Langsung ke konten utama

Tumor Padat Ovarium



1. Definisi

Tumor padat ovarium adalah massa ovarium yang pada pemeriksaan imaging (terutama USG) didominasi komponen solid, berbeda dengan kista sederhana yang berisi cairan.
➡️ Tumor padat ovarium harus selalu dicurigai sebagai neoplastik sampai terbukti sebaliknya, terutama pada usia lanjut.


2. Signifikansi Klinis

  • Komponen solid = red flag keganasan
  • Risiko keganasan meningkat pada:
    • Usia >40–50 tahun
    • Pascamenopause
    • Disertai ascites, papilasi, atau vaskularisasi abnormal

📌 Prinsip klasik:

“Solid ovarian mass is malignant until proven otherwise.”


3. Klasifikasi Tumor Padat Ovarium

A. Tumor Jinak Padat

1. Fibroma ovarium

  • Tumor stroma ovarium
  • Padat, putih, keras
  • Usia 40–60 tahun
  • Dapat disertai Meigs syndrome:
    • Fibroma + ascites + efusi pleura

2. Thecoma

  • Tumor sel teka
  • Menghasilkan estrogen
  • Gejala:
    • Perdarahan uterus abnormal
    • Hiperplasia/kanker endometrium

B. Tumor Maligna Padat

1. Karsinoma ovarium (epitelial)

  • Serous carcinoma paling sering
  • Solid + kistik
  • Papilasi, septasi tebal
  • Ascites sering ada

2. Tumor germ cell ganas

  • Dysgerminoma (usia muda)
  • Solid, homogen
  • LDH sering meningkat

3. Tumor stroma ganas

  • Granulosa cell tumor
  • Menghasilkan estrogen
  • Risiko kanker endometrium

4. Epidemiologi Berdasarkan Usia

Usia Jenis dominan
<30 th Germ cell tumor
30–50 th Stromal / epitel jinak
>50 th Karsinoma ovarium

5. Manifestasi Klinis

Gejala Lokal

  • Nyeri pelvis
  • Distensi abdomen
  • Massa abdomen

Gejala Sistemik (keganasan)

  • Penurunan BB
  • Cepat kenyang
  • Ascites
  • Anemia

Gejala Hormonal

  • Perdarahan abnormal (tumor estrogenik)
  • Virilisasi (tumor androgenik – jarang)

6. Diagnosis

A. USG Transvaginal (Pemeriksaan Utama)

Ciri tumor padat mencurigakan:

  • Solid component dominan
  • Papillary projection
  • Septa tebal
  • Doppler: low resistance index (RI <0,4)

📌 Gunakan IOTA Simple Rules


B. Marker Tumor

Marker Kegunaan
CA-125 Epitelial, pascamenopause
HE4 Spesifis keganasan
AFP Yolk sac tumor
β-hCG Choriocarcinoma
LDH Dysgerminoma
Inhibin Granulosa cell tumor

C. Skoring Risiko

  • RMI (Risk of Malignancy Index)
    RMI = USG × status menopause × CA-125
    • RMI >200 → curiga ganas

7. Diagnosis Banding Tumor Padat Ovarium

  • Fibroma ovarium
  • Endometrioma padat
  • Metastasis ovarium (Krukenberg tumor)
  • Leiomioma subserosa bertangkai (pseudo-ovarian mass)

8. Prinsip Tatalaksana

A. Prinsip Umum

  • Jangan biopsi ovarium
  • Eksplorasi bedah adalah diagnosis definitif

B. Pendekatan Bedah

Kondisi Pendekatan
Curiga jinak Laparoskopi
Curiga ganas Laparotomi + staging
Usia muda & fertilitas Fertility-sparing surgery (selektif)

C. Staging Karsinoma Ovarium (FIGO)

  • TAH-BSO
  • Omentektomi
  • Biopsi peritoneum
  • Sampling kelenjar

9. Tumor Padat Ovarium & Fertilitas

  • Germ cell tumor → sering fertility-sparing
  • Tumor epitelial → fertilitas jarang dapat dipertahankan
  • Konseling fertilitas sangat penting sebelum tindakan

10. Poin Klinis Penting (High-Yield)

  • Massa ovarium padat → pikirkan keganasan
  • Fibroma → Meigs syndrome
  • Tumor estrogenik → risiko kanker endometrium
  • CA-125 normal tidak menyingkirkan kanker
  • Jangan aspirasi/biopsi transvaginal

11. Ringkasan Exam-Oriented

  • Padat + ascites + CA-125 ↑ → kanker ovarium
  • Usia muda + solid homogen + LDH ↑ → dysgerminoma
  • Fibroma + ascites + efusi pleura → Meigs
  • Perdarahan abnormal + massa ovarium → tumor estrogenik

12. Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Hoffman BL, Schorge JO, Schaffer JI, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  2. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  3. Berek JS, Novak E. Berek & Novak’s Gynecology. 16th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2020.
  4. Timmerman D, et al. Simple ultrasound rules to distinguish benign from malignant adnexal masses. Ultrasound Obstet Gynecol. 2010;36(1):48–54.
  5. FIGO Committee on Gynecologic Oncology. FIGO staging for ovarian cancer. Int J Gynaecol Obstet. 2014;124:1–5.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...

Dexamethasone untuk Maturasi Paru Janin

Definisi Dexamethasone adalah glukokortikoid sintetik yang digunakan untuk mempercepat proses maturasi paru janin pada kehamilan prematur. Pemberian dexamethasone bertujuan untuk meningkatkan produksi surfaktan dalam paru janin, sehingga mengurangi risiko Sindrom Distres Pernapasan Neonatal (SDPN) yang terjadi pada bayi prematur. Penggunaan dexamethasone terutama dilakukan pada ibu hamil yang berisiko melahirkan sebelum usia kehamilan 34 minggu, dengan tujuan mengurangi morbiditas dan mortalitas neonatal terkait dengan masalah pernapasan. Farmakokonetik 1. Absorpsi: Dexamethasone diberikan melalui rute intravena (IV) atau intramuskular (IM). Setelah pemberian IM, obat ini dengan cepat diserap dan didistribusikan ke seluruh tubuh. 2. Distribusi: Dexamethasone memiliki distribusi yang luas ke dalam cairan ekstraseluler dan sistem saraf pusat. Obat ini dapat melintasi sawar plasenta dengan mudah dan mempengaruhi janin. 3. Metabolisme: Dexamethasone dimetabolisme di hati melalui enzim P450...