Langsung ke konten utama

Tuberkulosis (TB) pada kehamilan

 



1. Definisi dan epidemiologi

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi kronik oleh Mycobacterium tuberculosis, yang terutama menyerang paru (TB paru), namun dapat mengenai organ lain (TB ekstra paru).

Kehamilan tidak melindungi terhadap TB dan tidak secara signifikan menurunkan imunitas seluler, tetapi perubahan fisiologis kehamilan dapat:

  • Menyebabkan keterlambatan diagnosis
  • Memperberat manifestasi klinis
  • Meningkatkan komplikasi maternal dan perinatal bila tidak ditangani

TB masih merupakan penyebab penting morbiditas dan mortalitas maternal di negara berkembang.


2. Patofisiologi TB pada kehamilan

Perubahan imunologis kehamilan

  • Dominasi imunitas humoral (Th2) atas imunitas seluler (Th1)
  • Penurunan aktivitas makrofag dan sel T CD4+
  • Kondisi ini tidak menyebabkan TB, tetapi:
    • Memungkinkan reaktivasi TB laten
    • Memperberat progresivitas TB aktif

Dampak fisiologis paru

  • ↑ konsumsi oksigen
  • ↓ kapasitas residu fungsional
  • TB paru → gangguan pertukaran gas → hipoksia maternal → hipoksia janin

3. Manifestasi klinis

Gejala TB paru

  • Batuk ≥2 minggu
  • Batuk berdarah
  • Demam subfebris lama
  • Keringat malam
  • Penurunan BB
  • Fatigue

Gejala sering tumpang tindih dengan kehamilan normal, sehingga diagnosis sering terlambat.

TB ekstra paru pada kehamilan

  • Limfadenitis TB (paling sering)
  • TB pleura
  • TB milier
  • TB meningitis (berat, mortalitas tinggi)
  • TB genital (jarang terdiagnosis saat hamil)

4. Dampak TB terhadap kehamilan

Dampak maternal

  • Anemia
  • Gagal napas (TB berat)
  • Sepsis TB
  • Mortalitas meningkat bila tidak diobati

Dampak perinatal

  • Abortus
  • Prematuritas
  • Berat badan lahir rendah (BBLR)
  • IUGR
  • IUFD
  • TB kongenital (sangat jarang)

Risiko meningkat tajam pada:

  • TB aktif tidak diobati
  • TB diseminata
  • Koinfeksi HIV

5. Diagnosis TB pada kehamilan

Pemeriksaan yang dianjurkan

  1. Tes molekuler cepat (TCM / Xpert MTB/RIF)
    • Aman pada kehamilan
    • Deteksi resistensi rifampisin
  2. BTA sputum
  3. Kultur sputum (gold standard, namun lama)
  4. Foto toraks
    • Aman dengan pelindung abdomen (lead shield)
  5. IGRA / Mantoux
    • Untuk TB laten (interpretasi terbatas pada kehamilan)

Kehamilan bukan kontraindikasi pemeriksaan radiologi bila ada indikasi klinis kuat.


6. Tata laksana TB pada kehamilan

Prinsip umum

  • TB harus diobati segera, tanpa menunda hingga postpartum
  • Manfaat terapi jauh lebih besar daripada risiko obat

Regimen TB sensitif obat (WHO & nasional)

Regimen standar (6 bulan):

  • Fase intensif (2 bulan):
    • Isoniazid (H)
    • Rifampisin (R)
    • Ethambutol (E)
    • Pyrazinamide (Z)
  • Fase lanjutan (4 bulan):
    • Isoniazid + Rifampisin

➡️ HRZE aman pada kehamilan

Suplementasi

  • Pyridoxine (vitamin B6) 25–50 mg/hari
    • Wajib untuk mencegah neuropati isoniazid

7. Obat anti-TB dan keamanan kehamilan

Obat Keamanan
Isoniazid Aman
Rifampisin Aman (risiko perdarahan neonatal → vit K)
Ethambutol Aman
Pyrazinamide Aman
Streptomisin ❌ Kontraindikasi (ototoksik janin)
Fluoroquinolone ❌ Dihindari
Linezolid Hati-hati, kasus selektif

8. TB resisten obat (MDR-TB) pada kehamilan

  • Manajemen kompleks
  • Risiko tinggi maternal dan janin
  • Terapi individual berbasis manfaat-risiko
  • Bukan indikasi terminasi kehamilan absolut, tetapi konseling sangat penting

9. Persalinan dan menyusui

Mode persalinan

  • Tidak ada indikasi SC karena TB
  • Persalinan pervaginam dapat dilakukan bila kondisi maternal stabil

Menyusui

  • DIPERBOLEHKAN
  • OAT diekskresikan minimal ke ASI
  • Bayi:
    • Profilaksis isoniazid
    • Imunisasi BCG sesuai pedoman nasional

10. TB dan kehamilan menurut klasifikasi risiko maternal

  • TB aktif terkontrol → mWHO II–III
  • TB berat / milier / MDR → mWHO III–IV
  • Koinfeksi HIV → risiko meningkat signifikan

Kesimpulan

  • TB pada kehamilan adalah kondisi serius tetapi dapat diobati
  • Diagnosis dini dan terapi adekuat menurunkan morbiditas dan mortalitas maternal–perinatal
  • Regimen OAT lini pertama aman untuk kehamilan
  • Penundaan terapi jauh lebih berbahaya dibanding efek samping obat

Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. World Health Organization. Treatment of Tuberculosis: Guidelines. 4th ed. Geneva: WHO; 2010.
  3. Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2020.
  4. Bothamley GH. Drug treatment for tuberculosis during pregnancy: safety considerations. Drug Saf. 2001;24(7):553–65.
  5. Loto OM, Awowole I. Tuberculosis in pregnancy: a review. J Pregnancy. 2012;2012:379271.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...