Langsung ke konten utama

Abnormal Uterine Bleeding (AUB) Non-Struktural – COEIN

 


AUB non-struktural adalah perdarahan uterus abnormal tanpa kelainan anatomi uterus, sesuai klasifikasi FIGO COEIN: C – Coagulopathy, O – Ovulatory dysfunction, E – Endometrial, I – Iatrogenic, N – Not yet classified.

Pendekatan diagnosis berfokus pada fungsi endokrin, hemostasis, dan faktor iatrogenik, dengan tujuan utama kontrol perdarahan dan pencegahan komplikasi.


C – Coagulopathy

Definisi

Gangguan sistem hemostasis sistemik yang menyebabkan perdarahan uterus berlebihan.

Kunci Klinis

  • AUB sejak menarche
  • Riwayat epistaksis, mudah memar
  • Riwayat keluarga perdarahan

Penyebab Tersering

  • Von Willebrand disease (paling sering)
  • Trombositopenia
  • Gangguan faktor koagulasi

Diagnosis

  • Darah lengkap
  • PT, aPTT
  • vWF antigen & activity (bila dicurigai)

Tatalaksana

  • Asam traneksamat
  • Desmopressin (kasus tertentu)
  • LNG-IUS / progestin

O – Ovulatory Dysfunction (AUB-O)

Definisi

Perdarahan akibat anovulasi atau oligo-ovulasi, menyebabkan stimulasi estrogen tanpa oposisi progesteron.

Kunci Klinis

  • Siklus tidak teratur
  • Perdarahan berkepanjangan
  • Umum pada:
    • Remaja
    • PCOS
    • Perimenopause
    • Hipotiroidisme
    • Hiperprolaktinemia

Diagnosis

  • Diagnosis eksklusi
  • Evaluasi hormonal (TSH, prolaktin)
  • USG normal

Tatalaksana

  • Progestin siklik/kontinu
  • Kontrasepsi hormonal kombinasi
  • LNG-IUS
  • Induksi ovulasi bila ingin hamil

E – Endometrial

Definisi

Gangguan hemostasis lokal endometrium tanpa kelainan struktural maupun sistemik.

Kunci Klinis

  • Siklus teratur
  • Menorrhagia
  • USG normal

Patofisiologi

  • Gangguan prostaglandin
  • Fibrinolisis endometrium meningkat

Tatalaksana

  • NSAID
  • Asam traneksamat
  • LNG-IUS

I – Iatrogenic

Definisi

Perdarahan akibat intervensi medis atau obat.

Penyebab Umum

  • Kontrasepsi hormonal (spotting awal)
  • Antikoagulan
  • IUD non-hormonal
  • Tamoxifen

Tatalaksana

  • Edukasi
  • Modifikasi regimen
  • Ganti metode kontrasepsi

N – Not Yet Classified

Definisi

Penyebab AUB yang belum masuk kategori lain.

Contoh

  • AV malformation uterus
  • Cesarean scar defect (isthmocele)

Diagnosis

  • Doppler USG
  • MRI pelvis

Ringkasan AUB Non-Struktural (COEIN)

Kategori Ciri Khas Terapi Utama
C Sejak menarche Traneksamat
O Siklus tak teratur Progestin
E Siklus teratur NSAID
I Riwayat obat Modifikasi
N Jarang Individual

Prinsip Klinis Penting

  • Diagnosis eksklusi setelah PALM disingkirkan
  • LNG-IUS efektif hampir semua tipe AUB non-struktural
  • Biopsi endometrium bila AUB persisten / usia >45 th

Kesimpulan

AUB non-struktural mencerminkan gangguan fungsi hormonal, hemostasis, atau iatrogenik. Klasifikasi COEIN mempermudah diagnosis dan terapi berbasis etiologi.


Daftar Pustaka (Vancouver Style)

  1. Munro MG, et al. FIGO classification of AUB (PALM-COEIN). Int J Gynaecol Obstet. 2011;113(1):3–13.
  2. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  3. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  4. NICE Guideline NG88. Heavy menstrual bleeding. 2018.
  5. ACOG Practice Bulletin No. 128. Diagnosis of AUB. Obstet Gynecol. 2012;120:197–206.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...