Langsung ke konten utama

Kista Ovarium

 


1. Definisi

Kista ovarium adalah lesi berisi cairan (atau semi-solid/solid) yang berasal dari ovarium, dengan ukuran dan etiologi yang bervariasi. Sebagian besar kista ovarium pada wanita usia reproduktif bersifat fungsional dan jinak, namun sebagian kecil dapat bersifat neoplastik atau ganas.


2. Klasifikasi Kista Ovarium

A. Kista Ovarium Fungsional (Paling sering)

Berkaitan langsung dengan siklus ovulasi.

1. Kista folikular

  • Gagal ovulasi
  • Diameter biasanya <8–10 cm
  • Dinding tipis, unilokular
  • Resolusi spontan 1–3 siklus

2. Kista korpus luteum

  • Perdarahan dalam korpus luteum
  • Dapat menyebabkan nyeri akut
  • Risiko ruptur & hemoperitoneum

📌 Tidak meningkatkan risiko kanker ovarium


B. Kista Ovarium Patologis (Non-fungsional)

1. Endometrioma

  • Berisi darah lama (“chocolate cyst”)
  • USG: homogen, ground-glass
  • Berkaitan dengan infertilitas & nyeri pelvis kronik

2. Kista dermoid (mature cystic teratoma)

  • Tumor sel germinal jinak tersering
  • Dapat berisi lemak, rambut, gigi
  • Risiko torsio tinggi

3. Kista neoplastik epitel

  • Serous / mucinous
  • Dapat jinak, borderline, atau ganas
  • Ukuran bisa sangat besar

C. Kista Ovarium Ganas

  • Insidensi meningkat pada usia >50 tahun
  • Solid component, septasi tebal, papilasi
  • Ascites, CA-125 meningkat

3. Epidemiologi Klinis

  • Usia reproduktif: dominan kista fungsional
  • Pascamenopause: keganasan harus selalu disingkirkan
  • Dermoid: usia muda
  • Endometrioma: usia reproduktif + infertilitas

4. Manifestasi Klinis

Asimtomatik

  • Ditemukan insidental pada USG

Simtomatik

  • Nyeri pelvis kronik / akut
  • Distensi abdomen
  • Gangguan haid
  • Dispareunia
  • Gejala tekanan organ sekitar

Gawat darurat

  • Torsio ovarium
  • Ruptur kista dengan perdarahan

5. Diagnosis

A. USG Transvaginal (Pemeriksaan utama)

Kista jinak tipikal:

  • Unilokular
  • Dinding tipis
  • Tanpa solid component
  • Tanpa vaskularisasi abnormal

Kecurigaan ganas:

  • Multilokular
  • Papilasi
  • Septasi tebal
  • Ascites

B. Marker Tumor

  • CA-125
    • Tidak spesifik (↑ pada endometriosis, PID, kehamilan)
    • Lebih bermakna pada pascamenopause
  • HE4, ROMA score (bila tersedia)

6. Pendekatan Klinis Berdasarkan Usia & Karakter Kista

A. Usia Reproduktif

Jenis kista Tatalaksana
Fungsional <5–7 cm Observasi
Persisten >3 siklus Evaluasi lanjut
Endometrioma Individualisasi
Dermoid Operasi elektif

B. Pascamenopause

  • Semua kista harus dievaluasi lebih ketat
  • Kista sederhana <5 cm + CA-125 normal → observasi
  • Kista kompleks → eksplorasi bedah

7. Prinsip Tatalaksana

A. Observasi

  • Kista sederhana
  • Asimtomatik
  • Follow-up USG 6–12 minggu

B. Medis

  • Kontrasepsi hormonal → mencegah kista baru
  • Tidak menghilangkan kista yang sudah ada

C. Bedah

Indikasi:

  • Persisten
  • Simtomatik
  • 8–10 cm

  • Kecurigaan keganasan
  • Torsio / ruptur

Pilihan:

  • Laparoskopi (gold standard jinak)
  • Laparotomi (kecurigaan ganas)

8. Kista Ovarium & Fertilitas

  • Kista fungsional → tidak mengganggu fertilitas
  • Endometrioma → ↓ ovarian reserve
  • Tindakan bedah berulang → ↓ AMH

📌 Hati-hati operasi endometrioma pada pasien infertil


9. Poin Klinis Penting (High-Yield)

  • Kista ovarium paling sering jinak
  • USG adalah kunci diagnosis
  • CA-125 ≠ skrining kanker ovarium
  • Pascamenopause → keganasan sampai terbukti sebaliknya
  • Endometrioma ≠ kista fungsional

10. Ringkasan Exam-Oriented

  • Wanita muda + kista sederhana → observasi
  • Nyeri akut hebat → pikirkan torsio
  • Kista + ascites + papilasi → kanker ovarium
  • Dermoid → risiko torsio tertinggi
  • Operasi endometrioma → pertimbangkan fertilitas

11. Daftar Pustaka (Vancouver)

  1. Hoffman BL, Schorge JO, Schaffer JI, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  2. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  3. Berek JS. Berek & Novak’s Gynecology. 16th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2020.
  4. Timmerman D, et al. Simple ultrasound rules to distinguish benign from malignant adnexal masses. Ultrasound Obstet Gynecol. 2010;36(1):48–54.
  5. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Management of suspected ovarian masses in premenopausal women. Green-top Guideline No. 62. 2011.

Jika Anda menghendaki, saya dapat melanjutkan dengan:

  • Algoritma manajemen kista ovarium (usia reproduktif vs pascamenopause)
  • Perbandingan kista ovarium vs tumor ovarium
  • Kista ovarium pada kehamilan
  • Soal kasus & pembahasan ala MRCOG/POGI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...

IUGR (Intrauterine Growth Restriction / Fetal Growth Restriction) .

1. Definisi IUGR atau Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan intrauterin yang diharapkan untuk usia gestasinya. Secara praktis sering didefinisikan sebagai estimated fetal weight (EFW) < 10th percentile untuk usia kehamilan; tetapi perlu dibedakan dari small for gestational age (SGA) karena tidak semua SGA adalah patologis (konstitusional). Pedoman internasional juga membedakan IUGR ringan/sedang dan berat (mis. EFW < 3rd centile atau bukti disfungsi hemodinamik/abnormal Doppler). 2. Patofisiologi — ringkasan Patofisiologi IUGR bersifat multifaktorial. Mekanisme utama yang sering hadir: Insufisiensi plasenta (plasental) — kerusakan atau gangguan vascularisasi plasenta → aliran darah uteroplacental menurun → asupan oksigen dan nutrisi terhambat → penurunan pertumbuhan janin. Ini adalah penyebab tersering pada IUGR asimetris. Faktor maternal — hipertensi kronis, preeklampsia, penyakit jantung, malnutrisi kronis, mer...

Perbedaan Bad Obstetrical History (BOH) vs Recurrent Pregnancy Loss (RPL)

  BOH adalah istilah luas yang dipakai pada praktik kebidanan (terutama di Indonesia/daerah) untuk menyatakan riwayat obstetri sebelumnya yang buruk — tidak hanya keguguran berulang tetapi juga termasuk stillbirth, IUFD (intrauterine fetal death), IUGR, neonatal death, pre-eclampsia berat, malformasi kongenital, kelahiran prematur berulang, dsb. RPL lebih spesifik: merujuk pada kejadian kehamilan yang hilang (miscarriage/pregnancy loss) berulang menurut definisi pedoman internasional (≥2 atau ≥3 kehilangan kehamilan, tergantung pedoman). Ini adalah perbedaan kunci: BOH = kategori riwayat buruk (multifaset); RPL = entitas klinis spesifik (keguguran berulang).  --- A. Bad Obstetrical History (BOH) 1. Definisi BOH (kadang disebut Bad Obstetric History) adalah istilah klinis yang menggambarkan riwayat obstetri sebelumnya yang tidak menguntungkan, misalnya: dua atau lebih keguguran beruntun, IUFD, kelahiran mati (stillbirth), kelahiran prematur berulang, IUGR berulang, bayi meningg...