1. Definisi dan Epidemiologi
Limfoma Non-Hodgkin (LNH) adalah kelompok heterogen keganasan limfoid yang berasal dari limfosit B, T, atau NK, tanpa sel Reed–Sternberg.
- Jauh lebih jarang dibanding Limfoma Hodgkin pada kehamilan
- Insidens ± 1 : 5.000–10.000 kehamilan
- Pada kehamilan, LNH cenderung:
- Tipe agresif
- Stadium lanjut (III–IV)
- Keterlibatan ekstranodal (payudara, ovarium, GI, SSP)
📌 Berbeda dengan LH, LNH lebih sering memerlukan terapi segera.
2. Subtipe LNH yang Sering pada Kehamilan
A. Agresif (Paling sering)
- Diffuse Large B-Cell Lymphoma (DLBCL)
- Burkitt lymphoma
- Primary mediastinal B-cell lymphoma
- Peripheral T-cell lymphoma
B. Indolent (Jarang pada kehamilan)
- Follicular lymphoma
- Marginal zone lymphoma
📌 LNH indolen jarang terdiagnosis saat hamil karena perjalanan lambat.
3. Patofisiologi Singkat
- Proliferasi klonal limfosit dengan indeks mitotik tinggi
- Ekspresi onkogen (mis. MYC pada Burkitt)
- Kehamilan tidak mengubah biologi tumor, namun:
- Perubahan imunologis maternal
- Peningkatan vaskularisasi → dapat mempercepat manifestasi klinis
4. Manifestasi Klinis pada Kehamilan
A. Gejala Umum
- Limfadenopati cepat membesar
- B symptoms berat
- Penurunan BB, malaise
B. Keterlibatan Ekstranodal (khas LNH pada hamil)
- Ovarium → nyeri pelvis, massa adnexa
- Payudara → sering salah diagnosis mastitis
- GI → obstruksi, perdarahan
- SSP → defisit neurologis
📌 LNH harus dicurigai pada massa cepat membesar pada kehamilan.
5. Diagnosis pada Kehamilan
A. Diagnosis Definitif
- Biopsi eksisional nodus atau massa
- Immunohistochemistry + flow cytometry
B. Pemeriksaan Penunjang Aman
- Darah lengkap, LDH (sering ↑)
- USG abdomen/pelvis
- MRI tanpa gadolinium
C. Pemeriksaan yang Dihindari
- PET-CT
- CT scan berulang dengan radiasi tinggi
6. Staging (Ann Arbor)
Sebagian besar pasien hamil datang pada stadium III–IV.
| Stadium | Keterangan |
|---|---|
| I | 1 regio |
| II | ≥2 regio satu sisi diafragma |
| III | Kedua sisi diafragma |
| IV | Organ ekstranodal (hepar, SSP, BM) |
Suffix A/B tetap digunakan.
7. Prinsip Tatalaksana Umum
Berbeda dengan LH:
- Delay terapi sering berbahaya
- Tujuan utama:
- Menyelamatkan ibu
- Mengoptimalkan outcome janin
- Pendekatan individual dan multidisiplin
8. Tatalaksana Berdasarkan Usia Kehamilan
A. Trimester I
Risiko teratogenik tertinggi.
Pilihan:
- LNH indolen, stadium awal:
- Observasi ketat (jarang)
- LNH agresif:
- Kemoterapi segera sangat dipertimbangkan
- Diskusi etik mengenai terminasi kehamilan bila terapi tidak dapat ditunda
📌 Tidak ada kewajiban terminasi, tetapi keselamatan ibu prioritas utama.
B. Trimester II–III
Regimen Kemoterapi Standar
-
CHOP:
- Cyclophosphamide
- Doxorubicin
- Vincristine
- Prednisone
-
R-CHOP:
- Rituximab + CHOP
- Data kehamilan:
- Relatif aman
- Dapat menyebabkan B-cell depletion sementara pada neonatus
✔ Tidak meningkatkan malformasi kongenital mayor
✔ Risiko utama: prematuritas & BBLR
9. Obat yang Perlu Diwaspadai
| Obat | Catatan |
|---|---|
| Methotrexate | Kontraindikasi absolut |
| High-dose cytarabine | Risiko neurotoksik |
| Rituximab | B-cell depletion neonatal sementara |
| Radioterapi | Dihindari |
10. Persalinan
- Usahakan kehamilan mencapai ≥37 minggu
- Jeda kemoterapi–persalinan: 2–3 minggu
- Mode persalinan:
- Per vaginam bila stabil
- SC hanya indikasi obstetri
11. Prognosis
A. Prognosis Maternal
- Ditentukan oleh:
- Subtipe histologis
- Stadium
- Kehamilan tidak memperburuk survival bila terapi optimal
B. Outcome Janin
- Tidak ada peningkatan kanker anak
- Komplikasi utama: prematuritas iatrogenik
12. Menyusui
- Kontraindikasi selama kemoterapi
- Rituximab: ASI ditunda hingga obat tereliminasi
13. Perbandingan Singkat: Hodgkin vs Non-Hodgkin (Kehamilan)
| Aspek | Hodgkin | Non-Hodgkin |
|---|---|---|
| Biologi | Relatif indolen | Lebih agresif |
| Stadium saat diagnosis | Awal | Lanjut |
| Delay terapi | Sering mungkin | Jarang aman |
| Regimen utama | ABVD | CHOP / R-CHOP |
| Prognosis | Sangat baik | Variabel |
14. Kesimpulan Klinis
- LNH pada kehamilan jarang tetapi agresif
- Diagnosis sering terlambat karena gejala menyerupai kehamilan normal
- Kemoterapi trimester II–III dapat dan harus diberikan bila indikasi
- Pendekatan multidisiplin mutlak diperlukan
- Keselamatan ibu tetap prioritas utama
Daftar Pustaka (Vancouver)
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
- Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
- Lishner M, Avivi I, Apperley JF, et al. Hematologic malignancies in pregnancy. Lancet Oncol. 2016;17:e284-e292.
- Evens AM, et al. Management of lymphoma in pregnancy. J Clin Oncol. 2013;31:4132-4139.
- ESMO Guidelines Committee. Cancer, pregnancy and fertility. Ann Oncol. 2020;31:1651-1663.
- Pereg D, Koren G, Lishner M. Treatment of lymphoma in pregnancy. Haematologica. 2007;92:1230-1237.
Komentar