Langsung ke konten utama

Limfoma Hodgkin (LH) pada kehamilan



1. Definisi dan Epidemiologi

Limfoma Hodgkin adalah keganasan sistem limfatik yang ditandai oleh keberadaan sel Reed–Sternberg. LH merupakan keganasan hematologi tersering kedua pada kehamilan setelah leukemia.

  • Insidens: ± 1 : 1.000–6.000 kehamilan
  • Puncak usia LH: 20–35 tahun, sehingga sering bertepatan dengan usia reproduktif
  • Sebagian besar pasien didiagnosis pada stadium awal (I–II)

📌 Kehamilan tidak meningkatkan agresivitas biologis LH.


2. Patofisiologi Singkat

  • Berasal dari limfosit B germinal center
  • Peran Epstein–Barr virus (EBV) pada sebagian kasus
  • Lingkungan sitokin dan sel inflamasi berperan besar dalam progresivitas penyakit
  • Kehamilan tidak mempercepat transformasi maligna, namun perubahan imunologis dapat memengaruhi presentasi klinis

3. Manifestasi Klinis pada Kehamilan

A. Gejala Umum

  • Limfadenopati tidak nyeri (servikal, supraklavikula, mediastinum)
  • B symptoms:
    • Demam tidak jelas sebab
    • Keringat malam
    • Penurunan BB >10% dalam 6 bulan

B. Tantangan pada Kehamilan

  • Mediastinal mass → dapat menimbulkan:
    • Dispneu (sering disalahartikan sebagai perubahan fisiologis kehamilan)
  • Anemia ringan sering tumpang tindih dengan anemia kehamilan

4. Diagnosis pada Kehamilan

A. Pemeriksaan Definitif

  • Biopsi kelenjar getah bening eksisional
    → Aman pada kehamilan
    → Wajib untuk konfirmasi histopatologi

B. Pemeriksaan Penunjang Aman

  • Darah lengkap, LED
  • Fungsi hati & ginjal
  • USG abdomen
  • MRI tanpa gadolinium (pilihan imaging terbaik)

C. Pemeriksaan yang Dihindari

  • CT scan dengan kontras (radiasi)
  • PET-CT (ditunda hingga postpartum)

📌 Staging sering dimodifikasi selama kehamilan, dengan imaging terbatas.


5. Staging (Ann Arbor – Modifikasi Kehamilan)

Stadium Keterangan
I 1 regio nodus
II ≥2 regio nodus, sisi diafragma sama
III Kedua sisi diafragma
IV Keterlibatan organ ekstra-nodal

Suffix A/B tetap digunakan.


6. Prinsip Tatalaksana Umum

Tujuan utama:

  1. Keselamatan ibu
  2. Minimalisasi risiko janin
  3. Tidak menunda terapi kuratif secara tidak perlu

Keputusan harus multidisiplin:

  • Obstetri fetomaternal
  • Hematologi–onkologi
  • Neonatologi
  • Anestesi

7. Tatalaksana Berdasarkan Usia Kehamilan

A. Trimester I (≤13 minggu)

Risiko tertinggi teratogenik

Pilihan:

  • Stadium awal, gejala ringan:
    • Watchful waiting dengan monitoring ketat
  • Stadium lanjut / progresif:
    • Diskusi etik:
      • Delay terapi
      • Kemoterapi terbatas (sangat selektif)
      • Terminasi kehamilan (bukan indikasi absolut, tergantung kondisi)

📌 Radioterapi kontraindikasi absolut trimester I.


B. Trimester II–III (≥14 minggu)

Kemoterapi pilihan standar:

ABVD regimen

  • A: Doxorubicin
  • B: Bleomycin
  • V: Vinblastine
  • D: Dacarbazine

✔ Dianggap relatif aman setelah organogenesis
✔ Tidak meningkatkan malformasi kongenital mayor

Efek potensial janin:

  • BBLR
  • Prematuritas (lebih sering akibat iatrogenik)

📌 Hindari:

  • BEACOPP (toksisitas tinggi)
  • Radioterapi kecuali kondisi emergensi terbatas

8. Waktu dan Cara Persalinan

  • Targetkan kehamilan aterm (≥37 minggu) bila stabil
  • Persalinan:
    • Per vaginam bila tidak ada kontraindikasi obstetri
    • SC hanya indikasi obstetri
  • Jeda kemoterapi–persalinan: ≥2–3 minggu (hindari mielosupresi neonatal)

9. Prognosis Maternal dan Fetal

A. Prognosis Ibu

  • Sama dengan wanita tidak hamil
  • Overall survival >90% (stadium awal)

B. Outcome Janin

  • Tidak ada peningkatan signifikan:
    • Malformasi kongenital
    • Kanker anak
  • Risiko utama: prematuritas

10. Menyusui

  • Kontraindikasi selama kemoterapi aktif
  • Boleh menyusui setelah:
    • Obat tereliminasi sempurna
    • Konsultasi hematologi

11. Poin Klinis Penting (Take Home Messages)

  • Limfoma Hodgkin bukan indikasi terminasi kehamilan
  • ABVD aman pada trimester II–III
  • Biopsi tetap wajib untuk diagnosis
  • Keputusan terapi harus individual dan multidisiplin
  • Prognosis ibu sangat baik bila ditangani adekuat

Daftar Pustaka (Format Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  3. Lishner M, Avivi I, Apperley JF, et al. Hematologic malignancies in pregnancy: management guidelines. Lancet Oncol. 2016;17(7):e284–e292.
  4. Evens AM, Advani R, Press OW, et al. Hodgkin lymphoma occurring during pregnancy. J Clin Oncol. 2011;29(10):1354–1361.
  5. ESMO Guidelines Committee. Cancer, pregnancy and fertility. Ann Oncol. 2020;31(12):1651–1663.
  6. Pereg D, Koren G, Lishner M. The treatment of Hodgkin’s and non-Hodgkin’s lymphoma in pregnancy. Haematologica. 2007;92(9):1230–1237.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...