1. Prinsip Umum Bedah pada Kehamilan
Tujuan utama tindakan bedah pada ibu hamil:
- Keselamatan ibu sebagai prioritas utama
- Meminimalkan risiko terhadap janin
- Menghindari persalinan prematur dan abortus
- Melakukan tindakan definitif dengan trauma minimal
➡️ Kehamilan bukan kontraindikasi absolut untuk pembedahan, baik laparotomi maupun laparoskopi.
2. Laparoskopi pada Kehamilan
A. Definisi
Laparoskopi adalah tindakan bedah minimal invasif menggunakan port trocar dan insuflasi CO₂, yang saat ini diakui aman pada kehamilan terpilih.
B. Indikasi Umum
- Kista ovarium <10 cm
- Torsio ovarium
- Apendisitis
- Kehamilan ektopik
- Kolesistitis akut
- Endometriosis simptomatik
C. Waktu Ideal
- Trimester II (14–20 minggu) → paling aman
- Trimester I: boleh bila emergensi
- Trimester III: teknis sulit, selektif
D. Keuntungan
- Trauma jaringan minimal
- Nyeri pascaoperasi lebih ringan
- Mobilisasi lebih cepat
- Risiko tromboemboli lebih rendah
- Lama rawat inap lebih singkat
- Adhesi pascaoperasi lebih minimal
E. Risiko dan Keterbatasan
- Cedera uterus saat pemasangan trocar
- Efek CO₂ (hiperkapnia maternal → asidosis janin bila tekanan tinggi)
- Keterbatasan visualisasi pada uterus besar
- Membutuhkan operator berpengalaman
F. Prinsip Teknis Khusus
- Tekanan insuflasi ≤10–12 mmHg
- Open (Hasson) technique
- Trocar diposisikan lebih kranial
- Posisi miring kiri
- Monitoring EtCO₂ ketat
3. Laparotomi pada Kehamilan
A. Definisi
Laparotomi adalah pembedahan terbuka abdomen, merupakan pendekatan klasik dan tetap relevan pada kondisi tertentu.
B. Indikasi Umum
- Massa adnexa besar (>10–12 cm)
- Kecurigaan keganasan
- Adhesi berat
- Kondisi emergensi kompleks
- Keterbatasan fasilitas laparoskopi
- Trimester III dengan uterus besar
C. Waktu Ideal
- Trimester II (sama seperti laparoskopi)
- Emergensi dapat dilakukan kapan saja
D. Keuntungan
- Visualisasi luas
- Kontrol hemostasis lebih baik
- Lebih aman pada kista besar
- Fleksibilitas eksplorasi abdomen
- Tidak memerlukan insuflasi CO₂
E. Risiko dan Keterbatasan
- Nyeri pascaoperasi lebih berat
- Lama rawat inap lebih panjang
- Risiko infeksi dan adhesi lebih tinggi
- Risiko tromboemboli lebih tinggi
4. Perbandingan Langsung (Tabel Klinis)
| Aspek | Laparoskopi | Laparotomi |
|---|---|---|
| Invasivitas | Minimal | Lebih invasif |
| Nyeri pascaoperasi | Lebih ringan | Lebih berat |
| Lama rawat | Lebih singkat | Lebih lama |
| Adhesi | Minimal | Lebih tinggi |
| Risiko tromboemboli | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Kista besar (>10 cm) | Kurang ideal | Pilihan utama |
| Kecurigaan keganasan | Terbatas | Lebih aman |
| Trimester III | Sulit | Lebih feasible |
| CO₂ exposure | Ya | Tidak |
| Operator skill | Sangat tergantung | Lebih universal |
5. Dampak terhadap Kehamilan dan Janin
Abortus & Prematuritas
- Tidak ada perbedaan bermakna bila:
- Waktu operasi tepat
- Teknik sesuai standar
- Tidak ada komplikasi intraoperatif
Kelainan Kongenital
- Tidak meningkat pada kedua metode
Distres Janin
- Risiko meningkat bila:
- Hipotensi maternal
- Hiperkapnia maternal
- Manipulasi uterus berlebihan
6. Rekomendasi Klinis Berbasis Evidence
Berdasarkan Williams & Oxford:
- Laparoskopi dianjurkan sebagai pilihan pertama pada:
- Kasus jinak
- Massa kecil–sedang
- Operator berpengalaman
- Laparotomi tetap unggul pada:
- Massa besar
- Dugaan keganasan
- Kondisi emergensi kompleks
- Trimester lanjut
➡️ Pendekatan individual berbasis kasus adalah prinsip utama
7. Kesimpulan Profesional
- Keduanya aman pada kehamilan bila indikasi tepat
- Laparoskopi memberikan keuntungan pemulihan
- Laparotomi tetap relevan dan tidak tergantikan pada kondisi tertentu
- Trimester II adalah waktu operasi terbaik
- Keahlian operator dan fasilitas menentukan pilihan
Daftar Pustaka (Vancouver)
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
- Hoffman BL, Schorge JO, Schaffer JI, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
- Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2020.
- Pearl J, Price R, Richardson W, et al. Guidelines for laparoscopic surgery during pregnancy. Surg Endosc. 2017.
- ACOG Practice Bulletin. Nonobstetric Surgery During Pregnancy.
Komentar