Langsung ke konten utama

Kanker Ovarium (Carcinoma Ovarii / Ca Ovarium)

 


1. Definisi

Kanker ovarium adalah keganasan yang berasal dari ovarium, tuba falopi, atau peritoneum primer, dan merupakan penyebab kematian tertinggi dari kanker ginekologi karena sering terdiagnosis pada stadium lanjut.

📌 Konsep modern:

Sebagian besar “kanker ovarium epitelial” berasal dari tuba falopi distal (fimbriae), bukan ovarium primer.


2. Epidemiologi

  • Insidensi puncak: usia 50–70 tahun
  • ±70% terdiagnosis pada stadium III–IV
  • Survival 5 tahun:
    • Stadium I: >90%
    • Stadium III–IV: <30–40%

3. Faktor Risiko

A. Reproduktif

  • Nulliparitas
  • Infertilitas
  • Menarke dini – menopause terlambat

B. Genetik

  • BRCA1 / BRCA2
  • Lynch syndrome (HNPCC)

C. Hormonal & Lingkungan

  • Estrogen tanpa progesteron
  • Endometriosis → clear cell & endometrioid carcinoma

📌 Kehamilan, menyusui, dan kontrasepsi oral bersifat protektif


4. Klasifikasi Histopatologi

A. Epitelial (±90%)

Tipe Catatan
High-grade serous carcinoma (HGSC) Paling sering & paling agresif
Low-grade serous Lebih indolen
Endometrioid Terkait endometriosis
Clear cell Terkait endometriosis, kemoresisten
Mucinous Jarang primer ovarium

📌 HGSC = p53 mutation, asal tuba


B. Germ Cell Tumor

  • Dysgerminoma
  • Yolk sac tumor
  • Choriocarcinoma

➡️ Umumnya usia muda


C. Sex Cord–Stromal Tumor

  • Granulosa cell tumor (estrogenik)
  • Sertoli-Leydig (androgenik)

5. Manifestasi Klinis

Gejala Awal (non-spesifik)

  • Kembung
  • Cepat kenyang
  • Nyeri perut ringan
  • Perubahan pola BAB

Gejala Lanjut

  • Distensi abdomen
  • Ascites
  • Penurunan BB
  • Dispnea

📌 “Silent killer” karena gejala samar


6. Diagnosis

A. Imaging

  • USG transvaginal: massa kompleks/padat
  • CT-scan abdomen pelvis → staging & resectability
  • MRI bila diperlukan

B. Marker Tumor

Marker Kegunaan
CA-125 Monitoring & prognosis
HE4 Spesifisitas ↑
AFP Yolk sac tumor
β-hCG Choriocarcinoma
LDH Dysgerminoma
Inhibin B Granulosa cell tumor

📌 CA-125 bukan skrining populasi


C. Skoring Risiko

  • IOTA ADNEX model (direkomendasikan)
  • RMI (alternatif fasilitas terbatas)

7. Staging (FIGO 2014)

Stadium I

  • Terbatas ovarium

Stadium II

  • Penyebaran pelvis

Stadium III

  • Metastasis peritoneal luar pelvis / kelenjar retroperitoneal

Stadium IV

  • Metastasis jauh (paru, hati parenkim)

8. Prinsip Tatalaksana

A. Bedah (Pilar Utama)

Primary debulking surgery (PDS):

  • TAH-BSO
  • Omentektomi
  • Biopsi peritoneum
  • Lymph node sampling selektif

🎯 Tujuan: no gross residual disease


B. Kemoterapi

  • Platinum-based (carboplatin + paclitaxel)
  • Neoadjuvant chemotherapy (NACT) bila:
    • Tumor unresectable
    • Kondisi umum buruk

C. Terapi Target

  • PARP inhibitors (BRCA mutation)
  • Bevacizumab (anti-VEGF)

9. Fertility-Sparing Surgery

Dipertimbangkan pada:

  • Usia muda
  • Stadium IA
  • Histologi low-grade / germ cell

📌 Tidak untuk HGSC lanjut


10. Prognosis

Faktor prognostik terpenting:

  1. Stadium
  2. Residual tumor pasca operasi
  3. Histologi
  4. Respons terhadap platinum

11. Pencegahan & Skrining

  • Tidak ada skrining efektif populasi umum
  • BRCA carrier:
    • Risk-reducing salpingo-oophorectomy
  • Opportunistic salpingectomy

12. Poin Klinis Penting (High-Yield)

  • Ca ovarium sering terdiagnosis stadium lanjut
  • HGSC berasal dari tuba
  • CA-125 ≠ skrining
  • Optimal debulking = kunci survival
  • Endometriosis → clear cell carcinoma

13. Ringkasan Exam-Oriented

  • Massa ovarium + ascites + CA-125 ↑ → Ca ovarium
  • Usia muda + solid homogen + LDH ↑ → dysgerminoma
  • Estrogenik + perdarahan → granulosa cell tumor
  • Stadium III → peritoneal disease

14. Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Hoffman BL, Schorge JO, Schaffer JI, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  3. Berek JS, Novak E. Berek & Novak’s Gynecology. 16th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2020.
  4. Prat J. FIGO staging for ovarian cancer 2014. Int J Gynecol Obstet. 2014;124:1–5.
  5. Torre LA, et al. Ovarian cancer statistics. CA Cancer J Clin. 2018;68:284–96.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...