Langsung ke konten utama

Persalinan Dengan Presentasi Bokong

 

1. Definisi dan Epidemiologi

Presentasi bokong (breech presentation) adalah keadaan di mana bagian terendah janin yang memasuki pintu atas panggul adalah bokong atau ekstremitas bawah, bukan kepala.

  • Insidensi:
    • ±20–25% pada kehamilan <28 minggu
    • ±3–4% pada kehamilan aterm
  • Insidensi menurun seiring bertambahnya usia kehamilan akibat rotasi spontan janin.

2. Klasifikasi Presentasi Bokong

A. Berdasarkan posisi ekstremitas bawah

  1. Frank breech (bokong murni)

    • Paha fleksi, lutut ekstensi
    • Paling sering (≈65–70%)
    • Prognosis terbaik untuk persalinan pervaginam
  2. Complete breech

    • Paha dan lutut fleksi
    • Bokong dan kaki bersama-sama
  3. Footling breech

    • Salah satu atau kedua kaki ekstensi
    • Risiko tinggi prolaps tali pusat
    • Kontraindikasi persalinan pervaginam

3. Etiologi dan Faktor Risiko

Faktor maternal

  • Multiparitas
  • Uterus abnormal (mioma, uterus bikornis)
  • Plasenta previa
  • Cairan ketuban abnormal (oligo/polihidramnion)

Faktor janin

  • Prematuritas
  • Anomali kongenital (anensefali, hidrosefalus)
  • IUGR
  • Kehamilan ganda

4. Diagnosis

Klinis

  • Leopold
    • Kepala di fundus (keras, bulat, ballotable)
    • Bokong di bawah (lunak, tidak bulat)
  • DJJ terdengar lebih tinggi dari umbilikus

Ultrasonografi (gold standard)

  • Konfirmasi tipe bokong
  • Estimasi berat janin
  • Fleksi kepala
  • Deteksi anomali janin
  • Lokasi plasenta

5. Prinsip Umum Tata Laksana

Pendekatan modern menekankan keselamatan janin, dengan kecenderungan kuat ke arah seksio sesarea, terutama setelah publikasi Term Breech Trial.

Namun, persalinan pervaginam masih dapat dipertimbangkan secara selektif.


6. Syarat Persalinan Pervaginam pada Presentasi Bokong

Syarat ibu

  • Panggul adekuat (klinis/CT pelvimetri)
  • Tidak ada indikasi SC lain

Syarat janin

  • Kehamilan aterm (≥37 minggu)
  • Presentasi frank breech
  • Taksiran berat janin 2500–3800 g
  • Kepala fleksi
  • Tidak ada anomali kongenital
  • Janin tunggal

Syarat penolong dan fasilitas

  • Penolong berpengalaman (obstetrician skilled in breech delivery)
  • Fasilitas seksio sesarea emergensi tersedia
  • Monitoring intrapartum ketat

7. Teknik Persalinan Pervaginam Bokong

Prinsip utama

“Hands-off the breech” sampai skapula tampak

Tahapan dan manuver penting

  1. Lahir spontan sampai umbilikus
  2. Ekstraksi bahu
    • Manuver Lovset → rotasi untuk melahirkan bahu posterior dan anterior
  3. Ekstraksi kepala terakhir
    • Manuver Mauriceau–Smellie–Veit
    • Alternatif: Forceps Piper

⚠️ Risiko utama: entrapment kepala terakhir


8. Indikasi Seksio Sesarea pada Presentasi Bokong

  • Footling breech
  • Janin prematur <34 minggu
  • IUGR
  • Kepala defleksi/hiperekstensi
  • Estimasi BB janin besar atau sangat kecil
  • Riwayat SC sebelumnya (relatif)
  • Tidak ada operator berpengalaman

📌 Saat ini, SC elektif merupakan pilihan utama di banyak pusat untuk presentasi bokong aterm.


9. Komplikasi

Maternal

  • Perdarahan postpartum
  • Trauma jalan lahir

Janin

  • Asfiksia
  • Cedera lahir (pleksus brakialis, fraktur humerus)
  • Prolaps tali pusat
  • Mortalitas dan morbiditas perinatal lebih tinggi dibanding presentasi kepala

10. External Cephalic Version (ECV)

  • Dilakukan pada usia kehamilan 36–37 minggu
  • Kontraindikasi:
    • Plasenta previa
    • Oligohidramnion berat
    • Distres janin
  • Menurunkan angka SC pada kehamilan bokong

11. Kesimpulan Klinis

  • Presentasi bokong adalah kondisi obstetri berisiko tinggi.
  • Seksio sesarea merupakan pendekatan paling aman secara populasi.
  • Persalinan pervaginam hanya boleh dilakukan secara selektif, oleh operator berpengalaman, dengan syarat ketat.
  • Penilaian individual berbasis risiko ibu–janin sangat esensial.

Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Edmonds DK. Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2020.
  3. Gifford DS, et al. Planned cesarean section versus planned vaginal birth for breech presentation at term. Lancet. 2000;356(9239):1375–83.
  4. Hofmeyr GJ, et al. External cephalic version for breech presentation. Cochrane Database Syst Rev. 2015;(4):CD000083.
  5. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Management of Breech Presentation. Green-top Guideline No. 20b. 2017.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...