1. Definisi
Trisomi 21 (Sindrom Down) adalah kelainan kromosom autosomal akibat adanya salinan ekstra kromosom 21, dengan kariotipe:
- 47,XX,+21 atau 47,XY,+21
Merupakan aneuploidi autosomal tersering pada kelahiran hidup dan penyebab paling umum disabilitas intelektual genetik.
2. Epidemiologi
- Insidensi: ± 1 : 700 kelahiran hidup
- Risiko meningkat tajam dengan usia maternal
- Sebagian besar konsepsi trisomi 21 berakhir sebagai abortus spontan, namun survival in utero lebih baik dibanding trisomi 13 dan 18
3. Patofisiologi dan Genetika
Mekanisme Terjadinya
- Nondisjunction meiosis maternal (±95%)
- Translokasi Robertsonian (±4%)
- Paling sering t(14;21)
- Mosaic trisomy 21 (±1%)
➡️ Kelebihan dosis gen kromosom 21 (termasuk gen DYRK1A, APP, DSCAM) menyebabkan gangguan:
- Neurodevelopment
- Kardiogenesis
- Imunitas
- Metabolisme
4. Manifestasi Klinis
A. Wajah dan Somatik (Khas)
- Flat facial profile
- Up-slanting palpebral fissures
- Epicanthal folds
- Brushfield spots
- Single transverse palmar crease
- Hipotonia neonatal
B. Sistem Saraf
- Disabilitas intelektual ringan–sedang
- Keterlambatan perkembangan motorik dan bahasa
- Risiko early-onset Alzheimer disease (APP gene overexpression)
C. Kelainan Organ Internal
1. Jantung (sangat penting)
- Atrioventricular septal defect (AVSD) – paling khas
- ASD, VSD
2. Gastrointestinal
- Duodenal atresia (“double bubble sign”)
- Hirschsprung disease
- Imperforate anus
3. Endokrin & Imun
- Hipotiroid kongenital / didapat
- Risiko leukemia (ALL, AML-M7)
- Infeksi berulang
5. Temuan Prenatal (USG)
A. Soft Markers
- Increased nuchal translucency
- Absent / hypoplastic nasal bone
- Echogenic intracardiac focus
- Short femur / humerus
- Mild pyelectasis
B. Kelainan Struktural
- AVSD
- Duodenal atresia
- IUGR ringan
➡️ Kombinasi NT meningkat + kelainan jantung sangat sugestif.
6. Skrining Prenatal
A. Trimester I
- Combined test
- NT ↑
- PAPP-A ↓
- Free β-hCG ↑
B. Trimester II
- Triple / quadruple test
C. NIPT (cfDNA)
- Sensitivitas & spesifisitas >99%
- Bukan diagnosis definitif
7. Diagnosis Prenatal Definitif
- CVS (10–13 minggu)
- Amniosentesis (≥15 minggu)
Pemeriksaan:
- Kariotipe
- FISH
- Chromosomal microarray
8. Dampak terhadap Kehamilan
Maternal
- Polihidramnion
- Preeklamsia
- Distres psikologis
Janin & Neonatus
- IUFD (lebih rendah dibanding T13/T18)
- Neonatal morbidity terkait kelainan jantung & GI
9. Prognosis
- Harapan hidup meningkat signifikan
→ >60 tahun pada negara dengan layanan kesehatan baik - Kualitas hidup sangat dipengaruhi oleh:
- Derajat disabilitas intelektual
- Kelainan jantung
- Intervensi dini
➡️ Prognosis jauh lebih baik dibanding trisomi 13 dan 18.
10. Prinsip Konseling Prenatal
Konseling harus mencakup:
- Penjelasan diagnosis dan spektrum klinis
- Prognosis jangka panjang
- Risiko rekurensi:
- Sporadik: ±1% + risiko usia
- Translokasi: perlu kariotipe orang tua
- Pilihan kehamilan (sesuai hukum & etik)
- Perencanaan persalinan dan perawatan neonatal
Pendekatan non-direktif, empatik, dan berbasis bukti adalah wajib.
11. Ringkasan High-Yield (Ujian)
- Trisomi 21 = Sindrom Down
- Aneuploidi autosomal tersering pada kelahiran hidup
- Kelainan jantung khas: AVSD
- Skrining ≠ diagnosis
- Prognosis terbaik di antara trisomi mayor
Daftar Pustaka (Vancouver)
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
- Cunningham FG, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
- Norton ME, Biggio JR, Kuller JA. Prenatal diagnosis and screening for aneuploidy. Obstet Gynecol. 2020;136(4):e48–e69.
- Bull MJ. Health supervision for children with Down syndrome. Pediatrics. 2022;149(5):e2022057010.
- Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2020.
Komentar