1. Tujuan Penggunaan Skoring
Ketiga alat ini digunakan untuk:
- Membedakan massa ovarium jinak vs ganas
- Menentukan rujukan (obgyn umum vs ginekologi onkologi)
- Membantu perencanaan pembedahan
Namun, tingkat akurasi dan kompleksitasnya berbeda.
2. RMI (Risk of Malignancy Index)
A. Definisi & Rumus
RMI mengombinasikan:
- U = skor USG
- M = status menopause
- CA-125
RMI = U × M × CA-125
B. Interpretasi
- RMI < 25 → risiko rendah
- RMI 25–200 → intermediate
- RMI > 200 → curiga ganas
C. Kelebihan
- Sederhana
- Mudah digunakan
- Cocok di fasilitas terbatas
D. Keterbatasan
- Bergantung CA-125 (tidak spesifik)
- Akurasi rendah pada:
- Usia reproduktif
- Endometriosis
- Tumor non-epitel
- Tidak membedakan subtipe keganasan
📌 RMI = alat lama, screening kasar
3. IOTA Simple Rules
A. Konsep
Menggunakan 5 kriteria jinak (B-features) dan 5 kriteria ganas (M-features) berdasarkan USG morfologi.
Contoh M-features:
- Massa solid ireguler
- Ascites
- Papilasi ≥4
- Vaskularisasi tinggi
B. Interpretasi
- Hanya B → jinak
- Hanya M → ganas
- Campuran / tidak ada → inconclusive
C. Kelebihan
- Tidak perlu marker tumor
- Akurasi tinggi
- Cepat & praktis
D. Keterbatasan
- ~20% kasus inconclusive
- Tidak mengklasifikasikan jenis keganasan
📌 Ideal sebagai tool klinis harian
4. IOTA ADNEX Model (Assessment of Different NEoplasias in the adneXa)
A. Konsep
Model prediktif berbasis regresi yang menghitung probabilitas:
- Jinak
- Borderline
- Kanker stadium I
- Kanker stadium II–IV
- Metastasis ovarium
Menggunakan:
- Parameter klinis (usia, CA-125)
- Parameter USG detail (solid area, papilasi, ascites, dll)
B. Output
- Risiko dalam persentase
- Cut-off umum: ≥10% → rujuk onkologi
C. Kelebihan
- Akurasi tertinggi
- Dapat membedakan subtipe keganasan
- Sangat membantu perencanaan bedah
D. Keterbatasan
- Lebih kompleks
- Membutuhkan USG berkualitas tinggi
- Kurang praktis tanpa kalkulator/app
📌 Gold standard akademik & onkologi ginekologi
5. Perbandingan Langsung (High-Yield)
| Aspek | RMI | IOTA Simple Rules | IOTA ADNEX |
|---|---|---|---|
| Komponen | USG + menopause + CA-125 | USG morfologi | USG detail ± CA-125 |
| Kompleksitas | Rendah | Sedang | Tinggi |
| Akurasi | Rendah–sedang | Tinggi | Sangat tinggi |
| Subtipe kanker | Tidak | Tidak | Ya |
| Bergantung CA-125 | Ya | Tidak | Opsional |
| Cocok fasilitas terbatas | Ya | Ya | Tidak selalu |
| Status guideline modern | Mulai ditinggalkan | Direkomendasikan | Direkomendasikan |
6. Rekomendasi Guideline Modern (ESHRE/ESGO/FIGO)
- IOTA models (Simple Rules & ADNEX) lebih unggul dibanding RMI
- RMI masih dapat digunakan bila:
- Tidak tersedia USG ekspert
- Fasilitas terbatas
- ADNEX model dianjurkan untuk:
- Massa kompleks
- Tumor padat
- Rencana rujukan onkologi
7. Pendekatan Praktis di Klinik
Langkah rasional:
- USG transvaginal → IOTA Simple Rules
- Bila inconclusive → ADNEX model
- Bila tidak tersedia → RMI
- Risiko tinggi → rujuk ginekologi onkologi
8. Ringkasan Exam-Oriented
- RMI = klasik, sederhana, kurang akurat
- IOTA Simple Rules = praktis & cepat
- ADNEX = paling akurat & informatif
- Tumor padat → ADNEX sangat dianjurkan
- CA-125 normal ≠ jinak
9. Daftar Pustaka (Vancouver)
- Hoffman BL, Schorge JO, Schaffer JI, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
- Berek JS, Novak E. Berek & Novak’s Gynecology. 16th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2020.
- Timmerman D, et al. Simple ultrasound-based rules for diagnosis of ovarian cancer. Ultrasound Obstet Gynecol. 2010;36:48-54.
- Van Calster B, et al. Evaluating the risk of ovarian cancer before surgery using the ADNEX model. BMJ. 2014;349:g5920.
- Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Management of ovarian masses. Green-top Guideline No. 62.
Komentar