1. Definisi dan Signifikansi Klinis
Hepatitis B pada kehamilan adalah kondisi di mana ibu hamil terinfeksi virus hepatitis B (HBV), ditandai dengan positifnya HBsAg. Secara obstetri, isu utama bukan pada kehamilan itu sendiri, melainkan risiko transmisi vertikal ibu–bayi, yang merupakan rute penularan paling penting secara epidemiologis dan berkontribusi besar terhadap hepatitis B kronik global.
2. Epidemiologi dan Dampak Klinis
- Risiko transmisi vertikal:
- HBsAg (+), HBeAg (–): ±5–20%
- HBsAg (+), HBeAg (+): 70–90%
- Tanpa profilaksis neonatal, >90% bayi yang terinfeksi perinatal akan berkembang menjadi hepatitis B kronik.
- Kehamilan tidak memperburuk perjalanan hepatitis B kronik secara bermakna pada sebagian besar kasus, namun flare hepatitis dapat terjadi postpartum.
3. Patofisiologi Transmisi Vertikal
Transmisi HBV terutama terjadi:
- Intrapartum (kontak darah dan sekret genital)
- Lebih jarang: transplasenta (antenatal)
Faktor risiko utama:
- Viral load maternal tinggi (HBV DNA >200.000 IU/mL)
- HBeAg positif
- Tidak adanya imunoprofilaksis neonatal
HBV tidak menyebabkan kelainan kongenital struktural, namun berimplikasi besar pada morbiditas jangka panjang bayi.
4. Diagnosis dan Evaluasi pada Ibu Hamil
A. Skrining
- HBsAg wajib diperiksa pada semua ibu hamil pada kunjungan antenatal awal
- Diulang bila risiko tinggi
B. Evaluasi Lanjutan bila HBsAg Positif
- HBeAg dan anti-HBe
- HBV DNA (viral load)
- Fungsi hati (ALT, AST, bilirubin)
- Status ko-infeksi (HIV, HCV)
Tujuan evaluasi:
- Menilai risiko transmisi vertikal
- Menentukan indikasi terapi antivirus selama kehamilan
5. Tatalaksana Hepatitis B pada Kehamilan
A. Prinsip Umum
- Tidak semua ibu hamil HBsAg (+) memerlukan antivirus
- Fokus utama: pencegahan transmisi vertikal
B. Indikasi Terapi Antivirus pada Kehamilan
Antivirus direkomendasikan bila:
- HBV DNA >200.000 IU/mL (≈ >10⁶ copies/mL)
- Biasanya dimulai pada trimester III (28–32 minggu)
C. Antivirus Pilihan
Tenofovir disoproxil fumarate (TDF)
- Aman pada kehamilan (kategori FDA B)
- Tidak teratogenik
- Efektif menurunkan viral load secara cepat
Antivirus lain:
- Lamivudine, telbivudine (alternatif, resistensi lebih tinggi)
D. Pasca Persalinan
- Risiko flare hepatitis postpartum
- Evaluasi ALT dan HBV DNA 6–12 minggu postpartum
- Keputusan melanjutkan atau menghentikan antivirus bersifat individual
6. Mode of Delivery pada Hepatitis B
Prinsip Penting
Hepatitis B bukan indikasi seksio sesarea.
Rekomendasi:
- Persalinan pervaginam dianjurkan
- Seksio sesarea hanya berdasarkan indikasi obstetri
- SC elektif tidak terbukti signifikan menurunkan transmisi HBV
Tindakan yang Dianjurkan Dihindari:
- Prosedur invasif janin bila tidak indikasi kuat:
- Scalp electrode
- Fetal blood sampling
- Ketuban pecah lama sebisa mungkin dihindari
7. Menyusui pada Ibu dengan Hepatitis B
Prinsip Umum
ASI tidak meningkatkan risiko transmisi HBV, dengan catatan bayi mendapat imunoprofilaksis lengkap.
Menyusui DIPERBOLEHKAN bila:
- Bayi mendapat:
- HBIG + vaksin hepatitis B dalam ≤12 jam pertama kehidupan
- Tidak ada perdarahan aktif pada puting
Antivirus dan ASI:
- Tenofovir aman selama menyusui
- Konsentrasi dalam ASI sangat rendah dan tidak bermakna klinis
Kontraindikasi Relatif Menyusui:
- Puting lecet dan berdarah (sementara)
- Bukan karena status HBV itu sendiri
8. Profilaksis dan Penatalaksanaan Neonatus
Standar Emas Pencegahan Transmisi Vertikal:
- HBIG 0,5 mL IM ≤12 jam setelah lahir
- Vaksin hepatitis B dosis 0 pada waktu yang sama (lokasi berbeda)
- Jadwal lanjutan vaksin sesuai program nasional
- Pemeriksaan HBsAg dan anti-HBs pada usia 9–12 bulan
Efektivitas kombinasi ini >95%.
9. Prognosis
- Ibu: umumnya baik, kecuali terjadi flare postpartum
- Bayi: sangat baik bila imunoprofilaksis adekuat
- Kegagalan profilaksis terutama terkait viral load maternal sangat tinggi tanpa terapi antivirus
10. Kesimpulan Klinis
- Hepatitis B pada kehamilan tidak kontraindikasi hamil, persalinan pervaginam, maupun menyusui
- Fokus utama adalah skrining universal dan pencegahan transmisi vertikal
- Tenofovir trimester III direkomendasikan pada viral load tinggi
- HBIG + vaksin ≤12 jam adalah kunci pencegahan hepatitis B kronik pada bayi
Daftar Pustaka (Vancouver)
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
- Cunningham FG, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
- Terrault NA, et al. Update on prevention, diagnosis, and treatment of chronic hepatitis B. Hepatology. 2018;67(4):1560–1599.
- World Health Organization. Prevention of Mother-to-Child Transmission of Hepatitis B. Geneva: WHO; 2020.
- Brown RS Jr, McMahon BJ, Lok AS, et al. Antiviral therapy in chronic hepatitis B during pregnancy. Hepatology. 2016;63(1):319–333.
Bila Anda menghendaki, saya dapat melanjutkan dengan tabel perbandingan Hepatitis B vs HIV vs sifilis pada kehamilan, algoritme klinis OSCE/PPDS, atau ringkasan 1 halaman untuk slide presentasi.
Komentar