Langsung ke konten utama

Derajat (Stadium) Endometriosis

 



1. Klasifikasi rASRM (Revised ASRM)

Prinsip

  • Berdasarkan temuan laparoskopi
  • Penilaian meliputi:
    • Lokasi, ukuran, dan kedalaman implant
    • Derajat adhesi ovarium dan tuba
  • Total skor menentukan stadium

Stadium I – Minimal (1–5 poin)

Karakteristik:

  • Lesi superfisial kecil
  • Adhesi minimal atau tidak ada
  • Ovarium & tuba relatif normal

Manifestasi klinis:

  • Dismenore ringan
  • Infertilitas mungkin terjadi

Prognosis fertilitas:

  • Baik
  • Eksisi laparoskopi meningkatkan kehamilan spontan

Stadium II – Ringan (6–15 poin)

Karakteristik:

  • Lesi lebih banyak dan lebih dalam
  • Adhesi ringan terbatas

Manifestasi klinis:

  • Dismenore progresif
  • Nyeri pelvis intermiten

Prognosis fertilitas:

  • Masih baik
  • Bedah konservatif bermanfaat

Stadium III – Sedang (16–40 poin)

Karakteristik:

  • Endometrioma ovarium kecil–sedang
  • Adhesi sedang
  • Distorsi anatomi pelvis

Manifestasi klinis:

  • Nyeri pelvis kronik
  • Dispareunia
  • Subfertilitas signifikan

Prognosis fertilitas:

  • Menurun
  • IVF sering dipertimbangkan

Stadium IV – Berat (>40 poin)

Karakteristik:

  • Endometrioma besar bilateral
  • Adhesi luas dan padat
  • Distorsi berat pelvis

Manifestasi klinis:

  • Nyeri berat
  • Disfungsi organ pelvis
  • Infertilitas berat

Prognosis fertilitas:

  • Rendah
  • IVF menjadi pilihan utama

Ringkasan Stadium rASRM

Stadium Skor Gambaran Utama
I 1–5 Lesi superfisial
II 6–15 Lesi lebih dalam
III 16–40 Endometrioma kecil
IV >40 Endometrioma besar + adhesi luas

Keterbatasan Klasifikasi rASRM

  • Korelasi lemah dengan nyeri
  • Tidak menggambarkan deep infiltrating endometriosis (DIE)
  • Kurang akurat memprediksi fertilitas

2. Endometriosis Fertility Index (EFI)

Digunakan khusus untuk prediksi kehamilan pasca-bedah, mempertimbangkan:

  • Usia
  • Lama infertilitas
  • Riwayat kehamilan
  • Fungsi tuba & ovarium pasca-bedah
  • Skor rASRM

Skor EFI: 0–10

  • Skor ≥7 → prognosis kehamilan baik

3. ENZIAN Classification

Digunakan untuk Deep Infiltrating Endometriosis (DIE):

  • A: Septum rektovaginal
  • B: Ligamentum uterosakral
  • C: Rektum/sigmoid
  • Tambahan: kandung kemih, ureter

Lebih relevan untuk perencanaan bedah.


Implikasi Klinis Derajat Endometriosis

  • Stadium I–II:
    • Bedah laparoskopi meningkatkan kehamilan spontan
  • Stadium III–IV:
    • IVF lebih direkomendasikan
  • Nyeri tidak selalu sebanding dengan stadium

Kesimpulan

  • rASRM adalah sistem standar untuk derajat endometriosis
  • EFI unggul untuk prediksi fertilitas
  • ENZIAN penting pada DIE Pendekatan terbaik adalah kombinasi sistem klasifikasi sesuai tujuan klinis.

Daftar Pustaka (Vancouver Style)

  1. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  2. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  3. American Society for Reproductive Medicine. Revised American Society for Reproductive Medicine classification of endometriosis. Fertil Steril. 1997;67(5):817–21.
  4. Adamson GD, Pasta DJ. Endometriosis fertility index. Fertil Steril. 2010;94(5):1609–15.
  5. Haas D, et al. The rASRM score and the ENZIAN classification. Hum Reprod. 2013;28(10):2646–52.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...