Langsung ke konten utama

Perbandingan sIUGR vs TTTS

 


1. Definisi Inti

Kondisi Definisi
sIUGR (selective IUGR) Pertumbuhan terhambat satu janin akibat pembagian plasenta tidak seimbang
TTTS Ketidakseimbangan transfusi darah antar janin akibat anastomosis vaskular

➡️ sIUGR = masalah distribusi plasenta
➡️ TTTS = masalah transfusi darah


2. Patofisiologi (PEMBEDA UTAMA)

A. sIUGR

  • Terjadi karena porsi plasenta tidak seimbang
  • Janin kecil mendapat area plasenta lebih sedikit
  • Anastomosis vaskular tidak dominan secara fungsional

Konsekuensi:

  • Pertumbuhan janin terhambat
  • Cairan ketuban biasanya normal
  • Risiko hipoksia kronik

B. TTTS

  • Dominasi anastomosis arteri–vena (AV)
  • Terjadi transfusi darah aktif dan progresif

Konsekuensi:

  • Donor: hipovolemia → oligohidramnion
  • Resipien: hipervolemia → polihidramnion, gagal jantung

3. Gambaran USG (KUNCI DIAGNOSIS)

Parameter sIUGR TTTS
Perbedaan EFW Signifikan Bisa ada / tidak
Cairan ketuban Normal–normal Oligo vs poli
Kandung kemih donor Tampak Bisa tidak tampak
Discordant AFI ✅ wajib
Doppler UA Abnormal pada janin kecil Bisa abnormal
Doppler MCA Tidak khas Tidak khas
Stuck twin

➡️ Tidak ada oligohidramnion–polihidramnion → bukan TTTS


4. Klasifikasi Tambahan

sIUGR – Berdasarkan Doppler Arteri Umbilikalis Janin Kecil

Tipe Doppler UA Prognosis
Tipe I End-diastolic flow positif Baik
Tipe II Absent/reversed EDF Buruk
Tipe III Intermittent absent/reversed EDF Tidak dapat diprediksi

➡️ Klasifikasi ini tidak digunakan pada TTTS


TTTS – Klasifikasi Quintero

Digunakan khusus untuk TTTS (stadium I–V), tidak berlaku untuk sIUGR.


5. Waktu Onset

Aspek sIUGR TTTS
Onset Dini, kronik Trimester II, progresif
Progresivitas Lambat Cepat
Fluktuasi Minimal Dinamis

6. Tatalaksana

A. sIUGR

  • Expectant management (bila tipe I)
  • Monitoring ketat Doppler & CTG
  • Terminasi selektif bila risiko IUFD tinggi
  • Laser plasenta bukan terapi rutin

B. TTTS

  • Laser fetoskopik koagulasi anastomosis plasenta = terapi kausal
  • Amnioreduksi (sementara)
  • Rujukan fetomaternal segera

7. Prognosis

Aspek sIUGR TTTS
Janin besar Umumnya baik Berisiko gagal jantung
Janin kecil Risiko IUFD Risiko IUFD
Risiko neurologis Bila IUFD satu janin Tinggi tanpa terapi
Respons terapi Bergantung tipe Baik bila laser dini

8. Poin Hafalan OSCE / Ujian

  1. TTTS wajib ada poli–oligo
  2. sIUGR = cairan normal
  3. sIUGR dinilai dengan Doppler UA
  4. TTTS dinilai dengan Quintero
  5. Laser = TTTS, bukan sIUGR rutin

9. Kesimpulan Klinis

  • sIUGR dan TTTS adalah entitas berbeda, meski sama-sama pada monokorionik
  • Pembedaan paling penting:
    • Cairan ketuban
    • Mekanisme vaskular
  • Salah diagnosis → salah tatalaksana
  • USG serial dan Doppler adalah kunci

Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Lewi L, et al. Monochorionic twin pregnancies: risk stratification and management. Am J Obstet Gynecol. 2010;203(2):113–125.
  3. Khalil A, et al. Twin-to-twin transfusion syndrome. BMJ. 2017;356:j453.
  4. Gratacós E, et al. Selective intrauterine growth restriction in monochorionic twin pregnancies. Ultrasound Obstet Gynecol. 2007;30(2):156–162.
  5. Slaghekke F, et al. Management of monochorionic twin pregnancies complicated by selective fetal growth restriction. Am J Obstet Gynecol. 2014;210(2):96–105.

Bila Anda ingin, saya dapat merangkum ini menjadi tabel 1 halaman hafalan cepat, algoritme diagnosis berbasis USG, atau contoh soal klinis + pembahasan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...