Langsung ke konten utama

forceps delivery (operatif vaginal dengan forceps)

 


Forceps Delivery — Indikasi, Teknik, dan Komplikasi

1. Definisi

Forceps delivery adalah prosedur operative vaginal birth menggunakan instrumen logam dua bilah (left & right blade) yang dikaitkan pada kepala janin untuk:

  • memberi traksi terkontrol,
  • membantu rotasi bila diperlukan,
  • mempercepat lahirnya kepala janin pada kala II persalinan ketika persalinan spontan tidak progresif, namun persalinan vaginal masih layak dan aman.

Forceps dapat bersifat:

  • traction forceps (mis. Simpson)
  • rotational forceps (mis. Kielland)

2. Klasifikasi Tingkat Forceps (berdasarkan station & posisi kepala)

  1. Outlet forceps

    • Kepala terlihat di introitus
    • Scalp tampak tanpa perlu retraksi
    • Station perineal (+4 sampai +5)
  2. Low forceps

    • Station ≥ +2
    • Posisi kepala bisa ROA/LOA/OP/OT
  3. Midforceps

    • Station 0 sampai +1
    • Dilakukan hanya oleh operator sangat berpengalaman
  4. High forceps

    • Tidak lagi dianjurkan (harus dilakukan seksio sesarea)

Rujukan utama klasifikasi ini berasal dari ACOG dan Williams Obstetrics.


3. Indikasi Forceps Delivery

Indikasi Fetal

  • Gawat janin yang memerlukan persalinan segera
  • Abnormal CTG / deceleration berulang
  • Resiko hipoksia bila persalinan diperpanjang

Indikasi Maternal

  • Kala II memanjang / failure to descent
  • Maternal exhaustion
  • Penyakit maternal yang membutuhkan pengurangan waktu mengejan:
    • kardiomiopati
    • aneurisma serebral
    • hipertensi intrakranial
    • penyakit pulmonal berat

Indikasi Operasional

  • Kebutuhan rotasi kepala (malposisi occiput posterior/transverse)
  • Alternatif bila vacuum extraction gagal tetapi masih layak vaginal

4. Syarat / Prasyarat Tindakan Forceps

Semua kondisi berikut harus terpenuhi:

  1. Serviks dilatasi lengkap
  2. Membran sudah pecah
  3. Kepala engaged
  4. Posisi kepala dipastikan dengan jelas
  5. Station sesuai klasifikasi forceps
  6. Pelvis adekuat / tidak ada CPD
  7. Analgesi/anaestesi memadai
  8. Kandung kemih kosong
  9. Informed consent
  10. Ruang operasi & tim siap bila konversi ke SC

5. Kontraindikasi

Absolut

  • Kepala tidak engaged
  • Posisi tidak jelas
  • Dugaan cephalopelvic disproportion
  • Presentasi breech / face / brow
  • Janin prematur < 34 minggu
  • Janin dengan kelainan tulang / perdarahan

Relatif

  • Operator tidak berpengalaman
  • Tidak tersedia fasilitas kegagalan tindakan
  • Station terlalu tinggi

6. Prinsip Teknik Aplikasi

  1. Identifikasi posisi sutura sagital & fontanel
  2. Pasang left blade kemudian right blade
  3. Pastikan:
    • blades simetris
    • tidak menjepit jaringan maternal
  4. Lakukan traction terarah mengikuti Curve of Carus
  5. Traksi diberikan hanya saat kontraksi
  6. Lepaskan forceps setelah kepala lahir

Rotational forceps (mis. Kielland):

  • hanya dikerjakan oleh operator ahli
  • risiko cedera lebih tinggi
  • alternatif saat vacuum tidak cukup untuk rotasi

7. Keunggulan Forceps Dibanding Vacuum

Keunggulan:

  • Keberhasilan lebih tinggi pada station rendah
  • Lebih efektif pada gawat janin (lahir lebih cepat)
  • Dapat melakukan rotasi kepala
  • Tidak menambah risiko subgaleal hemorrhage

Keterbatasan:

  • Trauma maternal lebih tinggi
  • Perineal tear derajat III–IV lebih sering
  • Perlu keterampilan operator lebih tinggi

8. Komplikasi

Maternal

  • Laserasi vagina / serviks
  • Perineal tear grade III–IV
  • Dyspareunia postpartum
  • Hematoma vulva / vagina
  • Urinary incontinence / anal sphincter injury

Neonatal

  • Facial nerve palsy
  • Facial bruising / laceration
  • Skull fracture (jarang)
  • Intracranial hemorrhage (sangat jarang)
  • Corneal abrasion (pada malposisi blade)

Risiko komplikasi berkurang secara signifikan pada:

  • indikasi tepat,
  • teknik terstandardisasi,
  • operator berpengalaman.

9. Forceps vs Vacuum Extraction — Ringkasan Perbandingan

Aspek Forceps Vacuum
Keberhasilan Lebih tinggi Lebih rendah
Kecepatan lahir Lebih cepat Lebih lama
Rotasi kepala Dapat dilakukan Terbatas
Trauma maternal Lebih tinggi Lebih rendah
Trauma neonatal scalp Lebih rendah Lebih tinggi
Subgaleal hemorrhage Jarang Lebih sering

Forceps sering dipilih bila:

  • station sangat rendah,
  • perlu ekstraksi cepat,
  • perlu rotasi signifikan.

10. Prinsip Keselamatan

Tindakan harus dihentikan bila:

  • tidak ada progres setelah beberapa traksi adekuat,
  • malaplikasi forceps,
  • terjadi komplikasi maternal/anak

Segera lakukan:

  • reevaluasi panggul & posisi kepala
  • konversi ke seksio sesarea bila diperlukan

Daftar Pustaka (Format Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 25th ed. McGraw-Hill; 2018.
  2. Olson R, Satin AJ. Operative Vaginal Delivery. Obstet Gynecol Clin North Am. 2011;38(2):305-25.
  3. ACOG Practice Bulletin No. 219: Operative Vaginal Birth. American College of Obstetricians and Gynecologists; 2020.
  4. RCOG Green-top Guideline No. 26 — Assisted Vaginal Birth. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists; 2020.
  5. O’Mahony F, Hofmeyr G, Menon V. Choice of instruments for assisted vaginal delivery. Cochrane Database Syst Rev. 2010.
  6. Johanson RB, Menon V. Vacuum extraction versus forceps for assisted vaginal delivery. Cochrane Database Syst Rev. 2000.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Kurva Lubchenko

Kurva Lubchenko adalah kurva untuk menaksir perkiraan berat badan janin pada kehamilan, apakah janin tersebut kecil sesuai atau besar dari masa kehamilan. Berikut wallpaper Hp yang dapat didownload untuk anda. Feel free to take pals.

Sesingkat itu..

 Nak, kali ini bapak akan mengingatkanmu tentang konsep manners matter. Ya bagaimana manners Kita sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Bagaimana attitude akan berpengaruh besar dalam kehidupan kita. Sepenting itu kah. Benar. Manners Dan attitude ternyata adalah rangkaian dari habit yg harus dipupuk sejak dini. Di era dewasa ini dan kehidupan dewasa ini penting karena nantinya habit kecil kecil kitalah yg akan membuat manners Kita terhadap kejadian terhadap orang lain yang tentunya tidak akan kita ketahui ke depannya akankah menjadi takdir besar kita ataukah hanya numpang lewat saja.  Bapak pernah memberitahumu tentang memilih dengan dewasa, memilih dengan bertanggung jawab dan teknisnya seperti apa. ketika kita memilih untuk berbuat ataupun tidak berbuat tentu kita akan tahu konsekuensinya. Bapak ulangi, kita harus menakar konsekuensinya. Penyesalan adalah hal yang hadir ketika ekspektasi tidak sesuai dengan realita. Ketika ada diskrepansi antara apa yang kita perhitungkan...