Langsung ke konten utama

Kanker Endometrium (Carcinoma Endometrium)

 

Definisi

Kanker endometrium adalah keganasan yang berasal dari lapisan endometrium uterus dan merupakan keganasan ginekologi tersering di negara maju. Sebagian besar terdiagnosis dini karena gejala khas berupa perdarahan uterus abnormal, terutama postmenopausal bleeding (PMB).


Epidemiologi

  • Insidensi tertinggi usia 50–70 tahun
  • ±75–80% terdiagnosis pada stadium awal
  • Prognosis relatif baik dibanding kanker ginekologi lain

Klasifikasi Biologis (Konsep Klasik – Williams)

Tipe I (Estrogen-dependent) – ±80%

  • Histologi: Endometrioid adenocarcinoma
  • Berkaitan dengan:
    • Estrogen tanpa oposisi
    • Obesitas
    • PCOS
    • DM
  • Berkembang dari hiperplasia endometrium
  • Prognosis lebih baik

Tipe II (Non–Estrogen-dependent) – ±20%

  • Histologi:
    • Serous carcinoma
    • Clear cell carcinoma
  • Terjadi pada endometrium atrofi
  • Usia lebih tua
  • Lebih agresif, prognosis buruk

Faktor Risiko

Estrogen Tanpa Oposisi

  • Obesitas
  • PCOS
  • Nulliparitas
  • Menarche dini / menopause terlambat
  • Estrogen terapi tanpa progestin

Faktor Lain

  • Diabetes mellitus
  • Hipertensi
  • Tamoxifen
  • Lynch syndrome (HNPCC)

Manifestasi Klinis

Gejala Utama

  • Postmenopausal bleeding (>90%)
  • AUB pada perimenopause
  • Leukorea bercampur darah

Gejala Lanjut

  • Nyeri pelvis
  • Penurunan BB
  • Anemia

Diagnosis

1. USG Transvaginal (Skrining Awal)

  • Endometrial thickness:
    • ≤4 mm → risiko rendah
    • >4 mm → curiga

2. Biopsi Endometrium (Wajib)

  • Gold standard diagnosis
  • Metode:
    • Pipelle
    • Kuretase
    • Histeroskopi-biopsi

3. Histopatologi

  • Menentukan:
    • Tipe histologi
    • Grade (G1–G3)
    • Invasi miometrium

Staging (FIGO 2009 – Bedah)

Stadium Deskripsi
I Terbatas di uterus
IA Invasi miometrium <50%
IB Invasi ≥50%
II Invasi serviks
III Penyebaran lokal/regional
IV Metastasis jauh

Penatalaksanaan

1. Bedah (Terapi Utama)

  • Total hysterectomy + bilateral salpingo-oophorectomy (TH-BSO)
  • ± limfadenektomi (berdasarkan risiko)

2. Terapi Adjuvan

Berdasarkan stadium & risiko:

  • Radioterapi
  • Kemoterapi
  • Kombinasi (pada tipe II)

3. Terapi Fertility-Sparing

Indikasi sangat selektif:

  • Usia muda
  • Stadium IA, grade 1
  • Tanpa invasi miometrium

Terapi:

  • Progestin dosis tinggi
  • LNG-IUS
  • Monitoring ketat (biopsi serial)

Prognosis

  • 5-year survival:
    • Stadium I: >85%
    • Stadium IV: <20%
  • Faktor prognostik:
    • Stadium
    • Grade
    • Tipe histologi
    • Invasi miometrium

Perbedaan Kunci dengan Hiperplasia Endometrium

Aspek Hiperplasia Ca Endometrium
Atypia Bisa ada Ada
Invasi Tidak Ada
Terapi Progestin Bedah

Red Flags Klinis

  • PMB
  • Endometrium menebal pascamenopause
  • AUB refrakter usia >45 th
  • Obesitas + DM

Kesimpulan

Kanker endometrium adalah keganasan ginekologi dengan deteksi dini sangat mungkin. PMB harus selalu dievaluasi secara agresif. Diagnosis ditegakkan dengan biopsi endometrium, dan terapi utama adalah bedah.


Daftar Pustaka (Vancouver Style)

  1. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  2. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  3. Berek JS. Berek & Novak’s Gynecology. 16th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2020.
  4. ACOG Practice Bulletin No. 149. Endometrial cancer. Obstet Gynecol. 2015;125:1006–26.
  5. Smith-Bindman R, et al. Endovaginal ultrasound to exclude endometrial cancer. JAMA. 1998;280(17):1510–7.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Perlu

Suatu hari nak.. Jika kamu menyalahkan orang lain atas keadaanmu.. Jika kamu menyalahkan situasi atas kejadian yang terjadi pada dirimu... Ingatlah selalu... Dunia ini tidak hanya berpusat kepada dirimu... Kehidupanmu lah yang membuat dunia terasa bergerak pada dirimu.. Bukan Bapak memintamu untuk menyalahkan hidupmu, tetapi Bapak minta kamu berjalan bergeraklah dengan kehidupanmu itu untuk mengubah apa yang terjadi kepadamu... Mungkin ada hal yang bisa bapak ajarkan kepadamu.. Mungkin ada hal yang sempat bisa bapak contohkan kepadamu.. Tetapi masih ada banyak hal... Ada banyak ilmu.. Ada banyak pelajaran yang selalu bisa kamu pahami dan pelajari sendiri kelak.. Ingatlah selalu.. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.. atas apa yang kita pilih.. kita lakukan.. Kita bisa sedih karena orang lain.. Kita bisa kecewa karena perbuatan orang lain.. Bahkan kita pun bisa ikut bahagia hanya karena orang lain bahagia... Lalu, kenapa bisa begitu? Itulah tadi.. Pilihanmu untuk b...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...