1. Definisi
A. Maternal Hidrasi
Upaya meningkatkan volume cairan ketuban secara tidak invasif melalui peningkatan asupan cairan maternal (oral atau intravena), dengan tujuan meningkatkan uteroplacental perfusion dan produksi urin janin.
B. Amnioinfusion
Tindakan invasif berupa pemberian cairan isotonik (NaCl 0,9% atau Ringer Laktat) ke dalam kavum amnion, baik:
- Transabdominal (antenatal)
- Transservikal (intrapartum)
2. Rasional Patofisiologi
Maternal Hidrasi
- Peningkatan volume intravaskular ibu
- ↑ aliran darah uteroplasenta
- ↑ perfusi ginjal janin
- ↑ produksi urin janin → ↑ AFI
Efek sementara dan bergantung pada status plasenta.¹²
Amnioinfusion
- Penambahan langsung volume cairan ketuban
- Mengurangi kompresi tali pusat
- Mengencerkan mekonium
- Memperbaiki variabilitas FHR secara mekanik
3. Indikasi Klinis
Maternal Hidrasi
- Oligohidramnion ringan–sedang
- Tanpa kelainan struktural janin
- IUGR ringan dengan perfusi masih baik
- Uji diagnostik respons AFI
Amnioinfusion
- Oligohidramnion berat
- Variable deceleration akibat kompresi tali pusat
- Ketuban mekonium kental (intrapartum)
- Selektif pada PPROM (kontroversial)
4. Efektivitas Klinis (Evidence-Based)
Maternal Hidrasi
- Meningkatkan AFI 2–5 cm secara sementara (24–72 jam)
- Tidak terbukti memperbaiki luaran perinatal jangka panjang
- Lebih bermanfaat sebagai intervensi sementara / konservatif¹³
Amnioinfusion
- Menurunkan variable decelerations
- Menurunkan kebutuhan seksio pada kasus selektif
- Tidak direkomendasikan rutin untuk pencegahan MAS menurut guideline modern¹⁴
5. Risiko & Komplikasi
| Aspek | Maternal Hidrasi | Amnioinfusion |
|---|---|---|
| Invasivitas | Non-invasif | Invasif |
| Risiko ibu | Minimal | Infeksi, perdarahan |
| Risiko janin | Minimal | Distensi uterus |
| Efek | Sementara | Langsung |
| Kebutuhan fasilitas | Rendah | Tinggi |
6. Perbandingan Klinis Ringkas
| Aspek | Maternal Hidrasi | Amnioinfusion |
|---|---|---|
| Tujuan | Stimulasi produksi urin janin | Tambah volume langsung |
| Waktu efek | Lambat, sementara | Cepat |
| Setting | Rawat jalan/RS | RS rujukan |
| Peran utama | Oligohidramnion ringan | Distres janin intrapartum |
| Bukti kuat | Terbatas | Spesifik kasus |
7. Algoritma Klinis Praktis
-
Oligohidramnion ringan–sedang, CTG baik
→ Maternal hidrasi + observasi -
Variable deceleration berulang intrapartum
→ Amnioinfusion transservikal -
Oligohidramnion berat dengan gawat janin
→ Pertimbangkan terminasi, bukan terapi cairan semata
8. Kesimpulan
- Maternal hidrasi: aman, non-invasif, efek sementara, cocok sebagai langkah awal atau konservatif
- Amnioinfusion: invasif, indikasi terbatas, bermanfaat terutama intrapartum untuk mengatasi kompresi tali pusat
Keduanya bukan terapi kausal, melainkan intervensi suportif yang harus disesuaikan dengan konteks klinis dan usia kehamilan.
Daftar Pustaka (Vancouver)
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
- Chamberlain PF, Manning FA, Morrison I, et al. Ultrasound evaluation of amniotic fluid volume. Am J Obstet Gynecol. 1984;150:245–9.
- Kilpatrick SJ, Safford K, Pomeroy T, et al. Maternal hydration increases amniotic fluid index. Obstet Gynecol. 1991;78:109–13.
- Hofmeyr GJ, Xu H. Amnioinfusion for meconium-stained liquor. Cochrane Database Syst Rev. 2010;(1):CD000014.
- Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2019.
Apabila Anda menghendaki, saya dapat melanjutkan dengan algoritma tatalaksana oligohidramnion, peran amnioinfusion pada PPROM, atau pembahasan soal klinis ujian obstetri.
Komentar