Langsung ke konten utama

Sifilis Primer dan Sifilis Laten Pada Kehamilan

 



1. Pendahuluan

Sifilis adalah infeksi menular seksual sistemik yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Pada kehamilan, sifilis memiliki implikasi serius karena dapat ditularkan secara transplasental pada semua stadium penyakit dan menyebabkan sifilis kongenital, kematian janin, prematuritas, serta morbiditas neonatal berat.

Menurut Williams Obstetrics, transmisi vertikal paling sering terjadi pada sifilis primer dan sekunder, tetapi sifilis laten pun tetap berisiko menularkan ke janin.


2. Sifilis Primer pada Kehamilan

Definisi

Sifilis primer adalah stadium awal infeksi, muncul ± 3 minggu (10–90 hari) setelah pajanan, ditandai oleh lesi primer (chancre).

Manifestasi Klinis

  • Chancre:
    • Ulkus tunggal, tidak nyeri
    • Tepi tegas, dasar bersih
    • Konsistensi keras (indurated)
    • Umumnya di serviks, vulva, vagina → sering tidak disadari pada kehamilan
  • Limfadenopati regional tidak nyeri
  • Tidak disertai gejala sistemik

Risiko terhadap Kehamilan

  • Risiko transmisi transplasenta sangat tinggi (hingga 70–100%)
  • Dapat menyebabkan:
    • Abortus
    • IUFD
    • Hidrops fetalis
    • Prematuritas
    • Sifilis kongenital dini

Diagnosis

  • Serologi sering masih negatif di fase sangat dini
  • Pemeriksaan:
    • Nontreponemal: VDRL / RPR (titer biasanya mulai meningkat)
    • Treponemal: TPHA / FTA-ABS
  • Bila tersedia: dark field microscopy dari lesi chancre

Tata Laksana

  • Benzathine Penicillin G 2,4 juta unit IM dosis tunggal
  • Tidak ada alternatif antibiotik yang aman dan efektif selain penisilin pada kehamilan
  • Alergi penisilin → desensitisasi wajib

3. Sifilis Laten pada Kehamilan

Definisi

Sifilis laten adalah stadium di mana:

  • Tidak ada gejala klinis
  • Serologi sifilis positif
  • Dibagi menjadi:
    • Laten dini: < 1 tahun
    • Laten lanjut / tidak diketahui durasinya: ≥ 1 tahun

Karakteristik Klinis

  • Ibu asimtomatik
  • Diagnosis sering ditemukan melalui skrining antenatal
  • Meski tanpa gejala, Treponema pallidum tetap dapat berada dalam sirkulasi maternal

Risiko terhadap Janin

  • Risiko transmisi:
    • Laten dini: tinggi
    • Laten lanjut: lebih rendah tetapi tetap signifikan
  • Manifestasi janin:
    • IUGR
    • Hidrops fetalis
    • Hepatosplenomegali
    • Plasentomegali
    • IUFD
  • USG trimester II–III dapat menunjukkan tanda sifilis kongenital aktif

Diagnosis

  • Nontreponemal test: VDRL / RPR (biasanya titer lebih rendah)
  • Treponemal test: TPHA / FTA-ABS (positif seumur hidup)
  • Penentuan laten dini vs lanjut berdasarkan:
    • Riwayat serologi sebelumnya
    • Riwayat paparan
    • Riwayat gejala sifilis sebelumnya

Tata Laksana

  • Laten dini:
    • Benzathine Penicillin G 2,4 juta unit IM dosis tunggal
  • Laten lanjut / durasi tidak diketahui:
    • Benzathine Penicillin G 2,4 juta unit IM 1x/minggu selama 3 minggu berturut-turut
  • Keterlambatan atau dosis tidak lengkap → terapi dianggap gagal

4. Perbandingan Sifilis Primer vs Laten pada Kehamilan

Aspek Sifilis Primer Sifilis Laten
Gejala klinis Chancre Tidak ada
Stadium Awal Tanpa gejala
Risiko transmisi Sangat tinggi Sedang–tinggi
Diagnosis Serologi ± lesi Serologi
Dampak janin IUFD, hidrops, SC IUGR, IUFD, SC
Terapi Penisilin dosis tunggal 1–3 dosis penisilin

5. Prinsip Penting dalam Kehamilan

  1. Skrining sifilis wajib:
    • Trimester I
    • Ulang trimester III dan saat persalinan pada populasi risiko tinggi
  2. Penisilin adalah satu-satunya terapi efektif
  3. Terapi harus diberikan ≥30 hari sebelum persalinan untuk mencegah sifilis kongenital
  4. Monitoring:
    • Titer VDRL/RPR setiap 4–8 minggu
    • Penurunan ≥4 kali lipat menandakan respon adekuat

6. Kesimpulan

Sifilis primer dan laten pada kehamilan merupakan kondisi berisiko tinggi terhadap janin, meskipun ibu dapat asimtomatik. Diagnosis dini melalui skrining serologis dan terapi penisilin yang tepat waktu adalah kunci utama pencegahan sifilis kongenital. Pendekatan berbasis stadium penyakit dan kepatuhan terhadap protokol terapi sangat menentukan luaran maternal dan perinatal.


Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  3. Holmes KK, Bertozzi S, Bloom BR, et al. Sexually Transmitted Diseases. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2008.
  4. Centers for Disease Control and Prevention. Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines. MMWR Recomm Rep. 2021;70(4):1–187.
  5. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Management of Syphilis in Pregnancy. Green-top Guideline.

Apabila diinginkan, saya dapat melanjutkan dengan algoritma skrining antenatal sifilis, interpretasi titer VDRL serial, atau perbedaan sifilis kongenital dini dan lanjut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...

Dexamethasone untuk Maturasi Paru Janin

Definisi Dexamethasone adalah glukokortikoid sintetik yang digunakan untuk mempercepat proses maturasi paru janin pada kehamilan prematur. Pemberian dexamethasone bertujuan untuk meningkatkan produksi surfaktan dalam paru janin, sehingga mengurangi risiko Sindrom Distres Pernapasan Neonatal (SDPN) yang terjadi pada bayi prematur. Penggunaan dexamethasone terutama dilakukan pada ibu hamil yang berisiko melahirkan sebelum usia kehamilan 34 minggu, dengan tujuan mengurangi morbiditas dan mortalitas neonatal terkait dengan masalah pernapasan. Farmakokonetik 1. Absorpsi: Dexamethasone diberikan melalui rute intravena (IV) atau intramuskular (IM). Setelah pemberian IM, obat ini dengan cepat diserap dan didistribusikan ke seluruh tubuh. 2. Distribusi: Dexamethasone memiliki distribusi yang luas ke dalam cairan ekstraseluler dan sistem saraf pusat. Obat ini dapat melintasi sawar plasenta dengan mudah dan mempengaruhi janin. 3. Metabolisme: Dexamethasone dimetabolisme di hati melalui enzim P450...