Langsung ke konten utama

Interpretasi Hasil Kolposkopi (Pendekatan Sistematis & Klinis)

 

Kolposkopi bertujuan untuk mengidentifikasi lesi pra-invasif dan invasif serviks, menentukan lokasi, derajat kecurigaan, serta menentukan titik biopsi. Interpretasi harus mengikuti terminologi standar IFCPC (International Federation for Cervical Pathology and Colposcopy) 2011, yang juga dirujuk dalam Williams Gynecology dan guideline modern.


1. Langkah Awal Interpretasi Kolposkopi

A. Adekuasi Kolposkopi

Pertanyaan pertama (wajib):

Apakah kolposkopi adekuat?

Kolposkopi adekuat bila:

  • Zona transformasi (TZ) terlihat seluruhnya
  • Squamocolumnar junction (SCJ) terlihat jelas

Jika tidak adekuat → risiko lesi tersembunyi meningkat → ECC / konisasi diagnostik dipertimbangkan.


2. Tipe Zona Transformasi (TZ)

Tipe TZ Deskripsi Implikasi
TZ 1 SCJ seluruhnya ektoserviks Mudah dinilai
TZ 2 Sebagian masuk kanalis Masih dapat dinilai
TZ 3 SCJ tidak terlihat Risiko lesi tersembunyi ↑

➡️ TZ 3 + sitologi abnormal → ECC wajib


3. Temuan Kolposkopi Normal / Jinak

Temuan Interpretasi
Epitel skuamosa matang Normal
Epitel kolumnar Normal
Metaplasia imatur Jinak
Nabothian cyst Jinak
Ektopi Fisiologis

4. Lesi Abnormal – Klasifikasi IFCPC


A. Lesi Derajat Rendah (Minor Changes – LSIL / CIN 1)

Ciri Kolposkopi Makna
Acetowhite tipis LSIL
Batas kabur
Mosaic / punctation halus
Iodine uptake sebagian

➡️ Risiko keganasan rendah
➡️ Biopsi selektif / observasi (sesuai usia & guideline)


B. Lesi Derajat Tinggi (Major Changes – HSIL / CIN 2–3)

Ciri Kolposkopi Makna
Acetowhite tebal, buram HSIL
Batas tajam
Mosaic kasar
Punctation kasar
Iodine-negative

➡️ Biopsi wajib
➡️ Sering memerlukan terapi eksisi


5. Temuan Mencurigakan Kanker Invasif

Temuan Interpretasi
Pembuluh darah atipikal Kanker
Permukaan ireguler / nekrosis
Ulserasi
Mudah berdarah

➡️ Biopsi segera
➡️ Jangan ablasi / LEEP tanpa diagnosis histologis


6. Tes Tambahan saat Kolposkopi

A. Asam Asetat

  • Memutihkan area dengan kepadatan nukleus tinggi
  • Semakin tebal & persisten → semakin tinggi derajat lesi

B. Tes Schiller (Lugol Iodine)

Warna Interpretasi
Coklat Normal
Kuning Displasia / kanker

7. Interpretasi Kombinasi Klinis (High-Yield)

Contoh 1

  • Acetowhite tipis
  • Mosaic halus
  • TZ 1
    ➡️ LSIL / CIN 1

Contoh 2

  • Acetowhite tebal
  • Mosaic kasar
  • Iodine-negative
    ➡️ HSIL / CIN 2–3

Contoh 3

  • Pembuluh darah atipikal
  • Ulserasi
    ➡️ Curiga kanker invasif

8. Kesalahan Umum dalam Interpretasi

  • Menganggap semua acetowhite = HSIL
  • Tidak menilai pola vaskular
  • Tidak mencatat tipe TZ
  • Tidak melakukan ECC pada TZ 3

9. Ringkasan Interpretasi Cepat (Untuk OSCE & Klinik)

  1. Nilai ade-kuasi kolposkopi
  2. Tentukan tipe TZ
  3. Identifikasi acetowhite
  4. Nilai batas & ketebalan
  5. Perhatikan pola vaskular
  6. Tentukan minor vs major change
  7. Tentukan biopsi / ECC / terapi

10. Kesimpulan

Interpretasi kolposkopi harus sistematis, terminologis, dan dikorelasikan dengan sitologi/HPV. Tujuan utama bukan sekadar melihat lesi, tetapi mengidentifikasi area paling representatif untuk biopsi dan menentukan langkah tatalaksana yang aman.


Daftar Pustaka (Vancouver Style)

  1. Bornstein J, et al. 2011 IFCPC terminology of colposcopy. Obstet Gynecol. 2012;120(1):166–72.
  2. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  3. Berek JS. Berek & Novak’s Gynecology. 16th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2020.
  4. Massad LS, et al. 2019 ASCCP risk-based management guidelines. J Low Genit Tract Dis. 2020;24(2):102–31.
  5. Sellors JW, Sankaranarayanan R. Colposcopy and Treatment of Cervical Intraepithelial Neoplasia. IARC; 2003.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...