Langsung ke konten utama

Perbedaan Cerclage McDonald, Shirodkar, dan Modified Shirodkar

 




1. Cerclage McDonald

Prinsip Teknik

  • Jahitan purse-string melingkar pada serviks
  • Diletakkan tanpa diseksi mukosa
  • Biasanya menggunakan benang non-absorbable (Mersilene/Ethibond)

Karakteristik

  • Jahitan berada lebih rendah (mid-servix)
  • Tidak menutup mukosa serviks
  • Prosedur relatif sederhana dan cepat

Indikasi Klinis

  • Pilihan pertama (first-line) pada sebagian besar kasus insufisiensi serviks
  • History-indicated atau ultrasound-indicated cerclage
  • Serviks masih cukup panjang dan utuh

Kelebihan

  • Teknik paling mudah
  • Waktu operasi singkat
  • Risiko perdarahan dan infeksi lebih rendah
  • Mudah dilepas pada 36–37 mg

Kekurangan

  • Dukungan mekanik sedikit lebih rendah dibanding Shirodkar
  • Kurang ideal pada serviks sangat pendek atau pasca konisasi

2. Cerclage Shirodkar (Klasik)

Prinsip Teknik

  • Jahitan dipasang sangat tinggi dekat os interna
  • Memerlukan diseksi mukosa anterior dan posterior
  • Kandung kemih direfleksikan ke atas

Karakteristik

  • Jahitan tersembunyi di bawah mukosa
  • Memberikan dukungan mekanik maksimal

Indikasi Klinis

  • Serviks sangat pendek
  • Jaringan serviks tidak adekuat
  • Riwayat kegagalan cerclage McDonald

Kelebihan

  • Posisi jahitan lebih fisiologis
  • Dukungan lebih kuat terhadap os interna

Kekurangan

  • Teknik lebih sulit
  • Risiko perdarahan dan cedera buli-buli lebih tinggi
  • Pelepasan jahitan lebih sulit (kadang memerlukan anestesi)

3. Cerclage Modified Shirodkar

Prinsip Teknik

  • Modifikasi Shirodkar untuk menyederhanakan prosedur
  • Jahitan tetap diletakkan tinggi
  • Diseksi mukosa minimal atau selektif

Karakteristik

  • Kombinasi kelebihan McDonald dan Shirodkar
  • Jahitan dapat sebagian terlihat

Indikasi Klinis

  • Serviks pendek
  • Operator menginginkan dukungan tinggi dengan teknik lebih sederhana
  • Alternatif bila Shirodkar klasik terlalu kompleks

Kelebihan

  • Dukungan mekanik mendekati Shirodkar
  • Risiko komplikasi lebih rendah dibanding Shirodkar klasik
  • Pelepasan relatif lebih mudah

Kekurangan

  • Tetap memerlukan keterampilan bedah
  • Tidak sepenuhnya bebas risiko perdarahan

4. Tabel Perbandingan Ringkas

Aspek McDonald Shirodkar Modified Shirodkar
Posisi jahitan Lebih rendah Sangat tinggi (os interna) Tinggi
Diseksi mukosa Tidak Ya Minimal
Kompleksitas Paling mudah Paling sulit Sedang
Dukungan mekanik Sedang Paling kuat Kuat
Risiko perdarahan Rendah Lebih tinggi Sedang
Kemudahan pelepasan Sangat mudah Sulit Lebih mudah
Indikasi khas Kasus umum Serviks sangat pendek Alternatif Shirodkar

5. Poin Kunci Klinis & Ujian

  • McDonald = simple, first choice
  • Shirodkar = higher stitch, stronger support, more complex
  • Modified Shirodkar = balance between strength and safety

Tidak ada perbedaan luaran perinatal yang konsisten secara signifikan pada populasi umum, selama indikasi cerclage tepat. Pemilihan teknik sangat bergantung pada:

  • Panjang dan kualitas serviks
  • Riwayat obstetri
  • Keahlian operator

Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Cervical insufficiency. In: Williams Obstetrics. 26th ed. McGraw-Hill; 2022.
  3. Berghella V. Cervical cerclage. Clin Obstet Gynecol. 2014;57(3):557-67.
  4. Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2019.
  5. Shirodkar VN. A new method of operative treatment for habitual abortions in the second trimester of pregnancy. Antiseptic. 1955;52:299-300.

Apabila Anda menghendaki, saya dapat melanjutkan dengan algoritma pemilihan teknik cerclage, tips intraoperatif, atau pembahasan soal kasus klinis ujian PPDS/INACOG.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...

Dexamethasone untuk Maturasi Paru Janin

Definisi Dexamethasone adalah glukokortikoid sintetik yang digunakan untuk mempercepat proses maturasi paru janin pada kehamilan prematur. Pemberian dexamethasone bertujuan untuk meningkatkan produksi surfaktan dalam paru janin, sehingga mengurangi risiko Sindrom Distres Pernapasan Neonatal (SDPN) yang terjadi pada bayi prematur. Penggunaan dexamethasone terutama dilakukan pada ibu hamil yang berisiko melahirkan sebelum usia kehamilan 34 minggu, dengan tujuan mengurangi morbiditas dan mortalitas neonatal terkait dengan masalah pernapasan. Farmakokonetik 1. Absorpsi: Dexamethasone diberikan melalui rute intravena (IV) atau intramuskular (IM). Setelah pemberian IM, obat ini dengan cepat diserap dan didistribusikan ke seluruh tubuh. 2. Distribusi: Dexamethasone memiliki distribusi yang luas ke dalam cairan ekstraseluler dan sistem saraf pusat. Obat ini dapat melintasi sawar plasenta dengan mudah dan mempengaruhi janin. 3. Metabolisme: Dexamethasone dimetabolisme di hati melalui enzim P450...