Langsung ke konten utama

Staging Kanker Ovarium (FIGO Surgical Staging)

 

Kanker ovarium menggunakan FIGO surgical staging, artinya stadium ditentukan berdasarkan temuan intraoperatif dan histopatologi, bukan klinis semata. Staging yang akurat sangat menentukan prognosis dan terapi adjuvan.

Rujukan utama: Williams Gynecology, Berek & Novak, dan konsensus FIGO.


Prinsip Dasar Staging Kanker Ovarium

  • Dilakukan saat laparotomi/laparoskopi staging
  • Meliputi:
    • Evaluasi kedua ovarium
    • Sitologi cairan peritoneum
    • Biopsi peritoneum multipel
    • Omentektomi
    • Evaluasi KGB pelvis & paraaorta

FIGO Staging Kanker Ovarium


STADIUM I – Terbatas pada Ovarium/Tuba

IA

  • Satu ovarium/tuba
  • Kapsul utuh
  • Tidak ada tumor di permukaan
  • Sitologi peritoneum negatif

IB

  • Kedua ovarium/tuba
  • Kapsul utuh
  • Sitologi negatif

IC – Terbatas ovarium tetapi dengan risiko tambahan

  • IC1: Ruptur kapsul intraoperatif
  • IC2: Ruptur kapsul praoperatif atau tumor di permukaan ovarium
  • IC3: Sitologi peritoneum positif

STADIUM II – Penyebaran ke Pelvis

IIA

  • Penyebaran ke uterus dan/atau tuba/ovarium kontralateral

IIB

  • Penyebaran ke jaringan pelvis lain
    • Ligamentum
    • Peritoneum pelvis
    • Kandung kemih/rektum tanpa invasi mukosa

STADIUM III – Penyebaran Ekstrapelvis / KGB

IIIA

  • Penyebaran mikroskopik ke peritoneum ekstrapelvis

IIIA1

  • Metastasis KGB retroperitoneal saja
    • IIIA1(i) ≤10 mm
    • IIIA1(ii) >10 mm

IIIA2

  • Penyebaran mikroskopik peritoneum ekstrapelvis ± KGB

IIIB

  • Implan peritoneum ekstrapelvis makroskopik ≤2 cm
  • ± KGB

IIIC

  • Implan peritoneum ekstrapelvis >2 cm
  • Termasuk metastasis ke permukaan hepar/lien
  • ± KGB

STADIUM IV – Metastasis Jauh

IVA

  • Efusi pleura dengan sitologi positif

IVB

  • Metastasis parenkim (hepar, lien)
  • Metastasis KGB ekstraabdomen (inguinal, supraklavikula)

Ringkasan Tabel Staging FIGO

Stadium Deskripsi
I Terbatas ovarium
IA–IB Kapsul utuh
IC Ruptur / sitologi (+)
II Penyebaran pelvis
III Ekstrapelvis / KGB
IV Metastasis jauh

Implikasi Klinis Staging

  • Stadium I
    → Bedah staging lengkap ± kemoterapi
  • Stadium II–IV
    Debulking surgery + kemoterapi platinum-based
  • Prognosis sangat tergantung:
    • Stadium
    • Residual tumor pasca-debulking

Perbandingan Singkat Prognosis (5-year Survival)

Stadium Survival
I 85–90%
II 60–70%
III 25–40%
IV <20%

Kesalahan Klinis yang Sering

  • Menganggap ruptur intraoperatif tidak memengaruhi stadium
    IC1
  • Tidak melakukan sitologi peritoneum
  • Tidak mengevaluasi KGB retroperitoneal

Kesimpulan Kunci

  • Staging kanker ovarium adalah staging bedah
  • Ruptur kapsul dan sitologi positif langsung menaikkan stadium
  • Stadium III ditentukan oleh peritoneum ekstrapelvis dan/atau KGB
  • Staging menentukan strategi kemoterapi dan prognosis

Daftar Pustaka (Vancouver Style)

  1. Berek JS. Berek & Novak’s Gynecology. 16th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2020.
  2. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  3. FIGO Committee on Gynecologic Oncology. FIGO staging for ovarian cancer. Int J Gynaecol Obstet. 2014;124(1):1–5.
  4. Colombo N, et al. ESMO–ESGO consensus conference on ovarian cancer. Ann Oncol. 2019;30(5):672–705.
  5. Prat J. FIGO staging for ovarian cancer. Int J Gynaecol Obstet. 2014;124:1–5.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...