Langsung ke konten utama

Thyroid Storm pada Ibu Hamil

 


1. Definisi

Thyroid storm (krisis tirotoksik) adalah bentuk paling berat dan mengancam nyawa dari hipertiroidisme, ditandai oleh dekompensasi sistemik akut akibat lonjakan efek hormon tiroid.

➡️ Pada kehamilan, kondisi ini jarang tetapi fatal bila terlambat ditangani, dengan mortalitas maternal dilaporkan hingga 10–20%.


2. Etiologi dan Faktor Pencetus pada Kehamilan

Penyebab Dasar

  • Graves disease tidak terkontrol (tersering)
  • Hipertiroidisme yang tidak terdiagnosis

Faktor Pencetus (Trigger)

  • Persalinan (intrapartum/postpartum awal)
  • Infeksi
  • Preeklamsia berat / eklampsia
  • Operasi (termasuk seksio sesarea)
  • Trauma
  • Penghentian mendadak obat antitiroid
  • Hiperemesis gravidarum berat

➡️ Periode intrapartum dan postpartum awal adalah fase risiko tertinggi.


3. Patofisiologi Singkat

  • Lonjakan efek hormon tiroid →
    ↑ metabolisme basal, ↑ konsumsi oksigen, ↑ katekolamin sensitivity
  • Terjadi:
    • Hipermetabolisme sistemik
    • Gagal jantung ber-output tinggi
    • Disfungsi termoregulasi
    • Ensefalopati

➡️ Kehamilan memperberat karena ↑ volume plasma dan beban kardiovaskular.


4. Manifestasi Klinis (KUNCI DIAGNOSIS)

A. Kardiovaskular

  • Takikardia berat (>140 x/menit)
  • Aritmia (AF)
  • Gagal jantung akut

B. Termoregulasi

  • Hiperpireksia (>39–40°C)

C. Neurologis

  • Agitasi, delirium
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran hingga koma

D. Gastrointestinal–Hepatik

  • Mual, muntah, diare
  • Ikterus, gagal hati

➡️ Diagnosis adalah klinis — jangan menunggu hasil lab.


5. Diagnosis

A. Diagnosis Klinis

  • Riwayat hipertiroidisme
  • Gejala sistemik berat

Burch–Wartofsky Point Scale (BWPS)
Skor ≥45 → sangat sugestif thyroid storm


B. Pemeriksaan Laboratorium (Pendukung)

  • TSH sangat rendah
  • fT4/fT3 tinggi (tidak selalu ekstrem)
  • SGOT/SGPT ↑
  • Hiperglikemia
  • Asidosis metabolik

➡️ Derajat gejala ≠ kadar hormon.


6. Diagnosis Banding Penting (Obstetri)

Kondisi Pembeda
Sepsis Fokus infeksi, prokalsitonin
Eklampsia Hipertensi, kejang
HELLP Hemolisis, trombosit ↓
Feokromositoma Hipertensi paroksismal
Emboli paru Hipoksia dominan

7. Tatalaksana SEGERA (ABCDE + 5 Pilar Terapi)

➡️ Rawat ICU. Jangan tunda terapi.

Pilar 1 – Blok Sintesis Hormon

  • Propylthiouracil (PTU) 600–1.000 mg loading, lalu 200–300 mg tiap 6 jam
    (PTU dipilih karena juga menghambat konversi T4 → T3)

Pilar 2 – Blok Pelepasan Hormon

(Diberikan ≥1 jam setelah PTU)

  • Iodine (Lugol / potassium iodide)

Pilar 3 – Blok Efek Perifer

  • Propranolol IV/oral
    (hati-hati gagal jantung; alternatif: esmolol)

Pilar 4 – Blok Konversi T4 → T3

  • Glukokortikoid
    • Hidrokortison 100 mg IV tiap 8 jam

Pilar 5 – Terapi Suportif & Pencetus

  • Pendinginan aktif
  • Cairan IV (hati-hati overload)
  • Oksigen
  • Paracetamol (hindari aspirin)
  • Antibiotik bila infeksi
  • Koreksi elektrolit

8. Obstetri: Persalinan & Janin

  • Thyroid storm bukan indikasi terminasi segera
  • Stabilkan ibu terlebih dahulu
  • Persalinan ditunda bila memungkinkan
  • Bila persalinan tidak terelakkan:
    • Multidisiplin (Obsgin–Anestesi–Penyakit Dalam)
    • Anestesi umum lebih aman bila tidak stabil

Dampak Janin

  • Takikardia janin
  • Gawat janin
  • IUFD bila maternal tidak stabil

9. Postpartum

  • Risiko kekambuhan sangat tinggi
  • Lanjutkan antitiroid
  • Monitor ketat 24–72 jam
  • Menyusui aman:
    • PTU ≤300 mg/hari
    • Methimazole ≤20 mg/hari

10. Prognosis

  • Baik bila ditangani cepat dan agresif
  • Mortalitas meningkat bila:
    • Diagnosis terlambat
    • Gagal jantung
    • Infeksi berat
    • SC darurat saat tidak stabil

11. Ringkasan High-Yield (Ujian & Praktik)

  1. Thyroid storm = diagnosis klinis
  2. Jangan tunggu hasil lab
  3. Urutan terapi penting: PTU → iodine
  4. Aspirin kontraindikasi
  5. Stabilkan ibu sebelum tindakan obstetri

Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  2. Oxford Handbook of Obstetrics and Gynaecology. 4th ed. Oxford: Oxford University Press; 2020.
  3. Alexander EK, Pearce EN, Brent GA, et al. 2017 ATA Guidelines for thyroid disease in pregnancy and postpartum. Thyroid. 2017;27(3):315–389.
  4. Bahn RS, et al. Hyperthyroidism and other causes of thyrotoxicosis. Endocr Rev. 2011;32(6):671–731.
  5. Ross DS, et al. 2016 ATA Guidelines for diagnosis and management of hyperthyroidism. Thyroid. 2016;26(10):1343–1421.

Apabila Anda menghendaki, saya dapat menyajikan algoritme emergensi 1 halaman, tabel perbandingan thyroid storm vs sepsis vs eklampsia, atau contoh soal kasus OSCE/PPDS dengan pembahasan langkah-demi-langkah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Sahabat, Teman, Kolega

Nak, Suatu saat nanti. Kamu akan menemukan titik jenuh berhubungan dengan orang yang diluar keluargamu.  Nanti akan kamu sadari bahwa akan ada sahabat, ada teman, dan ada kolega saja. Rekan kerjamu, orang yang tersenyum manis di depanmu, orang yang mengiyakanmu karena gelarmu, jabatanmu, labelmu. Mereka lah kolegamu. Don't bring them home, don't bring them privately. Mereka adalah orang orang yang memakai topeng di depanmu. Mereka menjawab iyamu karena tahu, ketika harus menolakmu menyanggahmu, mereka takut. mereka tak punya pilihan lain bagimu. Kamu cukup memberikan porsi hidupmu kepada mereka saat di lingkungan kerja saja, dan bukan hakmu untuk tahu kehidupan mereka di luar sana. Temanmu, adalah orang yang kenal kamu dan mereka yang memang mencoba memahamimu, ingin kebaikan juga tercurah kepadamu. Temanmu adalah mereka yang membersamaimu didalam senangmu, di dalam sedihmu mereka mencoba untuk terlihat peduli kepadamu. Temanmu adalah bentuk setingkat diatas kolega. Jika kamu m...