Langsung ke konten utama

Morbidly Adherent Placenta Score (MAP score) dan Placenta Accreta Index (PAI) / Placenta Accreta Index Scoring

 


1. Konsep Klinis Singkat

PAS mencakup:

  • Placenta accreta
  • Increta
  • Percreta

Dua skor berikut dikembangkan untuk prediksi prenatal berbasis ultrasonografi pada pasien risiko tinggi:

Skor Tujuan Basis Penilaian
MAP Score Skrining PAS pada wanita dengan riwayat SC USG grayscale + klinis
Placenta Accreta Index (PAI) Prediksi probabilitas PAS dengan nilai numerik Kombinasi klinis + USG

Keduanya tidak menggantikan penilaian ahli, tetapi membantu: • seleksi rujukan ke pusat rujukan PAS
• perencanaan operasi (tim multidisiplin, kesiapan darah, teknik histerektomi)
• pengambilan keputusan timing persalinan


2. Morbidly Adherent Placenta (MAP) Score

Awalnya diperkenalkan untuk mendeteksi PAS pada:

  • plasenta anterior / previa
  • dengan riwayat seksio sesarea berulang

🔹 Parameter Penilaian (umumnya 0–2 tiap komponen)

  1. Riwayat seksio sesarea
  2. Plasenta previa / letak rendah
  3. Loss of clear zone
  4. Presence of placental lacunae
  5. Interruption of bladder line
  6. Increased vascularity (color Doppler)

(Variasi antar studi ada, namun inti parameter sama)

Rentang skor (umum pada literatur):

Total Skor Interpretasi Risiko
0–3 Risiko rendah
4–5 Risiko moderat
≥6 Risiko tinggi PAS

MAP score digunakan terutama sebagai:

  • alat skrining risiko tinggi
  • sederhana
  • mudah diaplikasikan di klinik harian

Namun, kelemahan:

  • subjektif antar operator
  • tidak memberikan probabilitas numerik
  • sensitivitas bervariasi antar populasi

3. Placenta Accreta Index (PAI / Placenta Accreta Index Scoring)

Dikembangkan oleh Cali et al. dan dipopulerkan oleh Jauniaux & Collins dalam konsensus PAS.

PAI lebih terstandar karena menggabungkan: ✔ faktor klinis
✔ temuan ultrasonografi kuantitatif


🔹 Komponen PAI (Skor numerik)

  1. Riwayat seksio sesarea
  2. Plasenta previa
  3. Lacunae score (Finberg)
  4. Loss of retroplacental clear zone
  5. Myometrial thickness
  6. Bladder wall interruption
  7. Bridging vessels

Setiap variabel diberi bobot → dijumlahkan → menghasilkan skor.

Contoh cut-off yang sering digunakan

PAI Score Probabilitas PAS
< 2 Rendah
2–4 Moderat
> 4 Tinggi
≥ 5–6 Sangat tinggi / hampir pasti

Beberapa publikasi menunjukkan PAI memiliki:

  • sensitivitas > 85–90%
  • spesifisitas lebih baik dibanding MAP score

4. Perbandingan Akademik MAP vs PAI

🔹 Tabel Komparatif

Aspek MAP Score Placenta Accreta Index (PAI)
Tujuan utama Skrining risiko Prediksi probabilitas
Basis data Klinis + USG Klinis + USG terstandar
Interpretasi Kategori risiko Nilai numerik probabilitas
Reproducibility Lebih subjektif Lebih konsisten
Sensitivitas Baik Lebih tinggi
Digunakan pada Previa + riwayat SC Semua risiko tinggi
Peran klinis Identifikasi awal Perencanaan operasi PAS

5. Implikasi Klinis dalam Manajemen

PAI lebih unggul untuk:

  • penentuan referral ke PAS center

  • kebutuhan: • tim bedah ginekologi-onkologi
    • cadangan transfusi masif
    • IR / balloon occlusion bila tersedia

  • prediksi: • histerektomi peripartum
    • perdarahan masif
    • komplikasi kandung kemih

MAP tetap relevan pada:

  • fasilitas terbatas
  • skrining awal berbasis USG rutin

Namun diagnosis definitif tetap intraoperatif / histopatologi
(sejalan dengan FIGO 2018 PAS consensus).


6. Kesimpulan Ilmiah

  1. MAP Score
    ✔ sederhana
    ✔ cocok untuk skrining klinis awal
    ✘ keterbatasan pada akurasi prediksi individual

  2. Placenta Accreta Index (PAI)
    ✔ lebih komprehensif
    ✔ memiliki bobot numerik → estimasi probabilitas PAS
    ✔ lebih baik untuk perencanaan operatif & referral

Saat ini banyak pusat PAS rujukan mengutamakan PAI sebagai alat stratifikasi risiko preoperatif.


7. Daftar Pustaka (Format Vancouver)

  1. Jauniaux E, Collins S, Burton GJ. Placenta accreta spectrum: pathophysiology and evidence-based anatomy for prenatal ultrasound imaging. Am J Obstet Gynecol. 2018;218(1):75–87.
  2. Cali G, Forlani F, Lees C, et al. Prenatal ultrasound staging system for placenta accreta spectrum disorders. Ultrasound Obstet Gynecol. 2019;53(6):752–760.
  3. Silver RM, Branch DW. Placenta accreta spectrum. N Engl J Med. 2018;378:1529–36.
  4. FIGO Placenta Accreta Spectrum Disorders Expert Consensus Panel. FIGO consensus guidelines on PAS disorders. Int J Gynaecol Obstet. 2018;140:281–290.
  5. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. McGraw-Hill; 2022.
  6. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. McGraw-Hill; 2020.
  7. Finberg HJ, Williams JW. Placenta accreta: prospective sonographic diagnosis in patients with placenta previa and prior cesarean section. J Ultrasound Med. 1992;11:333–343.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...