Langsung ke konten utama

Kanker Ovarium (Ca ovarium) dan Kista Ovarium dalam kehamilan

 


1. Gambaran Umum

Aspek Kista Ovarium dalam Kehamilan Ca Ovarium dalam Kehamilan
Insidensi Relatif sering (1–5%) Sangat jarang (±1:10.000–25.000)
Sifat Mayoritas jinak & fungsional Ganas, progresif
Dampak Umumnya minimal Potensi fatal ibu

📌 Prinsip penting:

Sebagian besar massa adneksa pada kehamilan adalah kista jinak, namun keganasan harus selalu disingkirkan.


2. Etiologi & Jenis Tersering

A. Kista Ovarium (Jinak)

  • Kista korpus luteum (paling sering trimester I)
  • Kista folikular
  • Dermoid
  • Endometrioma

B. Ca Ovarium

  • Tumor germ cell ganas (usia muda)
  • Borderline ovarian tumor
  • Epitelial carcinoma (jarang)

3. Manifestasi Klinis

Aspek Kista Ovarium Ca Ovarium
Gejala Asimtomatik / nyeri ringan Distensi, nyeri progresif
Nyeri akut Ruptur / torsio Jarang (kecuali komplikasi)
Ascites Jarang Sering
Gejala sistemik Tidak ada BB turun, cepat kenyang

📌 Gejala Ca ovarium sering tertutup kehamilan


4. USG: Pembeda Utama

A. Karakteristik USG

Fitur Kista Jinak Ca Ovarium
Dinding Tipis, halus Tebal, ireguler
Septasi Tidak ada / tipis Tebal
Komponen solid Tidak ada Ada
Papilasi Tidak Ada
Doppler Aliran rendah Aliran meningkat
Ascites Tidak Ada

📌 Komponen solid = red flag


5. Marker Tumor (dalam Kehamilan)

Marker Kista Ca Ovarium
CA-125 Normal / ↑ fisiologis T1 ↑ persisten T2–T3
AFP Normal / ↑ fisiologis ↑ yolk sac tumor
LDH Normal ↑ dysgerminoma
Inhibin Normal ↑ granulosa cell tumor

📌 Marker tidak berdiri sendiri, harus dikombinasikan dengan imaging.


6. Risiko Obstetrik

Risiko Kista Ca Ovarium
Abortus Rendah Terkait intervensi
Preterm Jarang
IUGR Tidak Dapat terjadi
Malpresentasi Massa besar Massa besar

7. Prinsip Tatalaksana

A. Kista Ovarium dalam Kehamilan

  • Observasi bila:
    • <5–6 cm
    • Sederhana
    • Asimtomatik
  • Operasi bila:
    • Persisten >2 trimester
    • 8–10 cm

    • Komplikasi (torsio/ruptur)
  • Waktu ideal: trimester II

B. Ca Ovarium dalam Kehamilan

  • Jangan menunda terapi onkologis
  • Operasi trimester II bila memungkinkan
  • Fertility-sparing hanya stadium awal terpilih
  • Kemoterapi aman trimester II–III
  • Prioritas keselamatan ibu

8. Algoritma Klinis Ringkas

Massa ovarium pada kehamilan →

  1. USG detail (IOTA)
  2. Jinak → observasi
  3. Mencurigakan → MRI tanpa kontras
  4. Keganasan dicurigai → operasi trimester II
  5. Stadium lanjut → pertimbangkan kemoterapi antenatal

9. Poin Klinis Penting (High-Yield)

  • Mayoritas massa ovarium pada hamil = jinak
  • Komponen solid + ascites → pikirkan Ca ovarium
  • CA-125 tidak reliabel trimester I
  • Trimester II waktu terbaik operasi
  • Keselamatan ibu prioritas utama

10. Ringkasan Exam-Oriented

  • Kista sederhana <5 cm → observasi
  • Massa kompleks pada hamil → evaluasi onkologi
  • Germ cell tumor paling sering Ca ovarium hamil
  • MRI tanpa gadolinium aman
  • Operasi trimester II optimal

11. Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Hoffman BL, Schorge JO, Schaffer JI, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  3. Amant F, et al. Gynecologic cancers in pregnancy. Lancet. 2012;379:558–69.
  4. Morice P, et al. Ovarian cancer in pregnancy. Ann Oncol. 2010;21 Suppl 7:vii303–7.
  5. Timmerman D, et al. IOTA Simple Rules. Ultrasound Obstet Gynecol. 2010;36:48–54.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...