Definisi
Endometrioma ovarii adalah kista ovarium yang terbentuk akibat implantasi dan invaginasi jaringan endometrium ektopik ke dalam korteks ovarium, berisi cairan coklat kehitaman akibat perdarahan berulang (“chocolate cyst”). Endometrioma merupakan manifestasi khas endometriosis ovarium dan umumnya berasosiasi dengan endometriosis stadium lanjut (rASRM III–IV).
Epidemiologi
- Ditemukan pada ±17–44% wanita dengan endometriosis
- Sering bilateral (±30%)
- Umum pada usia reproduktif
- Faktor risiko:
- Riwayat endometriosis
- Menarche dini
- Siklus haid pendek
- Nulliparitas
Patogenesis
Mekanisme yang diterima secara luas:
- Invaginasi korteks ovarium akibat implant endometrium superfisial
- Perdarahan siklik → akumulasi hemosiderin
- Proses inflamasi kronik → fibrosis korteks ovarium
Konsekuensi penting:
- Kerusakan jaringan ovarium normal
- Penurunan ovarian reserve (AMH ↓)
Manifestasi Klinis
- Dismenore berat
- Nyeri pelvis kronik
- Dispareunia profunda
- Infertilitas
- Dapat asimtomatik (insidental)
Diagnosis
1. USG Transvaginal (Modalitas Utama)
Gambaran khas:
- Kista unilokular
- Dinding tebal
- Isi homogen “ground-glass appearance”
- Tidak ada papila solid (kecuali komplikasi)
2. MRI Pelvis
- Hiperintens T1
- T2 shading sign (karakteristik)
- Berguna bila diagnosis USG meragukan
3. Penanda Tumor
- CA-125 dapat meningkat, tidak spesifik
- Tidak digunakan sebagai alat diagnosis tunggal
Diagnosis Banding
- Kista ovarium hemoragik
- Kista dermoid
- Neoplasma ovarium ganas (bila ada papila/solid)
Endometrioma dan Infertilitas
Mekanisme
- Lingkungan inflamasi ovarium
- Kerusakan folikel
- Distorsi anatomi pelvis
- Gangguan ovulasi
Endometrioma sendiri menurunkan AMH, bahkan tanpa tindakan bedah.
Penatalaksanaan
Pendekatan harus individualized dan mempertimbangkan fertilitas.
1. Observasi
Indikasi:
- Asimtomatik
- Diameter <3–4 cm
- Tidak ada kecurigaan keganasan
2. Terapi Medika
Tidak menghilangkan kista, hanya mengontrol gejala:
- Progestin
- COC
- GnRH agonist
- Dienogest efektif menurunkan nyeri
3. Tindakan Bedah
Indikasi
- Nyeri berat refrakter
- Infertilitas tertentu
- Ukuran ≥4–5 cm
- Kecurigaan keganasan
- Distorsi anatomi signifikan
Prosedur
- Laparoscopic cystectomy (stripping technique) → gold standard
- Ablasi dinding kista (laser/plasma) → alternatif untuk menjaga ovarian reserve
Risiko Bedah
- Penurunan AMH signifikan
- Risiko gagal ovarium prematur (terutama bilateral)
Endometrioma dan IVF
- Endometrioma tidak selalu perlu dioperasi sebelum IVF
- Operasi pra-IVF tidak meningkatkan live birth rate
- Operasi dipertimbangkan bila:
- Nyeri berat
- Akses oosit terganggu
- Kecurigaan keganasan
Komplikasi
- Ruptur (jarang)
- Infeksi
- Adhesi pelvis berat
- Risiko keganasan ovarium (1–2%):
- Clear cell carcinoma
- Endometrioid carcinoma
Prognosis
- Penyakit kronik
- Rekurensi pasca-bedah ±20–40% dalam 5 tahun
- Supresi hormonal pasca-bedah menurunkan rekurensi
Kesimpulan
Endometrioma adalah manifestasi endometriosis ovarium yang berdampak signifikan pada nyeri dan fertilitas. Keputusan operasi harus selektif, menyeimbangkan kontrol gejala dan preservasi ovarian reserve.
Daftar Pustaka (Vancouver Style)
- Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
- Vercellini P, et al. Endometrioma and ovarian reserve. Hum Reprod. 2014;29(8):1777–85.
- Muzii L, et al. Surgical management of endometriomas. Hum Reprod Update. 2015;21(4):500–16.
- Somigliana E, et al. Endometrioma and IVF. Hum Reprod Update. 2017;23(4):418–26.
Komentar