Langsung ke konten utama

Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS)



1. Definisi

Ovarian Hyperstimulation Syndrome (OHSS) adalah komplikasi iatrogenik yang serius dari stimulasi ovarium, terutama pada program assisted reproductive technology (ART) seperti IVF, yang ditandai oleh peningkatan permeabilitas vaskular sistemik akibat mediator vasoaktif, sehingga terjadi pergeseran cairan intravaskular ke ruang ketiga (ascites, pleural effusion, pericardial effusion).


2. Patofisiologi (Inti Mekanisme)

Patogenesis OHSS tidak semata-mata karena ovarium membesar, tetapi akibat disfungsi endotel sistemik.

Mekanisme utama:

  1. Human chorionic gonadotropin (hCG) (endogen atau eksogen) → stimulasi sel granulosa lutein
  2. ↑ produksi vascular endothelial growth factor (VEGF)
  3. VEGF berikatan dengan VEGFR-2 pada endotel vaskular
  4. → ↑ permeabilitas kapiler
  5. third spacing cairan:
    • Ascites
    • Efusi pleura
    • Hemokonsentrasi
    • Hipovolemia intravaskular

📌 hCG adalah trigger kunci, sehingga OHSS tidak terjadi tanpa paparan hCG.


3. Faktor Risiko

Faktor pasien:

  • Usia muda
  • Polycystic ovary syndrome (PCOS) → risiko tertinggi
  • BMI rendah
  • Riwayat OHSS sebelumnya

Faktor siklus stimulasi:

  • Estradiol tinggi (>3.000–4.000 pg/mL)
  • Jumlah folikel banyak (>20)
  • Dosis gonadotropin tinggi
  • Trigger dengan hCG
  • Kehamilan (hCG endogen memperberat)

4. Klasifikasi OHSS (Klinis)

A. Berdasarkan derajat keparahan (klasik)

1. Ringan

  • Distensi abdomen ringan
  • Nyeri perut ringan
  • Ovarium <5–8 cm

2. Sedang

  • Nyeri abdomen sedang
  • Mual, muntah
  • Ascites ringan (USG)
  • Ovarium 8–12 cm

3. Berat

  • Ascites klinis nyata
  • Efusi pleura
  • Oliguria
  • Hematokrit ↑
  • Gangguan elektrolit

4. Kritis

  • Trombosis
  • ARDS
  • Gagal ginjal akut
  • Syok hipovolemik

5. Tipe OHSS Berdasarkan Onset

  1. Early OHSS

    • 3–7 hari pasca hCG eksogen
    • Berkaitan langsung dengan dosis hCG
  2. Late OHSS

    • 10–17 hari pasca hCG
    • Dipicu oleh hCG endogen akibat kehamilan
    • Biasanya lebih berat dan lebih lama

6. Manifestasi Klinis Penting

  • Distensi abdomen progresif
  • Nyeri pelvis
  • Sesak napas (efusi pleura)
  • Penurunan urin
  • Tanda tromboemboli
  • Peningkatan berat badan cepat (>2 kg/24 jam)

7. Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium:

  • Hematokrit ↑ (hemokonsentrasi)
  • Albumin ↓
  • Elektrolit tidak seimbang
  • Kreatinin ↑

Imaging:

  • USG: ovarium membesar, ascites
  • CXR: efusi pleura (pada OHSS berat)

8. Prinsip Tatalaksana

A. Pencegahan (Paling Penting)

  • Individualisasi dosis gonadotropin
  • GnRH antagonist protocol
  • Trigger ovulasi dengan GnRH agonist (bukan hCG)
  • Freeze-all strategy (tanpa transfer embrio segar)
  • Cabergoline (inhibitor VEGF)

B. Terapi OHSS Aktif

OHSS ringan–sedang:

  • Rawat jalan
  • Monitoring ketat
  • Asupan cairan adekuat
  • Analgesik non-NSAID berat

OHSS berat–kritis:

  • Rawat inap
  • Monitoring cairan ketat
  • Infus kristaloid ± albumin
  • Paracentesis bila ascites simptomatik
  • Profilaksis tromboemboli (LMWH)

📌 Tidak dianjurkan restriksi cairan agresif karena memperburuk hipovolemia intravaskular.


9. Prognosis

  • Mayoritas kasus ringan → resolusi spontan
  • Kasus berat → risiko mortalitas rendah tetapi morbiditas tinggi
  • Prognosis memburuk bila disertai kehamilan multipel

10. Poin Kunci Klinis (Take Home Message)

  • OHSS adalah komplikasi vaskular sistemik, bukan sekadar pembesaran ovarium
  • hCG adalah kunci patogenesis
  • Pencegahan jauh lebih efektif dibanding terapi
  • Protokol ART modern hampir dapat mengeliminasi OHSS berat bila diterapkan dengan benar

Daftar Pustaka (Format Vancouver)

  1. Hoffman BL, Schorge JO, Schaffer JI, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  2. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  3. Rizk B, Aboulghar M. Classification, pathophysiology and management of ovarian hyperstimulation syndrome. Hum Reprod Update. 1999;5(6):597–611.
  4. Delvigne A, Rozenberg S. Epidemiology and prevention of ovarian hyperstimulation syndrome (OHSS): a review. Hum Reprod Update. 2002;8(6):559–77.
  5. Practice Committee of the American Society for Reproductive Medicine. Prevention and treatment of moderate and severe ovarian hyperstimulation syndrome. Fertil Steril. 2016;106(7):1634–47.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Perbedaan Bad Obstetrical History (BOH) vs Recurrent Pregnancy Loss (RPL)

  BOH adalah istilah luas yang dipakai pada praktik kebidanan (terutama di Indonesia/daerah) untuk menyatakan riwayat obstetri sebelumnya yang buruk — tidak hanya keguguran berulang tetapi juga termasuk stillbirth, IUFD (intrauterine fetal death), IUGR, neonatal death, pre-eclampsia berat, malformasi kongenital, kelahiran prematur berulang, dsb. RPL lebih spesifik: merujuk pada kejadian kehamilan yang hilang (miscarriage/pregnancy loss) berulang menurut definisi pedoman internasional (≥2 atau ≥3 kehilangan kehamilan, tergantung pedoman). Ini adalah perbedaan kunci: BOH = kategori riwayat buruk (multifaset); RPL = entitas klinis spesifik (keguguran berulang).  --- A. Bad Obstetrical History (BOH) 1. Definisi BOH (kadang disebut Bad Obstetric History) adalah istilah klinis yang menggambarkan riwayat obstetri sebelumnya yang tidak menguntungkan, misalnya: dua atau lebih keguguran beruntun, IUFD, kelahiran mati (stillbirth), kelahiran prematur berulang, IUGR berulang, bayi meningg...