Langsung ke konten utama

Kanker Serviks (Carcinoma Cervicis Uteri)

 

Definisi

Kanker serviks adalah keganasan yang berasal dari epitel serviks uteri, terutama pada zona transformasi, dan hampir seluruh kasus berhubungan dengan infeksi persisten Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi. Kanker ini berkembang perlahan melalui lesi prekursor (CIN/AIS) sebelum menjadi invasif.


Epidemiologi

  • Salah satu keganasan tersering pada wanita di negara berkembang
  • Puncak usia: 45–55 tahun
  • Tipe histologi:
    • Karsinoma sel skuamosa (±70–80%)
    • Adenokarsinoma (±20–25%)

Etiologi & Faktor Risiko

Etiologi Utama

  • HPV risiko tinggi:
    • HPV 16 (paling sering, skuamosa)
    • HPV 18 (dominan pada adenokarsinoma)

Faktor Risiko

  • Hubungan seksual dini
  • Multipartner seksual
  • Paritas tinggi
  • Merokok
  • Imunosupresi (HIV)
  • Tidak pernah skrining

Patogenesis (Ringkas & Ilmiah)

  1. Infeksi HPV persisten
  2. Integrasi DNA HPV ke genom sel host
  3. Onkoprotein:
    • E6 → inaktivasi p53
    • E7 → inaktivasi Rb
  4. Gangguan kontrol siklus sel
  5. Progresi: CIN → kanker serviks invasif

Manifestasi Klinis

Stadium Awal

  • Asimtomatik
  • Ditemukan melalui skrining

Stadium Lanjut

  • Perdarahan per vaginam (pascakoitus, intermenstrual)
  • Keputihan berbau
  • Nyeri panggul
  • Penurunan BB
  • Edema tungkai (kompresi ureter/limfe)

Diagnosis

1. Skrining

  • Pap smear
  • HPV DNA test

2. Diagnosis Definitif

  • Biopsi serviks (kolposkopi-guided)
  • Jangan LEEP bila curiga kanker invasif

Staging Kanker Serviks (FIGO 2018 – Klinis + Imaging)

Berbeda dengan kanker endometrium/ovarium, staging kanker serviks bersifat klinis, dengan tambahan imaging.


STADIUM I – Terbatas pada Serviks

IA (mikroinvasif)

  • IA1: invasi ≤3 mm
  • IA2: >3–5 mm

IB (makroinvasif)

  • IB1: ≤2 cm
  • IB2: >2–4 cm
  • IB3: >4 cm

STADIUM II – Meluas ke luar serviks

  • IIA: tanpa invasi parametrium
  • IIB: dengan invasi parametrium

STADIUM III

  • IIIA: ⅓ bawah vagina
  • IIIB: dinding pelvis / hidronefrosis
  • IIIC: KGB positif (pelvis/paraaorta)

STADIUM IV

  • IVA: invasi kandung kemih / rektum
  • IVB: metastasis jauh

Penatalaksanaan (Berbasis Stadium)

Stadium Awal (IA–IB1)

  • Radikal histerektomi + limfadenektomi
  • Fertility-sparing:
    • Trakelektomi radikal (kasus terpilih)

Stadium Lokal Lanjut (IB3–IVA)

  • Kemoterapi–radioterapi konkuren
    • Cisplatin-based

Stadium IVB

  • Paliatif
  • Kemoterapi sistemik

Prognosis (5-Year Survival)

Stadium Survival
I 80–90%
II 60–70%
III 30–50%
IV <20%

Pencegahan

Primer

  • Vaksin HPV

Sekunder

  • Skrining Pap smear / HPV

Tersier

  • Terapi tepat waktu

Perbedaan Kunci: CIN vs Kanker Serviks

Aspek CIN Kanker Serviks
Invasi Tidak Ada
Gejala Tidak ada Ada
Terapi Konservatif Onkologi
Prognosis Sangat baik Stadium-dependent

Kesimpulan Klinis

  • Kanker serviks adalah penyakit yang dapat dicegah
  • Skrining & vaksinasi menurunkan insidensi drastis
  • Biopsi adalah kunci diagnosis
  • Terapi ditentukan oleh stadium FIGO

Daftar Pustaka (Vancouver Style)

  1. Berek JS. Berek & Novak’s Gynecology. 16th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2020.
  2. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  3. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  4. FIGO Committee on Gynecologic Oncology. FIGO staging of cervical cancer 2018. Int J Gynaecol Obstet. 2019;145(1):129–35.
  5. Arbyn M, et al. Global burden of cervical cancer. Lancet. 2020;395(10224):112–23.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Sahabat, Teman, Kolega

Nak, Suatu saat nanti. Kamu akan menemukan titik jenuh berhubungan dengan orang yang diluar keluargamu.  Nanti akan kamu sadari bahwa akan ada sahabat, ada teman, dan ada kolega saja. Rekan kerjamu, orang yang tersenyum manis di depanmu, orang yang mengiyakanmu karena gelarmu, jabatanmu, labelmu. Mereka lah kolegamu. Don't bring them home, don't bring them privately. Mereka adalah orang orang yang memakai topeng di depanmu. Mereka menjawab iyamu karena tahu, ketika harus menolakmu menyanggahmu, mereka takut. mereka tak punya pilihan lain bagimu. Kamu cukup memberikan porsi hidupmu kepada mereka saat di lingkungan kerja saja, dan bukan hakmu untuk tahu kehidupan mereka di luar sana. Temanmu, adalah orang yang kenal kamu dan mereka yang memang mencoba memahamimu, ingin kebaikan juga tercurah kepadamu. Temanmu adalah mereka yang membersamaimu didalam senangmu, di dalam sedihmu mereka mencoba untuk terlihat peduli kepadamu. Temanmu adalah bentuk setingkat diatas kolega. Jika kamu m...