I. KLASIFIKASI mWHO
(Modified World Health Organization Maternal Cardiovascular Risk Classification)
Konsep Dasar
mWHO adalah klasifikasi risiko maternal berbasis diagnosis penyakit jantung, digunakan untuk:
- Menentukan keamanan kehamilan
- Menilai risiko morbiditas dan mortalitas maternal
- Merencanakan lokasi dan cara persalinan
- Menentukan intensitas follow-up
➡️ mWHO menilai penyakitnya, bukan gejala saat ini.
Tabel Klasifikasi mWHO
| mWHO | Risiko Maternal | Perkiraan Risiko | Contoh Penyakit Jantung |
|---|---|---|---|
| I | Risiko sangat rendah | Tidak meningkat | ASD kecil, PDA kecil, MVP tanpa MR |
| II | Risiko rendah–sedang | Sedikit meningkat | ASD/VSD repaired, TOF repaired |
| II–III | Risiko sedang | Bervariasi | Kardiomiopati ringan, stenosis mitral ringan |
| III | Risiko tinggi | Signifikan | Katup mekanik, EF 30–45%, TOF unrepaired |
| IV | Sangat tinggi | Kehamilan kontraindikasi | PAH, Eisenmenger, EF <30%, stenosis mitral berat |
Implikasi Klinis mWHO
- mWHO I–II
→ Kehamilan relatif aman, ANC rutin dengan modifikasi - mWHO III
→ Kehamilan risiko tinggi, perlu pusat rujukan dan tim multidisiplin - mWHO IV
→ Kehamilan dikontraindikasikan
→ Bila hamil → konseling terminasi dini sangat dianjurkan
II. KLASIFIKASI NYHA
(New York Heart Association Functional Classification)
Konsep Dasar
NYHA menilai derajat keterbatasan fungsional akibat gejala jantung, khususnya gagal jantung.
➡️ NYHA menilai gejala, bukan diagnosis.
Tabel Klasifikasi NYHA
| NYHA | Kondisi Klinis |
|---|---|
| I | Tidak ada gejala saat aktivitas biasa |
| II | Gejala ringan saat aktivitas biasa |
| III | Gejala jelas, aktivitas terbatas |
| IV | Gejala saat istirahat |
Implikasi Klinis NYHA
- NYHA I–II
→ Prognosis kehamilan umumnya baik - NYHA III
→ Risiko tinggi dekompensasi jantung - NYHA IV
→ Risiko mortalitas maternal sangat tinggi
NYHA III–IV berkorelasi kuat dengan:
- Gagal jantung
- Edema paru
- Persalinan prematur
- Kematian maternal
III. PERBEDAAN KONSEPTUAL mWHO vs NYHA
| Aspek | mWHO | NYHA |
|---|---|---|
| Menilai | Diagnosis penyakit | Gejala fungsional |
| Sifat | Relatif statis | Dinamis |
| Tujuan | Stratifikasi risiko kehamilan | Monitoring klinis |
| Digunakan untuk | Konseling hamil, rencana persalinan | Evaluasi progresi |
| Contoh | Eisenmenger → mWHO IV | Sesak saat istirahat → NYHA IV |
➡️ Keduanya saling melengkapi dan wajib digunakan bersama.
IV. APLIKASI KLINIS KOMBINASI mWHO + NYHA
Contoh:
-
ASD repaired, NYHA I
- mWHO II
- Kehamilan aman, persalinan pervaginam
-
Stenosis mitral berat, NYHA III
- mWHO IV
- Kehamilan kontraindikasi
-
PPCM EF 35%, NYHA II
- mWHO III
- Kehamilan risiko tinggi, rawat bersama
V. PERAN mWHO & NYHA DALAM MENENTUKAN MODE PERSALINAN
- mWHO I–III + NYHA I–II
→ Persalinan pervaginam (pilihan utama) - mWHO IV atau NYHA IV
→ Pertimbangkan SC elektif / terminasi - NYHA memburuk intrapartum
→ Indikasi tindakan emergensi
VI. KESIMPULAN KLINIS
- mWHO = stratifikasi risiko penyakit jantung
- NYHA = derajat gejala fungsional
- Penilaian kehamilan dengan penyakit jantung wajib menggunakan keduanya
- mWHO IV adalah kontraindikasi kehamilan
- NYHA III–IV menandakan risiko tinggi dekompensasi
Daftar Pustaka (Vancouver)
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
- Regitz-Zagrosek V, et al. ESC Guidelines for the management of cardiovascular diseases during pregnancy. Eur Heart J. 2018;39(34):3165–3241.
- Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2020.
- Silversides CK, et al. Pregnancy outcomes in women with heart disease. Circulation. 2018;138(8):806–816.
- Thorne S, et al. Management of pregnancy in women with cardiac disease. Heart. 2016;102(15):1173–1180.
Bila diinginkan, saya dapat membuat tabel hafalan OSCE, flowchart penilaian cepat mWHO–NYHA, atau contoh soal kasus dengan pembahasan.
Komentar