Langsung ke konten utama

Abnormal Uterine Bleeding (AUB) Struktural – PALM

 


AUB struktural adalah perdarahan uterus abnormal yang disebabkan oleh kelainan anatomis uterus, sesuai klasifikasi FIGO PALM: P – Polyp, A – Adenomyosis, L – Leiomyoma, M – Malignancy & Hyperplasia.

Pendekatan diagnosis dan tatalaksana harus berbasis etiologi, usia, serta keinginan fertilitas.


P – Polyp Endometrium

Definisi

Pertumbuhan fokal endometrium jinak, dapat berasal dari endometrium atau endoserviks.

Gambaran Klinis

  • Perdarahan intermenstrual
  • Spotting pascakoitus
  • Umumnya asimtomatik

Diagnosis

  • USG TV: lesi fokal hiperekoik
  • Saline infusion sonography (SIS) → paling sensitif
  • Histeroskopi → gold standard

Tatalaksana

  • Polipektomi histeroskopik
  • Observasi bila kecil & asimtomatik
  • Wajib eksisi pada:
    • Usia >45 th
    • Infertilitas
    • AUB persisten

A – Adenomiosis

Definisi

Invaginasi jaringan endometrium ke miometrium dengan hipertrofi otot polos.

Gambaran Klinis

  • Menorrhagia
  • Dismenore progresif
  • Uterus membesar simetris, lunak

Diagnosis

  • USG TV: miometrium heterogen, myometrial cyst
  • MRI: junctional zone >12 mm

Tatalaksana

  • LNG-IUS → lini pertama
  • Progestin / GnRH agonist (sementara)
  • Histerektomi → definitif

L – Leiomyoma (Mioma Uteri)

Definisi

Tumor jinak otot polos uterus.

Subklasifikasi

  • L-SM: Submukosa (paling terkait AUB)
  • L-O: Non-submukosa

Gambaran Klinis

  • Menorrhagia
  • Tekanan pelvis
  • Infertilitas

Diagnosis

  • USG TV
  • MRI (pemetaan)

Tatalaksana

  • Medika: traneksamat, hormonal
  • Miomektomi (ingin fertilitas)
  • Histerektomi (definitif)
  • UAE (selektif)

M – Malignancy & Hyperplasia

Definisi

Hiperplasia endometrium ± atipia dan kanker endometrium.

Gambaran Klinis

  • AUB usia >45 th
  • Perdarahan pascamenopause
  • Faktor risiko: obesitas, PCOS, DM

Diagnosis

  • Biopsi endometrium (wajib)
  • USG: endometrium menebal

Tatalaksana

  • Hiperplasia tanpa atipia → progestin
  • Dengan atipia → histerektomi
  • Karsinoma → tatalaksana onkologi

Ringkasan AUB Struktural (PALM)

Etiologi Diagnosis Kunci Terapi Definitif
Polip SIS / histeroskopi Polipektomi
Adenomiosis MRI / USG Histerektomi
Mioma USG / MRI Miomektomi
Malignansi Biopsi Onkologi

Prinsip Klinis Penting

  • Usia >45 th → biopsi endometrium wajib
  • LNG-IUS paling efektif untuk kontrol AUB
  • Submukosa → selalu pertimbangkan histeroskopi
  • Evaluasi fertilitas sebelum intervensi definitif

Kesimpulan

AUB struktural mencerminkan kelainan anatomi uterus dan memerlukan pendekatan etiologi-spesifik. Klasifikasi PALM membantu penegakan diagnosis dan pemilihan terapi yang tepat.


Daftar Pustaka (Vancouver Style)

  1. Munro MG, et al. FIGO classification system (PALM–COEIN). Int J Gynaecol Obstet. 2011;113(1):3–13.
  2. Hoffman BL, Schorge JO, Bradshaw KD, et al. Williams Gynecology. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
  3. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, et al. Williams Obstetrics. 26th ed. New York: McGraw-Hill; 2022.
  4. Berek JS. Berek & Novak’s Gynecology. 16th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2020.
  5. NICE Guideline NG88. Heavy menstrual bleeding. 2018.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setiap pertemuan..

Bismillah. Hari ini ada berita yang kembali mengingatkan saya bahwa di setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan, cepat atau lambat . Innalillahi wa inna ilaihi raa'jiun. Meninggalnya ibunda dari Mbak Annisa Inayati M. S., S. Ked. Seperti yang saya ungkapkan tadi, setiap pertemuan selalu ada perpisahan. Dalam sebuah awal yang manis, pahit, senang ataupun jengkel dengan seseorang akan menjadi pertemuan, yang disini akan saya namakan momen bertemu. dan saya kadang pun menamakannya jodoh, ya karena jodoh bagi saya adalah semua orang yang berkesempatan untuk bertemu saya. Apakah pertemuan selalu sesuai yang kita ingin kan? lalu apakah pertemuan itu selalu sesuai yang kita rencanakan? Kata orang - orang jodoh pun demikian. Jadi berikan kesan terbaik kepada orang yang bertemu kita. Sesingkat apapun pertemuan kita. Alangkah indah ketika kita dapat memberikan kesenangan, senyum bahagia ketika perpisahan akan tiba. Dalam premi pertama yang saya tekankan "Setiap pertemuan pasti ...

Networking: The Power of Orang Dalam

Hohoiii. Apa kabar nak! R u ok today? Kali ini bapak akan bercerita tentang tips salah satu kiat untuk membuat lancar kehidupan. Menurut bapak yg udah merasakannya dan mungkin sesekali mengalaminya tp mungkin bapak tidak menyadarinya. Networking - berjejaring. Ya. Berteman dan berkoneksi. Bukan tentang internet tapi tahu kenal dan paham dengan orang orang. Makin kesini makin paham, kenapa Islam mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak silaturahmi. Mengeratkan silaturahmi karena ternyata banyak manfaatnya. Bukan tentang ooo kalo silaturahmi itu biar nanti dibantu trus cuma ke orang orang tertentu saja yg di datangi dijalin silaturahmi nya. Tidak. Tidak seperti itu. Alloh mengajarkan kepada kita untuk bersilaturahmi kepada jejaring kita besar kecil saudara belum saudara, akrab tetangga dengan kolega. Indah kan Islam. Kenapa. Kita tidak pernah tahu kapan kita terpeleset, kita ga pernah tahu kapan kita dalam posisi stuck stall dalam keadaan sempit atau lapang. Dan juga kita ga pernah tah...

Peripartum Cardiomyopathy (PPCM): Kriteria Diagnosis dan Penatalaksanaan

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah suatu kondisi gagal jantung yang berkembang pada trimester terakhir kehamilan atau dalam waktu lima bulan setelah melahirkan, tanpa penyebab yang jelas seperti penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya.  --- Patofisiologi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) Secara Hormonal dan Biomolekuler Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) adalah kondisi gagal jantung yang terjadi pada trimester akhir kehamilan atau dalam lima bulan setelah melahirkan, tanpa adanya riwayat penyakit jantung sebelumnya. Secara patofisiologis, PPCM dianggap sebagai kardiomiopati dilatasi yang idiopatik, tetapi berbagai faktor hormonal dan biomolekuler dapat berperan dalam perkembangannya. Pemahaman tentang patofisiologi hormon dan biomolekuler PPCM penting untuk mengembangkan pendekatan terapi yang lebih baik. Beberapa perubahan hormonal selama kehamilan berperan penting dalam pengembangan PPCM: 1. Peningkatan Prolaktin Prolaktin, yang meningkat secara signifikan selama ke...