Langsung ke konten utama

Kehamilan dengan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)

 


1. Definisi

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) pada kehamilan adalah infeksi virus dengue (DEN-1–4) yang disertai:

  • Peningkatan permeabilitas vaskular
  • Trombositopenia
  • Hemokonsentrasi
  • ± perdarahan spontan dan syok

Kehamilan tidak melindungi dari DHF dan justru memperberat luaran maternal–perinatal bila tidak ditangani tepat.


2. Epidemiologi & Signifikansi Obstetri

  • Dengue endemik di Asia Tenggara, termasuk Indonesia
  • DHF pada kehamilan meningkatkan risiko:
    • Perdarahan antepartum & postpartum
    • Syok dengue
    • IUFD
    • Prematuritas
    • Gawat janin

➡️ Trimester III dan intrapartum adalah periode paling berbahaya.


3. Patofisiologi DHF pada Kehamilan

A. Mekanisme Dasar Dengue

  1. Infeksi sekunder → antibody-dependent enhancement (ADE)
  2. Aktivasi imun berlebihan
  3. Kebocoran plasma akibat disfungsi endotel
  4. Konsumsi trombosit & koagulopati

B. Interaksi dengan Fisiologi Kehamilan

  • Hemodilusi fisiologis → hemokonsentrasi bisa tersamar
  • Hiperkoagulabilitas kehamilan → paradoks dengan trombositopenia
  • Uterus gravid → sensitif terhadap hipovolemia

➡️ Risiko syok dan perdarahan obstetri meningkat.


4. Manifestasi Klinis

A. Gejala Maternal

  • Demam tinggi mendadak
  • Nyeri kepala, retroorbital, mialgia
  • Perdarahan (petekie, epistaksis, gusi)
  • Nyeri abdomen (fase kritis)

B. Fase Klinis Dengue

  1. Fase demam (hari 1–3)
  2. Fase kritis (hari 3–7) → paling berbahaya
  3. Fase pemulihan

5. Diagnosis

A. Diagnosis Klinis

  • Demam + trombositopenia
  • Tanda kebocoran plasma:
    • Hematokrit ↑
    • Efusi pleura / asites
    • Hipotensi

B. Pemeriksaan Laboratorium

  • Trombosit ↓
  • Hematokrit ↑
  • SGOT > SGPT (khas dengue)
  • NS1 antigen (hari 1–5)
  • IgM/IgG dengue

➡️ Perhatikan tren, bukan satu nilai tunggal.


6. Diagnosis Banding Penting (Obstetri)

Kondisi Pembeda Utama
HELLP syndrome Hipertensi, proteinuria, LDH ↑
Preeklamsia berat Tekanan darah tinggi
AFLP Hipoglikemia, ensefalopati
Sepsis Prokalsitonin ↑

7. Dampak terhadap Janin

  • Gawat janin akibat hipovolemia maternal
  • IUFD
  • Prematuritas
  • BBLR
  • Transmisi vertikal jarang, tetapi mungkin bila infeksi mendekati persalinan

8. Tatalaksana DHF pada Kehamilan

A. Prinsip Utama

➡️ Terapi suportif ketat dan monitoring intensif


B. Manajemen Cairan (KRUSIAL)

  • Kristaloid isotonik (Ringer laktat / NaCl)
  • Hindari overload cairan
  • Target:
    • Urin ≥0,5 mL/kg/jam
    • Hematokrit stabil

C. Transfusi

  • Trombosit:
    • Tidak rutin
    • Indikasi:
      • Perdarahan aktif
      • Trombosit <50.000/µL + tindakan invasif
  • PRC bila perdarahan masif

D. Obat

  • Antipiretik: Paracetamol
  • HINDARI:
    • NSAID
    • Aspirin
    • IM injection

9. Mode & Waktu Persalinan

Prinsip Umum

  • DHF bukan indikasi terminasi kehamilan
  • Persalinan ditunda selama fase kritis bila memungkinkan

Mode Persalinan

  • Pervaginam → pilihan utama bila stabil
  • SC → hanya indikasi obstetri atau kondisi maternal memburuk

➡️ SC pada fase kritis → risiko perdarahan sangat tinggi


10. Anestesi

  • Anestesi regional kontraindikasi relatif bila trombosit <80.000/µL
  • Anestesi umum lebih aman pada trombosit sangat rendah

11. Postpartum

  • Risiko perdarahan postpartum tinggi
  • Observasi ketat 24–48 jam
  • Uterotonika aktif
  • Monitoring hematokrit & trombosit

12. Prognosis

  • Baik bila diagnosis dini & manajemen cairan tepat
  • Mortalitas meningkat pada:
    • Syok
    • Keterlambatan rujukan
    • SC tidak terencana saat fase kritis

13. Kesimpulan Klinis

  1. DHF pada kehamilan adalah kondisi obstetri gawat
  2. Fase kritis (hari 3–7) paling berbahaya
  3. Manajemen cairan adalah kunci
  4. Mode persalinan berdasarkan indikasi obstetri
  5. Monitoring maternal–janin intensif wajib

Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2020.
  3. World Health Organization. Dengue: Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control. Geneva: WHO; 2009.
  4. Rajapakse S. Dengue in pregnancy. J Infect Dev Ctries. 2011;5(6):437–444.
  5. Basurko C, et al. Dengue infection during pregnancy and adverse outcomes. Clin Infect Dis. 2009;49(10):141–147.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Sahabat, Teman, Kolega

Nak, Suatu saat nanti. Kamu akan menemukan titik jenuh berhubungan dengan orang yang diluar keluargamu.  Nanti akan kamu sadari bahwa akan ada sahabat, ada teman, dan ada kolega saja. Rekan kerjamu, orang yang tersenyum manis di depanmu, orang yang mengiyakanmu karena gelarmu, jabatanmu, labelmu. Mereka lah kolegamu. Don't bring them home, don't bring them privately. Mereka adalah orang orang yang memakai topeng di depanmu. Mereka menjawab iyamu karena tahu, ketika harus menolakmu menyanggahmu, mereka takut. mereka tak punya pilihan lain bagimu. Kamu cukup memberikan porsi hidupmu kepada mereka saat di lingkungan kerja saja, dan bukan hakmu untuk tahu kehidupan mereka di luar sana. Temanmu, adalah orang yang kenal kamu dan mereka yang memang mencoba memahamimu, ingin kebaikan juga tercurah kepadamu. Temanmu adalah mereka yang membersamaimu didalam senangmu, di dalam sedihmu mereka mencoba untuk terlihat peduli kepadamu. Temanmu adalah bentuk setingkat diatas kolega. Jika kamu m...