Langsung ke konten utama

Cerclage pada Cervical Incompetence (Insufisiensi Serviks)

 


1. Definisi

Cerclage serviks adalah tindakan pembedahan obstetri berupa pemasangan jahitan non-absorbable pada serviks untuk memperkuat os serviks interna guna mencegah pembukaan dini serviks pada kehamilan dengan insufisiensi serviks. Tindakan ini bersifat profilaksis atau terapeutik, tergantung indikasi klinis.


2. Rasional Ilmiah

Pada insufisiensi serviks terjadi kegagalan struktural jaringan kolagen serviks, sehingga serviks tidak mampu menahan tekanan intrauterin yang meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Cerclage bekerja dengan:

  • Memberikan dukungan mekanik
  • Mengurangi funneling os interna
  • Menunda pemendekan dan dilatasi serviks
    Hal ini terbukti memperpanjang usia gestasi dan meningkatkan survival neonatal pada kelompok pasien terpilih.¹²

3. Indikasi Cerclage

Menurut Williams Obstetrics dan ACOG, cerclage diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama:¹³

A. History-Indicated Cerclage

Dilakukan tanpa menunggu temuan USG, bila terdapat:

  • ≥1 kehilangan kehamilan trimester II tanpa kontraksi/nyeri
  • Riwayat persalinan preterm sangat dini (<34 mg) dengan gambaran khas insufisiensi serviks

Waktu tindakan: 12–14 minggu kehamilan


B. Ultrasound-Indicated Cerclage

Dilakukan bila:

  • Panjang serviks <25 mm pada USG transvaginal sebelum 24 mg
  • Disertai riwayat persalinan preterm spontan sebelumnya

➡️ Tidak dianjurkan pada serviks pendek tanpa riwayat obstetri buruk, di mana progesteron vaginal lebih diutamakan.¹⁴


C. Physical Examination-Indicated / Rescue Cerclage

Dilakukan pada:

  • Dilatasi serviks ≥1–2 cm
  • Tanpa kontraksi aktif
  • Membran masih utuh atau minimal prolaps

⚠️ Risiko:

  • Korioamnionitis
  • Ketuban pecah dini
  • Persalinan preterm

Namun dapat memberikan manfaat signifikan bila dipilih secara selektif.⁵


4. Kontraindikasi Cerclage

Absolut:

  • Infeksi intrauterin (chorioamnionitis)
  • Perdarahan antepartum signifikan
  • Ketuban pecah dini
  • Anomali janin letal
  • Kematian janin

Relatif:

  • Kontraksi uterus
  • Dilatasi >4 cm
  • Plasenta previa dengan perdarahan aktif

5. Teknik Cerclage

A. McDonald Cerclage

  • Teknik paling umum
  • Jahitan purse-string pada serviks
  • Lebih sederhana, mudah dilepas
  • Pilihan pertama pada sebagian besar kasus

B. Shirodkar Cerclage

  • Jahitan lebih tinggi dekat os interna
  • Membutuhkan diseksi mukosa serviks
  • Digunakan bila serviks sangat pendek atau jaringan tidak adekuat

C. Transabdominal Cerclage

  • Untuk kegagalan cerclage transvaginal sebelumnya
  • Dilakukan pra-kehamilan atau trimester awal
  • Persalinan harus melalui seksio sesarea

6. Waktu Pemasangan dan Pelepasan

  • Pemasangan: sesuai indikasi (12–24 mg)
  • Pelepasan:
    • Usia kehamilan 36–37 mg
    • Lebih awal bila terjadi:
      • Persalinan
      • KPD
      • Infeksi

7. Komplikasi Cerclage

  • Infeksi (chorioamnionitis)
  • Perdarahan
  • KPD
  • Persalinan preterm
  • Laserasi serviks

Namun, pada pasien terpilih, manfaat lebih besar daripada risiko.¹²


8. Cerclage vs Progesteron

Aspek Cerclage Progesteron
Indikasi utama Insufisiensi serviks sejati Serviks pendek tanpa riwayat
Mekanisme Dukungan mekanik Efek anti-inflamasi & miometrial
Bukti manfaat Kuat pada riwayat obstetri buruk Kuat pada populasi risiko rendah

➡️ Tidak saling menggantikan, dapat dikombinasikan pada kondisi tertentu.


9. Follow-Up Pasca Cerclage

  • Observasi tanda infeksi
  • USG serial panjang serviks
  • Aktivitas fisik dibatasi selektif
  • Tidak ada bukti kuat bed rest total

10. Kesimpulan

Cerclage merupakan terapi utama insufisiensi serviks sejati, dengan keberhasilan optimal bila:

  • Indikasi tepat
  • Waktu intervensi sesuai
  • Eksklusi infeksi dan kontraksi

Pendekatan berbasis evidence-based obstetrics sangat penting untuk memaksimalkan luaran maternal dan neonatal.


Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Berghella V. Cerclage for prevention of preterm birth. Clin Obstet Gynecol. 2014;57(3):557-67.
  3. ACOG Practice Bulletin No. 234: Prediction and prevention of spontaneous preterm birth. Obstet Gynecol. 2021;138:e65-90.
  4. Romero R, Nicolaides K, Conde-Agudelo A, et al. Vaginal progesterone vs cervical cerclage. Am J Obstet Gynecol. 2018;219(1):10-25.
  5. Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2019.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...