1. Definisi
Cervical incompetence / cervical insufficiency adalah kondisi kegagalan serviks mempertahankan kehamilan pada trimester kedua, ditandai oleh dilatasi dan pemendekan serviks yang tidak disertai kontraksi uterus, nyeri, atau perdarahan, sehingga menyebabkan abortus trimester kedua atau persalinan preterm berulang. Kondisi ini bersifat struktural dan fungsional pada serviks.
Definisi klasik menurut Williams Obstetrics menekankan terjadinya pembukaan serviks tanpa gejala persalinan pada kehamilan sebelumnya.¹
2. Epidemiologi
- Insidensi diperkirakan 0,1–1% dari seluruh kehamilan
- Berkontribusi pada 15–20% kehilangan kehamilan trimester kedua
- Risiko meningkat pada wanita dengan riwayat tindakan pada serviks
3. Patofisiologi
Serviks normal berfungsi sebagai struktur kolagen padat dengan keseimbangan:
- Kolagen tipe I & III
- Proteoglikan
- Elastin
- Respons hormonal (progesteron)
Pada insufisiensi serviks terjadi:
- Disorganisasi kolagen
- Penurunanosis jaringan ikat serviks
- Penurunan kekuatan mekanik serviks
- Respon abnormal terhadap peningkatan tekanan intrauterin seiring bertambahnya usia kehamilan
Akibatnya, serviks mengalami efacement dan dilatasi dini tanpa aktivasi mekanisme persalinan.²³
4. Faktor Risiko
A. Riwayat obstetri
- Abortus trimester II berulang tanpa nyeri
- Persalinan preterm spontan sebelumnya (<34 mg)
- Riwayat prolaps membran tiba-tiba
B. Faktor iatrogenik
- Dilatasi dan kuretase berulang
- Konisasi serviks
- LEEP (Loop Electrosurgical Excision Procedure)
- Trakelektomi
C. Faktor kongenital
- Uterus Müllerian anomaly
- Paparan DES (diethylstilbestrol)
- Kelainan jaringan ikat (Ehlers-Danlos)
5. Manifestasi Klinis
- Rasa penuh pada vagina
- Keputihan meningkat
- Perdarahan ringan
- Prolaps selaput ketuban
- Sering tanpa nyeri dan kontraksi
Banyak kasus terdeteksi secara insidental melalui USG transvaginal.
6. Diagnosis
A. Diagnosis Klinis
Berdasarkan:
- Riwayat kehilangan kehamilan trimester II berulang
- Dilatasi serviks tanpa kontraksi
B. Diagnosis Ultrasonografi
USG Transvaginal (gold standard):
- Panjang serviks < 25 mm sebelum 24 mg
- Funnel cervix (Y, V, U-shaped)
- Pembukaan os internum
Nilai prediktif tertinggi bila dikombinasikan dengan riwayat obstetri.¹⁴
7. Tatalaksana
A. Cerclage Serviks
Indikasi utama:
-
History-indicated cerclage
- Riwayat ≥1 kehilangan kehamilan trimester II tanpa sebab lain
- Dilakukan usia 12–14 mg
-
Ultrasound-indicated cerclage
- Panjang serviks <25 mm sebelum 24 mg
- Disertai riwayat persalinan preterm
-
Rescue / emergency cerclage
- Dilatasi serviks aktif dengan membran masih utuh
- Risiko infeksi dan prematuritas lebih tinggi
Teknik:
- McDonald (paling sering)
- Shirodkar (serviks sangat pendek)
B. Progesteron
- Vaginal progesterone 200 mg/hari
- Efektif pada serviks pendek tanpa riwayat kehilangan trimester II
- Tidak menggantikan cerclage pada insufisiensi serviks sejati
C. Pessary
- Bukti ilmiah inkonsisten
- Tidak direkomendasikan sebagai terapi standar
8. Prognosis
- Dengan cerclage yang tepat: peningkatan signifikan usia gestasi dan kelangsungan hidup janin
- Tanpa intervensi: risiko berulang sangat tinggi
9. Diferensial Diagnosis
- Persalinan preterm
- Infeksi intrauterin
- Abruptio plasenta
- Uterine anomaly
10. Kesimpulan
Insufisiensi serviks merupakan diagnosis klinis-obstetrik penting yang menuntut:
- Anamnesis obstetri mendalam
- Pemanfaatan USG transvaginal
- Intervensi tepat waktu (cerclage ± progesteron)
Pendekatan individual berbasis riwayat obstetri dan temuan USG adalah kunci keberhasilan tatalaksana.
Daftar Pustaka (Vancouver)
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Disorders of the cervix. In: Williams Obstetrics. 26th ed. McGraw-Hill; 2022.
- Di Renzo GC, Roura LC. Guidelines for the management of spontaneous preterm labor. J Perinat Med. 2006;34(5):359-66.
- Berghella V. Cervical insufficiency. Obstet Gynecol Clin North Am. 2012;39(1):1-16.
- Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2019.
Apabila diinginkan, saya dapat melanjutkan dengan algoritma klinis cerclage, perbandingan cerclage vs progesteron, atau pembahasan berbasis soal ujian PPDS/INACOG.
Komentar