin (bila uterus ada)
  • Transdermal estrogen dianjurkan

2. Fertility Counseling

  • Informasi realistis tentang peluang hamil
  • Diskusi IVF donor oosit
  • Fertility preservation (bila risiko diketahui sebelumnya)

3. Monitoring Jangka Panjang

  • DEXA tiap 1–2 tahun
  • Evaluasi CV risk
  • Dukungan psikologis

POI dan Endometrioma

Hubungan penting secara klinis:

  • Endometrioma bilateral + cystectomy → risiko POI meningkat
  • Penurunan AMH pasca-operasi dapat bersifat irreversibel
  • Pendekatan konservatif sangat dianjurkan

Prognosis

  • Kondisi kronik
  • Fungsi ovarium dapat fluktuatif
  • Kehamilan spontan tetap mungkin, tetapi tidak dapat diprediksi

Kesimpulan

POI adalah kegagalan ovarium prematur dengan implikasi besar terhadap fertilitas dan kesehatan jangka panjang. Diagnosis dini, HRT adekuat, dan konseling fertilitas merupakan pilar utama tatalaksana.


Daftar Pustaka (Vancouver Style)

  1. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  2. Nelson LM. Primary ovarian insufficiency. N Engl J Med. 2009;360(6):606–14.
  3. European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE). Management of women with POI. Hum Reprod. 2016;31(5):926–37.
  4. Popat VB, et al. Ovarian reserve and POI. Endocr Rev. 2014;35(3): 329–56.
  5. Vercellini P, et al. Endometriosis and premature ovarian insufficiency. Hum Reprod Update. 2014;20(4): 493–507.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Kurva Lubchenko

Kurva Lubchenko adalah kurva untuk menaksir perkiraan berat badan janin pada kehamilan, apakah janin tersebut kecil sesuai atau besar dari masa kehamilan. Berikut wallpaper Hp yang dapat didownload untuk anda. Feel free to take pals.

Sesingkat itu..

 Nak, kali ini bapak akan mengingatkanmu tentang konsep manners matter. Ya bagaimana manners Kita sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Bagaimana attitude akan berpengaruh besar dalam kehidupan kita. Sepenting itu kah. Benar. Manners Dan attitude ternyata adalah rangkaian dari habit yg harus dipupuk sejak dini. Di era dewasa ini dan kehidupan dewasa ini penting karena nantinya habit kecil kecil kitalah yg akan membuat manners Kita terhadap kejadian terhadap orang lain yang tentunya tidak akan kita ketahui ke depannya akankah menjadi takdir besar kita ataukah hanya numpang lewat saja.  Bapak pernah memberitahumu tentang memilih dengan dewasa, memilih dengan bertanggung jawab dan teknisnya seperti apa. ketika kita memilih untuk berbuat ataupun tidak berbuat tentu kita akan tahu konsekuensinya. Bapak ulangi, kita harus menakar konsekuensinya. Penyesalan adalah hal yang hadir ketika ekspektasi tidak sesuai dengan realita. Ketika ada diskrepansi antara apa yang kita perhitungkan...