DM dalam kehamilan dibagi menjadi dua kategori utama:
-
Pregestational Diabetes Mellitus (PGDM)
- DM tipe 1 atau tipe 2 yang sudah ada sebelum kehamilan.
-
Gestational Diabetes Mellitus (GDM)
- Intoleransi glukosa yang baru muncul atau pertama kali dikenali pada trimester kedua atau ketiga kehamilan.
Kedua kondisi ini memiliki implikasi obstetri yang signifikan terkait metabolisme ibu, fungsi plasenta, pertumbuhan janin, dan komplikasi perinatal.
1. Patofisiologi DM pada Kehamilan
1.1. Resistensi Insulin pada Kehamilan
Kehamilan secara fisiologis menyebabkan:
- Peningkatan resistensi insulin mulai trimester kedua.
- Dimediasi oleh hPL (human placental lactogen), progesteron, estrogen, TNF-α, dan kortisol.
- Tujuan: menyediakan lebih banyak glukosa untuk janin melalui pengurangan sensitivitas insulin maternal.
Pada perempuan dengan predisposisi, kondisi ini menyebabkan hiperglikemia, sehingga GDM muncul.
1.2. Efek Hiperglikemia
- Hiperglikemia maternal → glukosa melewati plasenta.
- Hiperglikemia janin → hiperinsulinemia janin (terutama setelah 20–24 minggu ketika pankreas janin matang).
- Insulin janin adalah hormon anabolik → menyebabkan makrosomia.
2. Diagnosis GDM
2.1. Prosedur Dua Langkah (ACOG, sebagian digunakan di Indonesia)
-
Glucose Challenge Test (GCT) 50 g
- Diukur 1 jam.
- Cut-off: ≥ 140 mg/dL (positif → lakukan OGTT).
-
OGTT 100 g, 3 jam (Carpenter & Coustan)
Diagnosis GDM jika ≥ 2 nilai abnormal:- Puasa ≥ 95 mg/dL
- 1 jam ≥ 180 mg/dL
- 2 jam ≥ 155 mg/dL
- 3 jam ≥ 140 mg/dL
2.2. Prosedur Satu Langkah (IADPSG/ADA/WHO)
OGTT 75 g, 2 jam. Diagnose jika ≥ 1 nilai abnormal:
- Puasa ≥ 92 mg/dL
- 1 jam ≥ 180 mg/dL
- 2 jam ≥ 153 mg/dL
3. Komplikasi Maternal
3.1. GDM
- Preeclampsia meningkat 2–4 kali.
- Polyhydramnios.
- Persalinan operatif (LSCS) meningkat.
- Risiko DM tipe 2 setelah persalinan meningkat.
3.2. PGDM
- Ketoasidosis diabetikum (DKA).
- Retinopati memburuk.
- Nefropati dan hipertensi kronik.
- Hipoglikemia trimester awal karena kebutuhan insulin menurun.
- Infeksi meningkat (UTI, candidiasis).
4. Komplikasi Janin & Neonatus
4.1. GDM dan PGDM
- Makrosomia (EFW > 90 persentil).
- Distosia bahu.
- Hipoglikemia neonatal (akibat hiperinsulinisme).
- Polisitemia, hiperbilirubinemia.
- RDS (efek insulin menunda maturasi surfaktan).
4.2. PGDM khususnya
- Malformasi kongenital mayor meningkat:
- Neural tube defect
- Jantung kongenital
- Caudal regression syndrome (patognomonik DM)
Risiko ini meningkat bila HbA1c > 8% saat konsepsi.
5. Manajemen DM dalam Kehamilan
5.1. Target Glikemik (ACOG/Williams)
- Puasa: < 95 mg/dL
- 1 jam postprandial: < 140 mg/dL
- 2 jam postprandial: < 120 mg/dL
- HbA1c: < 6–6.5%
5.2. Terapi
Modifikasi gaya hidup
- Diet rendah indeks glikemik.
- Total kalori: 30–35 kcal/kg BB ideal.
- Aktivitas fisik ringan.
Farmakoterapi
Insulin adalah terapi standar emas.
Rekomendasi:
- Basal-bolus regimen.
- Insulin analog aman: lispro, aspart, detemir.
Oral antidiabetik (dipertimbangkan bila insulin tidak tersedia):
- Metformin dapat digunakan, tetapi melewati plasenta.
- Glibenclamide jarang digunakan (peningkatan hipoglikemia neonatal).
6. Monitoring pada Kehamilan
6.1. GDM
- USG untuk pertumbuhan tiap 4 minggu.
- Evaluasi cairan ketuban.
- NST mulai 32–34 minggu bila ada faktor risiko.
6.2. PGDM
- USG serial: 4 minggu sekali.
- Fetal echo pada 18–22 minggu (risiko CHD).
- NST / BPP mulai 32 minggu atau lebih awal.
7. Waktu dan Metode Persalinan
7.1. GDM Terkontrol Diet
- Persalinan pada 39–40 minggu.
7.2. GDM Terkontrol Insulin
- Persalinan pada 39 minggu.
7.3. GDM Tidak Terkontrol
- Pertimbangkan 37–38 minggu.
7.4. PGDM
- Persalinan 38–39 minggu bila stabil.
Indikasi SC
- EFW > 4.500 g (GDM) → risiko distosia bahu.
- EFW > 4.000 g dengan faktor risiko distosia.
8. Penatalaksanaan Postpartum
- Insulin dihentikan segera setelah persalinan pada GDM.
- Tes ulang OGTT 75 g 6–12 minggu postpartum.
- Konseling risiko DM tipe 2 (hingga 50% dalam 10 tahun).
Ringkasan Klinis
| Kategori | Risiko | Terapi | Waktu Persalinan |
|---|---|---|---|
| GDM diet | rendah | diet saja | 39–40 minggu |
| GDM insulin | sedang | insulin | 39 minggu |
| GDM tidak terkontrol | tinggi | insulin | 37–38 minggu |
| PGDM | sangat tinggi | insulin + monitoring intensif | 38–39 minggu |
DAFTAR PUSTAKA (Format Vancouver)
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. McGraw-Hill; 2022.
- American College of Obstetricians and Gynecologists. Practice Bulletin No. 190: Gestational Diabetes Mellitus. Obstet Gynecol. 2018.
- Metzger BE, et al. IADPSG Consensus Panel. Diabetes Care. 2010;33(3):676–82.
- Barnhart K, et al. Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford University Press; 2020.
- American Diabetes Association. Standards of Medical Care in Diabetes. Diabetes Care. 2023.
Komentar