1. Definisi
Distosia bahu adalah kegagalan bahu janin untuk lahir secara spontan setelah kepala lahir, akibat impaksi bahu anterior di belakang simfisis pubis (paling sering), atau lebih jarang bahu posterior pada promontorium sakrum.
📌 Distosia bahu adalah kegawatdaruratan obstetri yang tidak dapat diprediksi sepenuhnya dan memerlukan tindakan segera serta terkoordinasi.
2. Epidemiologi
- Insidensi: 0,2–3% dari seluruh persalinan pervaginam
- Risiko meningkat seiring:
- Berat lahir >4000–4500 g
- Diabetes maternal
- Namun ±50% kasus terjadi pada bayi berat lahir normal
3. Patofisiologi dan Mekanisme
Mekanisme normal
- Diameter biakromial janin menyesuaikan dengan diameter oblik panggul
- Rotasi internal bahu memungkinkan bahu anterior lahir di bawah simfisis
Pada distosia bahu
- Diameter biakromial terlalu besar atau rotasi gagal
- Bahu anterior terjebak di belakang simfisis pubis
- Kepala sudah lahir → kompresi tali pusat dan vena jugularis
- Hipoksia dapat terjadi dalam hitungan menit
4. Faktor Risiko
Maternal
- Diabetes gestasional atau pregestasional
- Obesitas
- Riwayat distosia bahu sebelumnya
- Persalinan lama kala II
Janin
- Makrosomia
- Postterm
Intrapartum
- Vakum atau forsep
- Tarikan berlebihan pada kepala
⚠️ Penting: tidak ada faktor risiko yang sensitif dan spesifik, sehingga diagnosis bersifat klinis dan intrapartum.
5. Diagnosis Klinis
Diagnosis selalu klinis, ditandai oleh:
- Kepala lahir tetapi tidak terjadi restitusi eksternal
- “Turtle sign”
→ kepala tertarik kembali ke perineum - Bahu tidak lahir dengan traksi lembut
📌 Tidak boleh menunggu konfirmasi tambahan — tindakan segera diperlukan.
6. Prinsip Tata Laksana
Prinsip utama
- STOP menarik kepala
- Panggil bantuan
- Dokumentasi waktu dan tindakan
Tujuan
- Mengurangi diameter biakromial
- Mengubah orientasi bahu
- Membebaskan bahu posterior/anterior
7. Algoritma Penatalaksanaan (Pendekatan Bertahap)
A. Manuver Lini Pertama
1. Manuver McRoberts
- Fleksi maksimal paha ibu ke abdomen
- Meluruskan sakrum → meningkatkan diameter anteroposterior
Efektivitas: ±40–60% kasus
2. Tekanan Suprapubik
- Tekanan ke arah posterior–lateral
- Membantu aduksi bahu anterior
📌 Fundal pressure kontraindikasi → meningkatkan impaksi dan risiko ruptur uterus.
B. Manuver Lini Kedua
3. Manuver Rubin
- Tekanan pada aspek posterior bahu anterior
- Mengurangi diameter biakromial
4. Manuver Woods (screw maneuver)
- Rotasi bahu posterior ke anterior
5. Ekstraksi bahu posterior
- Melahirkan lengan posterior terlebih dahulu
- Mengurangi diameter bahu secara signifikan
C. Manuver Lini Ketiga (Rescue Maneuvers)
6. Gaskin maneuver
- Posisi merangkak (all-fours)
7. Fraktur klavikula
- Tindakan terakhir untuk menyelamatkan janin
8. Manuver Zavanelli
- Reposisi kepala → seksio sesarea emergensi
- Risiko sangat tinggi, jarang dilakukan
8. Hal yang Tidak Boleh Dilakukan
- Traksi berlebihan pada kepala
- Tekanan fundal
- Panik tanpa koordinasi
- Mengabaikan dokumentasi
9. Komplikasi
Janin
- Cedera pleksus brakialis (Erb palsy, Klumpke palsy)
- Fraktur klavikula atau humerus
- Asfiksia hipoksik
- Kematian neonatal (jarang)
Maternal
- Perdarahan postpartum
- Laserasi perineum derajat III–IV
- Ruptur uterus (jarang)
10. Pencegahan
- Seksio sesarea elektif dapat dipertimbangkan bila:
- Diabetes + EFW ≥4500 g
- Non-diabetes + EFW ≥5000 g
- Namun tidak ada metode pencegahan absolut
11. Poin Ujian dan Klinis Penting
- Distosia bahu = diagnosis klinis
- McRoberts + suprapubik adalah langkah pertama
- Fundal pressure dilarang
- Ekstraksi bahu posterior adalah manuver paling efektif bila lini pertama gagal
12. Kesimpulan
Distosia bahu merupakan kegawatdaruratan obstetri yang tidak terduga, berpotensi fatal, dan memerlukan penanganan cepat, sistematis, dan berbasis algoritma. Keberhasilan sangat bergantung pada ketenangan operator, urutan manuver yang benar, dan kerja tim.
Daftar Pustaka (Vancouver)
- Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
- Edmonds DK. Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2020.
- Gherman RB, et al. Shoulder dystocia: the unpreventable obstetric emergency. Am J Obstet Gynecol. 2006;195(3):657–72.
- RCOG. Shoulder Dystocia. Green-top Guideline No. 42. London; 2012.
Komentar