1. Definisi
PROM (Premature Rupture of Membranes)
Ketuban pecah sebelum onset persalinan pada usia kehamilan ≥ 37 minggu.
PPROM (Preterm Premature Rupture of Membranes)
Ketuban pecah sebelum onset persalinan pada usia kehamilan < 37 minggu.
➡️ Perbedaan utama BUKAN waktu pecahnya terhadap persalinan, tetapi usia kehamilan saat ketuban pecah.¹
2. Epidemiologi
- PROM: ± 8–10% kehamilan aterm
- PPROM: ± 2–3% seluruh kehamilan
- PPROM menyebabkan ± 30–40% persalinan preterm
3. Patofisiologi (Prinsip Umum)
Kedua kondisi melibatkan:
- Kelemahan membran amnion–korion
- Aktivasi inflamasi
- Degradasi kolagen (MMPs ↑)
Namun pada PPROM, peran infeksi dan inflamasi subklinis jauh lebih dominan.²³
4. Faktor Risiko
| PROM (aterm) | PPROM (preterm) |
|---|---|
| Multiparitas | Riwayat PPROM |
| Serviks matang | Infeksi genital |
| Overdistensi uterus | Serviks pendek |
| Aktivitas seksual | Merokok |
| Usia kehamilan lanjut | Perdarahan antepartum |
| Nutrisi buruk |
5. Manifestasi Klinis
- Cairan keluar tiba-tiba / terus-menerus dari vagina
- Biasanya tidak disertai kontraksi awal
- Bau menyengat → curiga infeksi
6. Diagnosis
Diagnosis sama untuk PROM dan PPROM:
A. Klinis
- Anamnesis cairan keluar
- Inspeksi spekulum steril: pooling
B. Uji Penunjang
- Nitrazine (+)
- Ferning (+)
- USG: AFI ↓
- Tes biomarker (PAMG-1, IGFBP-1)
⚠️ Hindari pemeriksaan VT digital kecuali siap persalinan.
7. Perbedaan Pendekatan Tatalaksana
A. PROM (≥37 mg)
Prinsip: Terminasi kehamilan
- Induksi persalinan (oksitosin)
- Antibiotik GBS sesuai indikasi
- Observasi infeksi
➡️ Manajemen ekspektatif tidak dianjurkan lama karena risiko korioamnionitis meningkat.¹
B. PPROM (<37 mg)
Prinsip: Menyeimbangkan risiko prematuritas vs infeksi
< 34 minggu
- Manajemen ekspektatif
- Kortikosteroid antenatal
- Antibiotik latency
- MgSO₄ neuroproteksi (<32 mg)
- Tokolitik selektif (bukan rutin)
34–36⁶⁄₇ mg
- Individualisasi
- Banyak guideline menganjurkan terminasi
- Steroid masih dapat dipertimbangkan
≥37 mg → masuk PROM
8. Komplikasi
| PROM | PPROM |
|---|---|
| Korioamnionitis | Prematuritas |
| Endometritis | RDS |
| Sepsis neonatus | IVH, NEC |
| Oligohidramnion | |
| Hipoplasia paru |
9. Tabel Ringkasan PROM vs PPROM
| Aspek | PROM | PPROM |
|---|---|---|
| Usia kehamilan | ≥37 mg | <37 mg |
| Tujuan utama | Persalinan | Memperpanjang gestasi |
| Manajemen | Terminasi | Ekspektatif selektif |
| Risiko utama | Infeksi | Prematuritas |
| Antibiotik | GBS | Latency antibiotics |
| Steroid | Tidak | Ya |
10. Poin Kunci Ujian
- PROM ≠ preterm
- PPROM selalu <37 mg
- PPROM <34 mg → ekspektatif + steroid
- PROM → induksi
Daftar Pustaka (Vancouver)
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
- Romero R, Dey SK, Fisher SJ. Preterm labor: one syndrome, many causes. Science. 2014;345(6198):760–5.
- Mercer BM. Preterm premature rupture of the membranes. Obstet Gynecol. 2003;101(1):178–93.
- Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2019.
- ACOG Practice Bulletin No. 217: Prelabor rupture of membranes. Obstet Gynecol. 2020;135:e80–97.
Jika diinginkan, saya dapat melanjutkan dengan algoritma tatalaksana PPROM berdasarkan usia kehamilan, perbedaan KPD vs preterm labor, atau pembahasan soal kasus ujian klinis.
Komentar