Langsung ke konten utama

Endometrial Intraepithelial Neoplasia (EIN)

 

Definisi

Endometrial Intraepithelial Neoplasia (EIN) adalah lesi prekursor kanker endometrium tipe endometrioid yang ditandai oleh proliferasi klonal kelenjar endometrium dengan atipia sitologis dan arsitektural, tanpa invasi miometrium. EIN bukan sekadar hiperplasia, melainkan neoplasia pra-invasif.

Konsep EIN menggantikan klasifikasi hiperplasia lama WHO 1994 karena lebih akurat memprediksi risiko kanker endometrium.


Dasar Konseptual EIN

Menurut Williams Gynecology dan WHO 2014:

  • EIN adalah lesi monoklonal
  • Merupakan stadium awal karsinogenesis endometrioid
  • Berbeda secara biologis dari hiperplasia non-atipia

Epidemiologi & Signifikansi Klinis

  • Usia tipikal: perimenopause–awal pascamenopause
  • Risiko:
    • Ko-eksistensi kanker endometrium saat diagnosis EIN: 30–50%
    • Progresi menjadi kanker dalam 1–5 tahun bila tidak ditatalaksana

➡️ Oleh karena itu, EIN diperlakukan secara klinis hampir setara dengan kanker stadium sangat dini.


Patogenesis (Molekuler & Histologis)

1. Estrogen Tanpa Oposisi

  • Obesitas
  • PCOS
  • Anovulasi kronik
  • Estrogen eksogen

2. Perubahan Molekuler

Mutasi awal khas:

  • PTEN loss (paling awal & khas)
  • PIK3CA
  • KRAS
  • ARID1A

EIN dan kanker endometrium tipe I berada pada kontinum genetik yang sama.


Kriteria Diagnosis EIN (WHO / EIN System)

Diagnosis EIN harus memenuhi semua kriteria berikut:

1. Kepadatan Kelenjar Tinggi

  • Rasio kelenjar : stroma >1
  • Stroma normal berkurang signifikan

2. Atipia Sitologis

  • Nukleus membesar
  • Bentuk ireguler
  • Hiperkromasia
  • Nukleoli menonjol

3. Ukuran Lesi ≥1 mm

  • Menunjukkan proses klonal, bukan reaktif

4. Eksklusi Keganasan

  • Tidak ada invasi miometrium
  • Tidak ada arsitektur kompleks kribriform destruktif

5. Eksklusi Diagnosis Banding

  • Bukan polip endometrium
  • Bukan perubahan hormonal fisiologis

Perbandingan EIN vs Hiperplasia Non-Atipia

Aspek EIN Hiperplasia Non-Atipia
Sifat Neoplastik Reaktif
Klonal Ya Tidak
Risiko kanker 30–50% <5%
Regresi spontan Jarang Sering
Terapi Histerektomi Progestin

Manifestasi Klinis

  • AUB perimenopause
  • PMB
  • Sering tanpa nyeri
  • Dapat asimtomatik (insidental)

Diagnosis Klinis & Penunjang

1. USG Transvaginal

  • Endometrium menebal
  • Tidak spesifik

2. Biopsi Endometrium (Kunci)

  • Pipelle dapat cukup
  • Histeroskopi-biopsi dianjurkan bila:
    • Lesi fokal
    • Biopsi tidak representatif

Tatalaksana EIN

1. Terapi Definitif (Standar Emas)

Histerektomi Total

  • Indikasi:
    • Tidak ingin fertilitas
    • Usia >40 th
    • Risiko tinggi ko-eksistensi kanker

Catatan penting:

  • BSO dianjurkan pada pascamenopause
  • Pada premenopause → individual

2. Fertility-Sparing Management

Indikasi sangat selektif

  • Usia muda
  • Sangat ingin hamil
  • Tidak ada invasi miometrium (MRI)
  • Compliance tinggi

Modalitas

  • Progestin dosis tinggi (MPA / MA)
  • LNG-IUS (paling efektif)
  • Kombinasi oral + LNG-IUS

Monitoring

  • Biopsi endometrium tiap 3–6 bulan
  • Tidak respon dalam 6–12 bulan → histerektomi

Respons Terapi Progestin

  • Remisi histologis: 70–85%
  • Rekurensi: 30–40%
  • Risiko progresi tetap ada

➡️ Setelah hamil/selesai reproduksi → histerektomi tetap dianjurkan


EIN vs Kanker Endometrium Stadium IA (G1)

Aspek EIN Ca Endometrium IA
Invasi miometrium Tidak ada Ada (<50%)
Metastasis Tidak Mungkin
Terapi standar Histerektomi TH-BSO
Prognosis Sangat baik Sangat baik

Kesalahan Klinis yang Sering

  • Menganggap EIN sebagai hiperplasia biasa
  • Memberi hormon tanpa biopsi follow-up
  • Menunda histerektomi pada pasien tidak ingin fertilitas

Kesimpulan Klinis

  • EIN adalah lesi prekursor ganas, bukan hiperplasia sederhana
  • Risiko kanker endometrium tinggi dan nyata
  • Histerektomi adalah terapi standar
  • Fertility-sparing hanya untuk kasus sangat selektif dengan monitoring ketat

Daftar Pustaka (Vancouver Style)

  1. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  2. Kurman RJ, et al. WHO Classification of Tumours of Female Reproductive Organs. 4th ed. IARC; 2014.
  3. Mutter GL, et al. Endometrial intraepithelial neoplasia: clinical correlates and outcomes. J Clin Oncol. 2000;18(2):273–80.
  4. Trimble CL, et al. Management of endometrial precancers. Obstet Gynecol. 2012;120:1160–75.
  5. Colombo N, et al. ESMO–ESGO–ESTRO consensus on endometrial cancer. Int J Gynecol Cancer. 2016;26(1):2–30.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Kurva Lubchenko

Kurva Lubchenko adalah kurva untuk menaksir perkiraan berat badan janin pada kehamilan, apakah janin tersebut kecil sesuai atau besar dari masa kehamilan. Berikut wallpaper Hp yang dapat didownload untuk anda. Feel free to take pals.

Sesingkat itu..

 Nak, kali ini bapak akan mengingatkanmu tentang konsep manners matter. Ya bagaimana manners Kita sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Bagaimana attitude akan berpengaruh besar dalam kehidupan kita. Sepenting itu kah. Benar. Manners Dan attitude ternyata adalah rangkaian dari habit yg harus dipupuk sejak dini. Di era dewasa ini dan kehidupan dewasa ini penting karena nantinya habit kecil kecil kitalah yg akan membuat manners Kita terhadap kejadian terhadap orang lain yang tentunya tidak akan kita ketahui ke depannya akankah menjadi takdir besar kita ataukah hanya numpang lewat saja.  Bapak pernah memberitahumu tentang memilih dengan dewasa, memilih dengan bertanggung jawab dan teknisnya seperti apa. ketika kita memilih untuk berbuat ataupun tidak berbuat tentu kita akan tahu konsekuensinya. Bapak ulangi, kita harus menakar konsekuensinya. Penyesalan adalah hal yang hadir ketika ekspektasi tidak sesuai dengan realita. Ketika ada diskrepansi antara apa yang kita perhitungkan...