1. Konsep Dasar Fetal Well-Being
Fetal well-being adalah kondisi di mana janin:
- Mendapat oksigen dan nutrisi adekuat
- Memiliki fungsi neurologis normal
- Tidak mengalami asidemia atau hipoksia progresif
Tujuan penilaian fetal well-being adalah mendeteksi dini hipoksia janin sebelum terjadi kerusakan neurologis permanen atau IUFD.
2. Dasar Fisiologi Kesejahteraan Janin
Kesejahteraan janin bergantung pada:
- Fungsi plasenta
- Perfusi uteroplasenta
- Fungsi kardiovaskular janin
- Sistem saraf pusat janin
➡️ Gangguan pada salah satu komponen akan memicu mekanisme kompensasi:
- Redistribusi aliran darah (brain-sparing)
- Perubahan denyut jantung
- Penurunan gerak janin
3. Indikasi Penilaian Fetal Well-Being
Penilaian dilakukan pada:
- Kehamilan risiko tinggi:
- Preeklamsia
- IUGR
- Diabetes
- SLE / APS
- Kehamilan post-term
- Penurunan gerak janin
- Intrapartum monitoring
- Evaluasi tindak lanjut terapi
4. Metode Penilaian Fetal Well-Being
A. Persepsi Gerak Janin (Kick Count)
- Metode paling sederhana dan murah
- Penurunan gerak janin → tanda awal hipoksia
Kriteria umum:
- ≥10 gerakan dalam 2 jam → reassuring
➡️ Sensitif tetapi tidak spesifik
B. Non-Stress Test (NST)
Menilai respon denyut jantung janin terhadap gerakan
NST Reaktif:
- ≥2 akselerasi
- Peningkatan ≥15 bpm
- Durasi ≥15 detik
- Dalam 20 menit
➡️ Menunjukkan integritas SSP dan oksigenasi adekuat
C. Biophysical Profile (BPP)
Menilai fungsi neurologis dan status oksigenasi kronik
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Gerakan napas janin | 0 / 2 |
| Gerakan tubuh | 0 / 2 |
| Tonus | 0 / 2 |
| Volume cairan amnion | 0 / 2 |
| NST | 0 / 2 |
Interpretasi:
- 8–10 → normal
- 6 → equivocal
- ≤4 → hipoksia signifikan
➡️ BPP mencerminkan hipoksia kronik, bukan akut.
D. Modified BPP
- NST + AFI
- AFI ≥5 cm → reassuring
E. Doppler Velocimetry (Sangat Penting)
Menilai hemodinamika janin dan plasenta
1. Umbilical Artery (UA)
- Resistensi tinggi → insufisiensi plasenta
- Absent / reversed end-diastolic flow → hipoksia berat
2. Middle Cerebral Artery (MCA)
- Penurunan PI → brain-sparing effect
3. Ductus Venosus (DV)
- Abnormal → asidemia janin lanjut
➡️ Doppler adalah gold standard pada IUGR.
F. Cardiotocography (CTG) Intrapartum
Menilai:
- Baseline FHR
- Variabilitas
- Akselerasi
- Deselerasi
➡️ Digunakan untuk mendeteksi distres janin akut.
5. Hubungan Metode dengan Jenis Hipoksia
| Metode | Deteksi |
|---|---|
| Kick count | Hipoksia awal |
| NST | Hipoksia akut |
| BPP | Hipoksia kronik |
| Doppler UA | Insufisiensi plasenta |
| Doppler DV | Asidemia berat |
6. Urutan Deteriorasi Fetal Well-Being (Konsep Ujian)
- Abnormal Doppler UA
- Brain-sparing (MCA PI ↓)
- Penurunan BPP
- Abnormal DV
- IUFD
➡️ Jangan menunggu NST abnormal bila Doppler sudah berat.
7. Implikasi Klinis
- Fetal well-being menentukan waktu dan cara terminasi
- Keputusan selalu mempertimbangkan:
- Usia kehamilan
- Penyebab hipoksia
- Kondisi maternal
- Kesiapan neonatal
8. Ringkasan High-Yield (OSCE / PPDS)
- Gerak janin adalah alarm pertama
- NST menilai fungsi SSP
- BPP menilai hipoksia kronik
- Doppler adalah kunci pada IUGR
- DV abnormal → terminasi segera
9. Kesimpulan Klinis
Fetal well-being merupakan penilaian dinamis yang harus:
- Individual
- Serial
- Berbasis risiko
Pendekatan multimodal (gerak janin + NST + BPP + Doppler) memberikan prediksi terbaik terhadap luaran perinatal.
Daftar Pustaka (Vancouver)
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
- Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2020.
- Manning FA. Fetal biophysical profile. Obstet Gynecol Clin North Am. 1999;26(4):557-577.
- Baschat AA. Doppler application in fetal growth restriction. Ultrasound Obstet Gynecol. 2011;37(6):625-638.
- FIGO. Guidelines on intrapartum fetal monitoring. Int J Gynaecol Obstet. 2015;131(1):13-24.
Komentar