Langsung ke konten utama

Keguguran Berulang - Recurrent Pregnancy Loss (RPL)



1. Definisi

Recurrent Pregnancy Loss (RPL) didefinisikan sebagai dua atau lebih keguguran berturut-turut sebelum usia kehamilan viabel.

  • ASRM (American Society for Reproductive Medicine): ≥2 keguguran klinis berturut-turut
  • ESHRE: ≥2 pregnancy losses, tidak harus berturut-turut
  • Definisi klasik (masih digunakan di beberapa literatur lama): ≥3 keguguran berturut-turut

Sebagian besar keguguran terjadi pada trimester pertama (<12 minggu).


2. Epidemiologi

  • Insidensi keguguran: ±15–20% dari seluruh kehamilan
  • RPL memengaruhi sekitar 1–2% pasangan usia subur
  • Risiko keguguran meningkat seiring bertambahnya usia maternal, terutama >35 tahun

3. Etiologi RPL (Multifaktorial)

A. Faktor Genetik (±2–5%)

  1. Kelainan kromosom parental
    • Balanced translocation (reciprocal / Robertsonian)
    • Inversi kromosom
  2. Menyebabkan embrio aneuploid → abortus dini

📌 Pemeriksaan: Kariotipe kedua pasangan


B. Faktor Anatomis Uterus (±10–15%)

1. Kelainan Kongenital

  • Septate uterus (paling sering terkait RPL)
  • Bicornuate uterus
  • Unicornuate uterus

2. Kelainan Didapat

  • Submucous myoma
  • Adhesi intrauterin (Asherman syndrome)
  • Polip endometrium besar

📌 Pemeriksaan:

  • USG transvaginal
  • Sonohisterografi
  • Histerosalpingografi (HSG)
  • Histeroskopi (gold standard)

C. Faktor Endokrin & Metabolik

  1. Diabetes mellitus tidak terkontrol
  2. Disfungsi tiroid
    • Hipotiroidisme
    • Subclinical hypothyroidism
  3. PCOS
    • Hiperandrogenisme
    • Resistensi insulin
  4. Luteal phase defect (kontroversial)

📌 Target:

  • TSH <2.5 mIU/L pada kehamilan awal
  • HbA1c terkontrol

D. Faktor Imunologi

1. Antiphospholipid Syndrome (APS) – penyebab terbukti

Kriteria Sydney (2006):

  • Kriteria klinis:
    • ≥3 abortus <10 minggu ATAU
    • IUFD ≥10 minggu ATAU
    • Preterm <34 minggu karena preeklamsia berat / IUGR
  • Kriteria laboratorium:
    • Lupus anticoagulant
    • Anticardiolipin IgG/IgM
    • Anti-β2 glycoprotein I
      (positif ≥2 kali, jarak ≥12 minggu)

📌 Terapi berbukti:

  • Aspirin dosis rendah + heparin

2. Faktor imun lain

  • NK cell, HLA sharing → belum terbukti secara konsisten

E. Faktor Trombofilia Herediter

  • Factor V Leiden
  • Prothrombin gene mutation
  • Protein C/S deficiency

📌 Hubungan kuat dengan RPL belum konsisten, skrining tidak rutin kecuali ada riwayat trombosis


F. Faktor Infeksi

  • TORCH, Chlamydia, Listeria
    📌 Tidak direkomendasikan skrining rutin pada RPL tanpa gejala klinis

G. Faktor Lingkungan & Gaya Hidup

  • Merokok
  • Alkohol
  • Obesitas / underweight
  • Kafein berlebihan
  • Paparan toksin

H. Unexplained RPL (±40–50%)

  • Tidak ditemukan penyebab jelas
  • Prognosis tetap baik dengan expectant management

4. Evaluasi Klinis RPL

Anamnesis

  • Usia maternal
  • Jumlah & usia keguguran
  • Riwayat IUFD, preterm
  • Riwayat trombosis
  • Penyakit autoimun

Pemeriksaan Penunjang

  • Kariotipe pasangan
  • USG uterus ± histeroskopi
  • APS panel
  • TSH, HbA1c
  • ± Prolaktin

5. Tatalaksana RPL (Evidence-Based)

Etiologi Tatalaksana
APS Aspirin dosis rendah + LMWH
Septate uterus Histeroskopi metroplasti
DM / Tiroid Kontrol metabolik ketat
PCOS Optimasi berat badan ± metformin
Genetik Genetic counseling ± PGT
Unexplained Reassurance + supportive care

📌 Progesteron:

  • Dapat dipertimbangkan pada RPL dengan perdarahan trimester awal
  • Evidence moderat (PRISM trial)

6. Prognosis

  • >60–70% pasien RPL dapat mencapai kehamilan hidup
  • Prognosis menurun dengan:
    • Usia >40 tahun
    • RPL ≥4 kali
    • Faktor genetik berat

7. Poin Klinis Penting (Take Home Message)

  • RPL adalah kondisi heterogen dan multifaktorial
  • APS adalah penyebab imunologis yang terbukti dan dapat diterapi
  • Sebagian besar pasien unexplained RPL tetap memiliki prognosis baik
  • Pendekatan harus evidence-based, hindari terapi empiris tanpa dasar ilmiah

Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Hoffman BL, Schorge JO, Schaffer JI, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  3. ESHRE Guideline Group on RPL. Recurrent pregnancy loss. Hum Reprod Open. 2018;2018(2):hoy004.
  4. Practice Committee of ASRM. Evaluation and treatment of recurrent pregnancy loss. Fertil Steril. 2012;98(5):1103–11.
  5. Rai R, Regan L. Recurrent miscarriage. Lancet. 2006;368(9535):601–11.
  6. Coomarasamy A, et al. Progesterone therapy for women with early pregnancy bleeding. N Engl J Med. 2019;380:1815–24.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Kurva Lubchenko

Kurva Lubchenko adalah kurva untuk menaksir perkiraan berat badan janin pada kehamilan, apakah janin tersebut kecil sesuai atau besar dari masa kehamilan. Berikut wallpaper Hp yang dapat didownload untuk anda. Feel free to take pals.

Sesingkat itu..

 Nak, kali ini bapak akan mengingatkanmu tentang konsep manners matter. Ya bagaimana manners Kita sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Bagaimana attitude akan berpengaruh besar dalam kehidupan kita. Sepenting itu kah. Benar. Manners Dan attitude ternyata adalah rangkaian dari habit yg harus dipupuk sejak dini. Di era dewasa ini dan kehidupan dewasa ini penting karena nantinya habit kecil kecil kitalah yg akan membuat manners Kita terhadap kejadian terhadap orang lain yang tentunya tidak akan kita ketahui ke depannya akankah menjadi takdir besar kita ataukah hanya numpang lewat saja.  Bapak pernah memberitahumu tentang memilih dengan dewasa, memilih dengan bertanggung jawab dan teknisnya seperti apa. ketika kita memilih untuk berbuat ataupun tidak berbuat tentu kita akan tahu konsekuensinya. Bapak ulangi, kita harus menakar konsekuensinya. Penyesalan adalah hal yang hadir ketika ekspektasi tidak sesuai dengan realita. Ketika ada diskrepansi antara apa yang kita perhitungkan...